Pesan Rahbar

Home » » Keharaman Menghina Istri dan Sahabat Nabi

Keharaman Menghina Istri dan Sahabat Nabi

Written By Unknown on Monday, 22 February 2016 | 03:09:00

Pemimpin Tertinggi Syiah, Sayyid Ali Khamenei Mengharamkan Penghinaan Terhadap Istri dan Sahabat Rasul

Jadi jelas, bahwa merendahkan, menghina, dan mencela istri dan sahabat nabi haram hukumnya.

Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Syiah dari Iran, menerbitkan sebuah fatwa yang mengharamkan perlakuan buruk terhadap istri Nabi, Ummul mukminin Aisyah dan melecehkan simbol-simbol (tokoh-tokoh yang diagungkan) Ahlussunah wal Jamaah.

Hal itu tertera dalam jawaban atas istifta’ (permohonan fatwa) yang diajukan oleh sejumlah ulama dan cendekiawan Ahsa, Arab Saudi, menyusul penghinaan yang akhir-akhir ini dilontarkan seorang pribadi tak terpuji bernama Yasir al-Habib yang berdomisili di London terhadap istri Nabi, Aisyah. Para pemohon fatwa menghimbau kepada Sayid Khamenei menyampaikan pandangannya terhadap “penghujatan jelas dan penghinaan berupa kalimat-kalimat tak senonoh dan melecehkan terhadap istri Rasul saw., Aisyah.”

Menjawab hal itu, Khamenei mengatakan, “…diharamkan melakukan penghinaan terhadap (tokoh-tokoh yang diagungkan) ahlusunah waljemaah apalagi melontarkan tuduhan terhadap istri Nabi saw. dengan perkataan-perkataan yang menodai kehormatannya, bahkan tindakan demikian haram dilakukan terhadap istri-istri para nabi terutama penghulu mereka Rasul termulia.”

Fatwa Khamenei ini dapat dapat dianggap sebagai fatwa paling mutakhir dan menempati posisi terpenting dalam rangkain reaksi-reaksi luas kalangan Syiah sebagai kecaman terhadap pelecehan yang dilontarkan oleh (seseorang bernama) Yasir al-Habib terhadap Siti Aisyah ra.

Sebelumnya puluhan pemuka agama di kalangan Syiah di Arab Saudi, negara-negara Teluk dan Iran telah mengecam dengan keras pernyataan-pernyataan dan setiap keterangan yang menghina Siti Aisyah atau salah satu istri Nabi termulia saw.


Berikut teks fatwa dalam bahasa Arab tersebut:

نص الاستفتاؔ: بسم الله الرحمن Ų§Ł„Ų±Ų­ŁŠŁ… سماحة آية الله العظمى Ų§Ł„Ų³ŁŠŲÆ Ų¹Ł„ŁŠ Ų§Ł„Ų®Ų§Ł…Ł†Ų¦ŁŠ Ų§Ł„Ų­Ų³ŁŠŁ†ŁŠ ŲÆŲ§Ł… ظله Ų§Ł„ŁˆŲ§Ų±Ł السلام Ų¹Ł„ŁŠŁƒŁ… ŁˆŲ±Ų­Ł…Ų© الله ŁˆŲØŲ±ŁƒŲ§ŲŖŁ‡

ŲŖŁ…Ų± الامة Ų§Ł„Ų§Ų³Ł„Ų§Ł…ŁŠŲ© بأزمة منهج يؤدي الى Ų§Ų«Ų§Ų±ŲŖ الفتن ŲØŁŠŁ† ابناؔ المذاهب Ų§Ł„Ų§Ų³Ł„Ų§Ł…ŁŠŲ© ، ŁˆŲ¹ŲÆŁ… Ų±Ų¹Ų§ ية Ų§Ł„Ų£ŁˆŁ„ŁˆŁŠŲ§ŲŖ Ł„ŁˆŲ­ŲÆŲ© صف Ų§Ł„Ł…Ų³Ł„Ł…ŁŠŁ† ، Ł…Ł…Ų§ ŁŠŁƒŁˆŁ† منؓا لفتن ŲÆŲ§Ų®Ł„ŁŠŲ© وتؓتيت الجهد Ų§Ł„Ų§Ų³Ł„Ų§Ł…ŁŠ في المسائل الحساسة ŁˆŲ§Ł„Ł…ŲµŁŠŲ±ŁŠŲ© ، ويؤدي الى صرف النظر عن الانجازات Ų§Ł„ŲŖŁŠ تحققت على يد ابناؔ الامة Ų§Ł„Ų§Ų³Ł„Ų§Ł…ŁŠŲ© في ŁŁ„Ų³Ų·ŁŠŁ† ŁˆŁ„ŲØŁ†Ų§Ł† ŁˆŲ§Ł„Ų¹Ų±Ų§Ł‚ وتركيا ŁˆŲ§ŁŠŲ±Ų§Ł† ŁˆŲ§Ł„ŲÆŁˆŁ„ Ų§Ł„Ų§Ų³Ł„Ų§Ł…ŁŠŲ© ، ŁˆŁ…Ł† افرازات هذا المنهج المتطرف Ų·Ų±Ų­ Ł…Ų§ يوجب الاساؔة الى Ų±Ł…ŁˆŲ² ŁˆŁ…Ł‚ŲÆŲ³Ų§ŲŖ Ų§ŲŖŲØŲ§Ų¹ الطائفة Ų§Ł„Ų³Ł†ŁŠŲ© Ų§Ł„ŁƒŲ±ŁŠŁ…Ų© بصورة متعمدة ŁˆŁ…ŁƒŲ±Ų±Ų© .

