Warga Tasik Menolak Keras Syiah” di Tugu Adipura depan Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Jumat (23/10/2015).
Toleransi di Jawa Barat masih memprihatinkan. Indikatornya adalah peningkatan kasus intoleransi, kegagalan negara bersikap adil pada semua kelompok, dan maraknya aturan yang justru mendiskriminasi kelompok tertentu.
Demikian benang merah yang disampaikan Indonesia Rumah Bersama dalam rangka memperingati Hari Toleransi Internasional pada 16 November di Bandung, Jawa Barat.
Koordinator Indonesia Rumah Bersama, Harold Aaron, di Bandung, Selasa (17/11), mengatakan, berdasarkan data Setara Institute, Jawa Barat menempati peringkat pertama intoleransi di Indonesia dalam kurun 2010-2014. Fakta itu didukung data Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung yang mencatat ada 33 kasus intoleransi dalam setahun terakhir, antara lain intimidasi dan penyerangan terhadap penghayat dan rumah peribadatan kelompok agama minoritas.
Pemerintah daerah dan aparat keamanan, kata Harold, juga terlihat kesulitan bersikap adil dan menjunjung prinsip toleransi dan nondiskriminatif.
(Kompas/Mahdi-News/ABNS)
Post a Comment
mohon gunakan email