Komite Penanggung Jawab Investigasi insiden runtuhnya crane di haram Mekah yang terjadi pada hari Jumat, telah merampungkan invesitagisnya, Minggu (13/9).
Menurut laporan IQNA, seperti dikutip dari alkhaleejaffairs.org, komite ini mengumumkan, telah dilakukan invesitgasi lazim tentang insiden berdarah Mekah dan laporan terakhir telah diserahkan kepada Khalid Faisal bin Abdulaziz, Amir Mekah al-Mukarromah.
Komite investigasi dan peneliti insiden haram Mekah mengumumkan, laporan investigasi ini setelah dikaji oleh Amir Mekah akan diserahkan kepada Muhammad bin Nayef bin Abdulaziz Āl Saud, putra mahkota, wakil kedua Perdana Menteri negara dan kemudian diserahkan kepada raja Saudi.
Hisyam al-Falih, penasihat Amir Mekah, penanggung jawab badan pengembangan dan ketua komite penanggung jawab investigasi Mekah menegaskan, komite ini dalam pelaksanaan investigasinya meminta bantuan dari para pakar perusahaan Aramco dan organisasi insinyur Arab Saudi.
Demikian juga, kantor statistik dan informasi terkait kantor urusan kesehatan di Mekah, dengan mengeluarkan sebuah statemen mengumumkan, jumlah darurat insiden berdarah Mekah berjumlah 331 butir, dan orang-orang yang terluka dalam insiden tersebut dibagi dalam 7 rumah sakit kota ini, dimana sampai sekarang ini 111 orang meninggal dunia akibat insiden tersebut.
Dari sisi lain, Amir Mekah dalam statemen-statemen anehnya mengklaim tidak ada seorangpun seperti Āl Saud yang memiliki kemampuan mengatur dan menyelenggarakan manasik haji.
Khalid Faisal, Amir Mekah dalam statemen di tv mengatakan, tidak ada seorangpun di dunia, yang lebih baik dari kami dalam pengalaman penyelenggaraan musim haji.
Statemen Khalid Faisal ini dilontarkan setelah terjadinya insiden mematikan runtuhnya sebuah crane besar di Mekah. Sebelumnya juga beberapa indisen mematikan juga terjadi pada saat musim haji di Mekah, dimana ratusan Jemaah haji meninggal dunia akibat insiden tersebut.
(IQNA/ABNS)
Post a Comment
mohon gunakan email