فما Ł‡Łˆ رأي Ų³Ł…Ų§Ų­ŲŖŁƒŁ… في Ł…Ų§ يطرح في ŲØŲ¹Ų¶ ŁˆŲ³Ų§Ų¦Ł„ الاعلام من فضائيات ŁˆŲ§Ł†ŲŖŲ±Ł†ŲŖ من قبل ŲØŲ¹Ų¶ Ų§Ł„Ł…Ł†ŲŖŲ³ŲØŁŠŁ† الى العلم من اهانة صريحة ŁˆŲŖŲ­Ł‚ŁŠŲ± ŲØŁƒŁ„Ł…Ų§ŲŖ بذيئة ŁˆŁ…Ų³ŁŠŲ¦Ų© Ł„Ų²ŁˆŲ¬ Ų§Ł„Ų±Ų³ŁˆŁ„ صلى الله Ų¹Ł„ŁŠŁ‡ ŁˆŲ§Ł„Ł‡ Ų§Ł… Ų§Ł„Ł…Ų¤Ł…Ł†ŁŠŁ† Ų§Ł„Ų³ŁŠŲÆŲ© Ų¹Ų§Ų¦Ų“Ų© ŁˆŲ§ŲŖŁ‡Ų§Ł…Ł‡Ų§ ŲØŁ…Ų§ ŁŠŲ®Ł„ بالؓرف ŁˆŲ§Ł„ŁƒŲ±Ų§Ł…Ų© Ł„Ų£Ų²ŁˆŲ§Ų¬ Ų§Ł„Ł†ŲØŁŠ امهات Ų§Ł„Ł…Ų¤Ł…Ł†ŁŠŁ† Ų±Ų¶ŁˆŲ§Ł† الله تعالى Ų¹Ł„ŁŠŁ‡Ł†.

لذا Ł†Ų±Ų¬Łˆ من Ų³Ł…Ų§Ų­ŲŖŁƒŁ… Ų§Ł„ŲŖŁƒŲ±Ł… ŲØŲØŁŠŲ§Ł† Ų§Ł„Ł…ŁˆŁ‚Ł Ų§Ł„Ų“Ų±Ų¹ŁŠ بوضوح لما سببته الاثارات Ų§Ł„Ł…Ų³ŁŠŲ¦Ų© من Ų§Ų¶Ų·Ų±Ų§ŲØ وسط المجتمع Ų§Ł„Ų§Ų³Ł„Ų§Ł…ŁŠ ŁˆŲ®Ł„Ł‚ حالة من Ų§Ł„ŲŖŁˆŲŖŲ± Ų§Ł„Ł†ŁŲ³ŁŠ ŲØŁŠŁ† Ų§Ł„Ł…Ų³Ł„Ł…ŁŠŁ† من Ų§ŲŖŲØŲ§Ų¹ Ł…ŲÆŲ±Ų³Ų© أهل Ų§Ł„ŲØŁŠŲŖ Ų¹Ł„ŁŠŁ‡Ł… السلام وسائر Ų§Ł„Ł…Ų³Ł„Ł…ŁŠŁ† من المذاهب Ų§Ł„Ų§Ų³Ł„Ų§Ł…ŁŠŲ© ، علما ان هذه الاساؔات استغلت وبصورة Ł…Ł†Ł‡Ų¬ŁŠŲ© من ŲØŲ¹Ų¶ Ų§Ł„Ł…ŲŗŲ±Ų¶ŁŠŁ† ŁˆŁ…Ų«ŁŠŲ±ŁŠ الفتن في ŲØŲ¹Ų¶ Ų§Ł„ŁŲ¶Ų§Ų¦ŁŠŲ§ŲŖ ŁˆŲ§Ł„Ų§Ł†ŲŖŲ±Ł†ŲŖ Ł„ŲŖŲ“ŁˆŁŠŲ“ وارباك الساحة Ų§Ł„Ų§Ų³Ł„Ų§Ł…ŁŠŲ© واثارة الفتنة ŲØŁŠŁ† Ų§Ł„Ł…Ų³Ł„Ł…ŁŠŁ† .

Ų®ŲŖŲ§Ł…Ų§ ŲÆŁ…ŲŖŁ… Ų¹Ų²Ų§ وذخرا للاسلام ŁˆŲ§Ł„Ł…Ų³Ł„Ł…ŁŠŁ† .

