ع٠عبد Ų§ŁŁŁ ŲØŁ Ų³ŁŲ§Ł ŁŲ§Ł Ų³Ų£ŁŲŖ Ų£ŲØŲ§ Ų¹ŲØŲÆ Ų§ŁŁŁ Ų¬Ų¹ŁŲ± ŲØŁ Ł
ŲŁ
ŲÆ Ų§ŁŲµŲ§ŲÆŁ Ų¹ ŁŁŁŲŖ Ų§ŁŁ
ŁŲ§Ų¦ŁŲ© Ų£ŁŲ¶Ł Ų£Ł
ŲØŁŁ Ų¢ŲÆŁ
ŁŁŲ§Ł ŁŲ§Ł Ų£Ł
ŁŲ± Ų§ŁŁ
Ų¤Ł
ŁŁŁ Ų¹ŁŁ ŲØŁ Ų£ŲØŁ Ų·Ų§ŁŲØ Ų¹ Ų„Ł Ų§ŁŁŁ Ų¹Ų² ٠ج٠رŁŲØ ŁŁ Ų§ŁŁ
ŁŲ§Ų¦ŁŲ© Ų¹ŁŁŲ§ ŲØŁŲ§ Ų“ŁŁŲ© Ł Ų±ŁŲØ ŁŁ Ų§ŁŲØŁŲ§Ų¦Ł
Ų“ŁŁŲ© ŲØŁŲ§ Ų¹ŁŁ Ł Ų±ŁŲØ ŁŁ ŲØŁŁ Ų¢ŲÆŁ
ŁŁŁŁŁ
Ų§ ŁŁ
Ł ŲŗŁŲØ Ų¹ŁŁŁ Ų“ŁŁŲŖŁ ŁŁŁ Ų®ŁŲ± Ł
Ł Ų§ŁŁ
ŁŲ§Ų¦ŁŲ© Ł Ł
Ł ŲŗŁŲØŲŖ Ų“ŁŁŲŖŁ Ų¹ŁŁŁ ŁŁŁ Ų“Ų± Ł
Ł Ų§ŁŲØŁŲ§Ų¦Ł
Dari 'AbdullĆ¢h bin SinĆ¢n berkata: Aku bertanya kepada AbĆ» 'AbdillĆ¢h Ja'far bin Muhammad Al-ShĆ¢diq as, aku berkata: Apakah malaikat yang lebih utama ataukah banĆ» Ćdam (manusia)? Beliau berkata: AmĆ®rul Mu`minĆ®n 'Ali bin AbĆ® ThĆ¢lib as berkata, "Sesungguhnya Allah 'azza wa jalla telah men-tarkĆ®b (menyusun) dalam diri malaikat akal tanpa syahwat, menyusun dalam binatang syahwat tanpa akal, dan menyusun pada banĆ® Ćdam keduanya (akal dan syahwat), maka manusia yang akalnya bisa mengalahkan syahwatnya, dia lebih baik dari malaikat, dan manusia yang syahwatnya mengalahkan akalnya dia lebih buruk dari binatang." [HR Al-ShadĆ»q]
Akal ('aql ) adalah potensi kesucian dan kemuliaan, maka manusia yang menggunakan akalnya akan menjadi manusia yang suci lagi mulia.
Rasulullah saw mengatakan, "Ajaran (Islam) itu ialah akal, tidak beragama (Islam) orang yang tidak berakal."
Syahwat (hawâ ) adalah potensi kotor dan hina, maka orang yang mengunakan syahwatnya tanpa akal akan menjadi orang yang kotor lagi hina dan lebih hina dari binatang yang paling hina, dan lebih tersesat dari binatang yang paling tersesat sebagaimana disebutkan dalam Al-Kitâb, Mereka itu bagaikan binatang bahkan lebih tersesat lagi .
(Abu-Zahra/ABNS)






Post a Comment
mohon gunakan email