Perdana Menteri Nepal dalam program Sekularisme dan problem-problem kaum muslim menjanjikan pemberdayaan masyarakat minoritas muslim lewat pelaksanaan putusan hukum dasar negara ini.
Menurut laporan IQNA seperti dikutip dari thehimalayantime, Pushpa Kamal Dahal (alias Prachanda), Perdana Menteri Nepal, Sabtu (21/1), dalam program Sekularisme dan problem-problem kaum muslim yang dikoordinir oleh faksi kebebasan kaum muslim mengatakan, sudah dilakukan kinerja-kinerja untuk persatuan Nepal.
Meski penentangan sebagian masyarakat, namun sudah dilakukan kinerja-kinerja berdasarkan putusan hukum dasar negara ini untuk mempersatukan masyarakat Nepal dan pemberdayaan kaum muslim.
Pushpa Kamal Dahal dengan mengisyaratkan bantuan-batuan kaum muslim dalam perkembangan Nepal menambahkan, semua masyarakat harus bekerjasama dalam menjalankan undang-undang dasar.
Salah satu pemimpin politik Nepal juga dalam program tersebut mengatakan, hukum-hukum muslim Nepal yang terpinggirkan tidak akan terjaga kecuali dengan persatuan.
Anggota himpunan sekolah Islam juga dengan menghadiahkan kenang-kenangan kepada Perdana Menteri Nepal meminta pengenalan sekolah-sekolah ini secara resmi dalam kementerian pendidikan Nepal dan menyetujui RUU terpisah untuk kantor sekolah-sekolah Islam.
Sudah berabad-abad kaum muslim Nepal hidup dalam bayangan, namun dengan pemberontakan kelompok Maois antara tahun 1996 – 2006, kaum muslim keluar dari reruntuhan. Sejatinya pemberontakan tersebut yang menyebabkan hak-hak kaum muslim dan kebudayaannya dikenal.
Pada tahun 2008 dan ketika pemerintahan dinasti di Nepal runtuh, untuk pertama kalinya hari-hari besar muslim dikenal secara resmi di negara tersebut.
Kaum muslim Nepal biasanya tinggal di kawasan Banke, di 500 kilo meter Kathmandu dan di sebuah tempat bernama Tarai. Namun kaum muslim mayoritas memiliki kekayaan dan kemampuan lebih di Kathmandu.
Meski ada banyak problem seperti diskriminasi dan kebodohan di tengah-tengah kaum muslim, khususnya di kalangan para wanita, namun minortias di Nepal ini sedang mengalami perkembangan yang signifikan.
(The-Himalayan-Time/IQNA/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)
Post a Comment
mohon gunakan email