Thursday, 20 August 2015

Gaya Hidup Barat atau Gaya Hidup Mahdawi? Berikut Penjelasannya


Dalam gaya hidup Mahdawi, tiga hal yang menjadi porosnya: Tuhan, syariat dan taklif (tugas mengemban syariat). Sedangakan dalam gaya hidup Barat, ada tiga hal lain yang menjadi porosnya: lari dari Tuhan, lari dari syariat dan mencari keuntungan materi sebesar-besarnya.

“Hingga Jum’at Kedatangan Al Mahdi as” adalah sebuah program radio channel Maarif yang diminati oleh banyak pemirsa. Channel radio Maarif memiliki misi dakwah dan menyebarkan pemahaman-pemahaman Islam yang sebenarnya, jauh dari kontaminasi budaya-budaya Barat yang non Islami.

Hujjatul Islam Muhammad Syahbazade, seorang ruhaniawan yang mengisi acara di radio tersebut kali ini membicarakan “Gaya Hidup Mahdawi”, sebuah gaya hidup yang benar-benar bertentangan dengan Gaya Hidup Barat.

Menurut penjelasan beliau, dalam gaya hidup Mahdawi, tiga hal yang menjadi porosnya: Tuhan, syariat dan taklif (tugas mengemban syariat). Sedangakan dalam gaya hidup Barat, ada tiga hal lain yang menjadi porosnya: lari dari Tuhan, lari dari syariat dan mencari keuntungan materi sebesar-besarnya.

Gaya hidup Barat disebar luaskan melalui media-media yang benar-benar dikuasai mereka, seperti film, televisi, musik dan lain sebagainya. Kita sebagai umat Islam harus memiliki tameng yang kuat untuk bisa menyaring apa yang kita dapatkan melalui media-media mereka.

Tiga poros gaya hidup Mahdawi harus selalu menjadi yang paling utama dalam kehidupan sehari-hari umat Islam penanti Al Mahdi as. Terutama poros ketiga, yang maksudnya kita harus selalu menjalankan apa yang sudah merupakan tugas kita untuk dijalankan. Jika kita selalu menjalankan tugas-tugas yang ada di hadapan kita, dengan sendirinya tujuan-tujuan kita akan tercapai nantinya.

(Shabestan/ABNS)

No comments:

Post a Comment

mohon gunakan email