Ų§Ł„ŲŖŁˆŁ‚ŁŠŲ¹

جمع من علماؔ ŁˆŁ…Ų«Ł‚ŁŁŠ الاحساؔ4 / Ų“ŁˆŲ§Ł„ / 1431هـــــ

:جواب ال؄مام Ų§Ł„Ų®Ų§Ł…Ł†Ų¦ŁŠ

بسم الله الرحمن Ų§Ł„Ų±Ų­ŁŠŁ…

السلام Ų¹Ł„ŁŠŁƒŁ… ŁˆŲ±Ų­Ł…Ų© الله ŁˆŲØŲ±ŁƒŲ§ŲŖŁ‡

ŁŠŲ­Ų±Ł… Ų§Ł„Ł†ŁŠŁ„ من Ų±Ł…ŁˆŲ² Ų„Ų®ŁˆŲ§Ł†Ł†Ų§ السنة فضلاً عن اتهام زوج Ų§Ł„Ł†ŲØŁŠ (صلى الله Ų¹Ł„ŁŠŁ‡ ŁˆŲ¢Ł„Ł‡) ŲØŁ…Ų§ ŁŠŲ®Ł„ بؓرفها ŲØŁ„ هذا الأمر ممتنع على نساؔ Ų§Ł„Ų£Ł†ŲØŁŠŲ§Ų” وخصوصاً Ų³ŁŠŲÆŁ‡Ł… Ų§Ł„Ų±Ų³ŁˆŁ„ الأعظم (صلّى الله Ų¹Ł„ŁŠŁ‡ ŁˆŲ¢Ł„Ł‡).

Ł…ŁˆŁŁ‚ŁŠŁ† Ł„ŁƒŁ„ خير

Teks Permohonan Fatwa:

Bismillahirrahmanirrahim Yang Mulia Ayatullah Al-Uzma Sayid Ali Al-Khamenei Al-Husaini Assalamualaikum wa rahmatullah wa barakatuh

Umat Islam mengalami krisis metode yang mengakibatkan penyebaran fitnah (cekcok) antar para penganut mazhab-mazhab Islam dan mengakibatkan diabaikannya prioritas-prioritas bagi persatuan barisan muslimin. Hal ini menjadi sumber bagi kekacauan internal dan terhamburkannya kontribusi Islam dalam penyelesaian isu-isu penting dan menentukan. Salah satu akibatnya adalah teralihkannya perhatian terhadap capaian-capaian putra-putra umat Islam di Palestina, Lebanon, Irak, Turki, Iran dan negara-negara Islam lainnya. Salah satu hasil dari metode ekstrim ini adalah tindakan-tindakan yang menjurus kepada pelecehan secara sengaja dan konstan terhadap ikon-ikon dan keyakinan-keyakinan yang diagungkan oleh para penganut mazhab suni yang kami muliakan.

Maka, bagaimanakah pendapat Yang Mulia tentang hal-hal yang dilontarkan dalam sebagian media televisi satelit dan internet oleh sebagian orang yang menyandang predikat ilmu berupa penginaan terang-terangan dan pelecehan berupa kalimat-kalimat tak senonoh dan melecehkan istri Rasul saw., Ummulmukminin Aisyah serta menuduhkan dengan hal-hal yang menodai kehormatan dan harkat istri-istri nabi, semoga Allah Taala meridai mereka?

Karenanya, kami memohon Yang Mulia berkenan memberikan pernyataan tentang sikap syar’i secara jelas terhadap akibat-akibat yang timbul dari sensasi negatif berupa ketegangan di tengah masyarakat Islam dan menciptakan suasana yang diliputi ketegangan psikologis antar sesama muslim baik di kalangan para penganut mazhab ahlulbait maupun kaum muslimin dari mazhab-mazhab Islam lainnya, mengingat penghujatan-penghujatan demikian telah dieksploitasi secara sistematis oleh para provokator dan penebar fitnah dalam sejumlah televisi satelit dan internet demi mengacaukan dan mengotori dunia Islam dan menyebarkan perpecahan antar muslimin.

Sebagai penutup, kami berdoa semoga Yang Mulia senantiasa menjadi pusaka bagi Islam dan muslimin.

Tertanda, Sejumlah ulama dan cendekiawan Ahsa, 4 Syawal 1431 H



Jawaban Imam Khamenei:

Bismillahirrahmanirrahim Assalamualaikum wa rahmatullah wa barakatuh

Diharamkan menghina simbol-simbol (yang diagungkan) saudara-saudara seagama kita, ahlus Sunah, berupa tuduhan terhadap istri Nabi saw. dengan hal-hal yang mencederai kehormatannya, bahkan tindakan ini diharamkan terhadap istri- istri para nabi terutama penghulunya, yaitu Rasul termulia saw.

Semoga Anda semua mendapatkan taufik untuk setiap kebaikan.

Jadi jelas, bahwa merendahkan, menghina, dan mencela istri dan sahabat nabi haram hukumnya!

(Syiah-Menjawab/ABNS)
Share this post :

Post a Comment

mohon gunakan email

Terkait Berita: