Pesan Rahbar

Home » » CIA: ISIS Rencanakan Lebih Banyak Serangan Teroris di Barat

CIA: ISIS Rencanakan Lebih Banyak Serangan Teroris di Barat

Written By Unknown on Saturday, 18 June 2016 | 02:04:00

Direktur CIA John Brennan bersaksi di depan Komite Intelijen Senat di Capitol Hill di Washington, DC, 16 Juni 2016. (Foto: AFP)

John Brennan, direktur Central Intelligence Agency, telah mengakui bahwa serangan yang dipimpin AS terhadap ISIS telah gagal untuk mengurangi kemampuan terorisme kelompok, mengatakan bahwa kelompok ini telah merencanakan lebih banyak serangan di Barat.

Brennan mengatakan kepada Komite Intelijen di Senat pada hari Kamis (16/6/16) bahwa kelompok Takfiri terus bergerak maju meski kalah di wilayah di Irak dan Suriah, ia mengakui bahwa upaya yang dipimpin AS “tidak mengurangi kemampuan kelompok terorisme dan jaringan globalnya.”

Namun, direktur CIA itu mengatakan pihaknya belum “mampu mengungkap link” antara penembakan di Orlando Omar Mateen dan ISIS, meskipun diduga pria bersenjata itu setia terhadap kelompok teroris.

Brennan mengatakan propaganda Internet kelompok teroris telah mempengaruhi orang-orang seperti Mateen, tetapi CIA belum menemukan hubungan langsung antara dia dan kelompok teroris asing.

Mateen, dipersenjatai dengan senjata serbu, menyerbu Pulse Club pada Minggu, menewaskan 49 orang dan melukai 53 orang lain di klub gay tersebut yang merupakan penembaka massal terburuk yang pernah terjadi dalam sejarah AS.

Tersangka, yang diidentifikasi oleh media AS yang diduga sebagai simpatisan ISIS ini adalah seorang warga negara AS keturunan Afghanistan dari Port St Lucie, Florida.

Kelompok Takfiri ISIS yang awalnya diciptakan dan didanai oleh AS dan sekutu regionalnya untuk mengguncang kawasan Timur Tengah, khususnya Suriah, dilaporkan telah mengaku bertanggung jawab atas penembakan Orlando.

Pesawat-pesawat tempur AS telah melakukan serangan udara terhadap ISIS di Irak sejak Agustus 2014. Beberapa negara Barat juga telah berpartisipasi dalam beberapa serangan di Irak.

Sejak September 2014, AS dan beberapa sekutu Arabnya telah melakukan serangan udara terhadap ISIS di dalam wilayah Suriah tanpa otorisasi dari Damaskus atau mandat PBB.

Koalisi pimpinan Amerika telah berbuat banyak untuk menghentikan kemajuan ISIS di bagian Suriah dan Irak.

Namun beberapa analis telah mengkritik kampanye militer yang dipimpin AS, mengatakan, serangan itu hanya dimaksudkan untuk menguntungkan produsen senjata AS.

Direktur CIA John Brennan bersaksi di depan Komite Intelijen Senat di Capitol Hill di Washington, DC, 16 Juni 2016. (Foto: AFP)

Namun direktur CIA, menyatakan bahwa kampanye yang dipimpin AS telah mengurangi jumlah teroris ISIS dari 32.000 anggota di Irak dan Suriah tahun lalu menjadi sekitar 22.000 anggotanya. []

(AFP/Mahdi-News/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)
Share this post :

Post a Comment

mohon gunakan email

Terkait Berita:

Index »

KULINER

Index »

LIFESTYLE

Index »

KELUARGA

Index »

AL QURAN

Index »

SENI

Index »

SAINS - FILSAFAT DAN TEKNOLOGI

Index »

SEPUTAR AGAMA

Index »

OPINI

Index »

OPINI

Index »

MAKAM SUCI

Index »

PANDUAN BLOG

Index »

SENI