Seorang
pengungsi dengan kursi roda bergerak menuju desa Tovarnik di Kroasia,
di dekat dengan perbatasan Serbia-Kroasia, 16 September 2015. (Foto:
AFP)
Pada hari Kamis (17/9/15), sejumlah besar pengungsi terus berdatangan ke Kroasia, yang merupakan jalan bagi mereka menuju perjalanan panjangnya ke Eropa Barat, saluran televisi HRT dikelola negara Kroasia melaporkan.
Sebanyak 800 pengungsi dengan menggunakan kereta dari desa Tovarnik, di dekat perbatasan Kroasia dengan Serbia, dilaporkan tiba di kota Dugo Selo, di dekat ibukota, Zagreb, Kamis pagi.
‘Siap untuk kedatangan,’ tapi tidak terlalu banyak dari mereka
Pejabat Kroasia membawa para pengungsi ke pusat di dekatnya Jezevo.
Rabu, Menteri Luar Negeri Kroasia Vesna Pusic mengatakan negaranya siap menerima kedatangan mereka, tapi tidak bisa mengatasi dalam jumlah yang banyak.
“Kami siap [menerima] pengungsi beberapa ribu orang dan kami bisa mengatasinya, tapi kami tidak siap untuk puluhan ribu,” kata Pusic HRT, menambahkan, “Kami tidak memiliki kemampuan ” untuk menerima mereka.
Perdana Menteri Kroasia Zoran Milanovic dijadwalkan mengadakan pembicaraan tentang krisis pengungsi di Zagreb dengan Kanselir Austria,Werner Faymann, pada hari Kamis. Kemudian, Milanovic akan berkunjung ke Ljubljana untuk bertemu dengan rekannya dari Slovenia Miro Cerar.
Polisi
anti huru-hara Hungaria berjaga-jaga di perbatasan negara itu dengan
Serbia, di dekat kota Horgos, 16 September 2015. (Foto: AFP)
Berusaha keras mengusir pengungsi
Hongaria menyepakati pagar pembatas dengan Serbia, pada hari Selasa dan menjadikannya ilegal siapa saja yang memasuki negara atau merusak pagar pembatas.
Pada hari Rabu, polisi Hungaria dengan menyemprotkan gas air mata dan senjata air membubarkan protes para pengungsi yang berusaha memasuki negaranya dari Serbia.
Budapest juga berencana untuk memperluas pagar pembatas ke arah Rumania dalam upaya mencegah arus pengungsi yang mencari cara memasuki negara itu.
Keputusan ini membuat marah Rumania, setelah Sekretaris Negara George Ciamba mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pemerintah Hungaria telah gagal menginformasikan rencana tersebut kepada Bucharest, menyebutnya “keluar dari langkah semangat Eropa.”
Dalam beberapa bulan terakhir, Eropa telah menghadapi besarnya jumlah pengungsi yang memasuki wilayahnya, terutama yang berasal dari negara yang dilanda perang seperti Suriah, Irak, dan Afghanistan.
Sebagian besar pengungsi mendarat di Italia atau Yunani, dan kemudian menuju ke negara-negara kaya di Eropa utara dengan transit melalui negara-negara di Eropa Timur dan Balkan, seperti Makedonia, Serbia, dan Hungaria. []
(Mahdi-News/ABNS)
Post a Comment
mohon gunakan email