Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab.
Liputan6.com, Jakarta - Bergulirnya isu Partai Komunis Indonesia (PKI) bangkit kembali di Tanah Air, menyita perhatian Front Pembela Islam (FPI) untuk menyuarakan suaranya.
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab, mengecam wacana permintaan maaf pemerintah terkait tragedi 1965.
Berita tersebut paling banyak menyita perhatian pembaca Liputan6.com sepanjang Jumat malam hingga Sabtu pagi 4 Juni 2016, atau menjadi berita terpopuler.
Sementara berita populer di antaranya, terkait sindiran Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kepada musikal Ahmad Dhani. Ada juga berita penangkapan artis Restu Sinaga karena diduga terkait kasus narkoba.
Berikut berita populer selengkpanya yang terangkum dalam Top 3 News;
1. FPI: Memang yang Jahat Negara atau PKI?
Ketua FPI Habib Muhammad Rizieq Shihab memberikan ceramahnya saat Peluncuran Konvensi Gubernur Muslim, Jakarta, Kamis (25/2). Habib Rizieq mengusung calonnya sendiri buat menghadapi Ahok pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta. (Foto: Liputan6.com/Johan Tallo)
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengecam wacana permintaan maaf pemerintah terkait tragedi 1965. Jika itu dilakukan pemerintah, FPI akan mengambil tindakan.
"Kalau presiden minta maaf kepada PKI kita siap lengserkan presiden," ucap Rizieq dalam orasinya, Medan Merdeka Utara, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (3/6/2016).
Ia menilai bahwasanya yang telah melanggar kedaulatan negara ialah PKI. Menurut Rizieq, mereka akan bertindak langsung dan melengserkan Jokowi. "Memangnya yang buat jahat itu negara atau PKI?," ujar Rizieq.
Tak hanya di seputar Istana Negera, massa yang berjumlah sekitar 5.000 orang itu juga menyambangi Gedung Kemnkopolhulam dan Balai Kota DKI Jakarta.
Massa yang membludak itu membuat sebagian ruas jalan di sekitar Istana Negara macet parah. Karena itu pihak kepolisian melakukan pengalihan arus lalu lintas.
"Ada pengalihan arus di Jalan Medan Merdeka Utara, hal itu karena terlalu padat. Pengguna jalan disarankan melewati jalan alternatif," ujar Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Dwiyono, Jumat (3/6/2016).
Untuk mengamankan aksi tersebut, sebanyak 3.442 personel dikerahkan di lokasi. Mereka ditempatkan di beberapa titik unjuk rasa. Aksi demonstrasi tersebut diharapkan berjalan lancar tanpa ada gesekan antara massa dengan aparat.
"Aman insya Allah. Selama mereka tertib, kita akan kawal terus," ucap Dwiyono.
2. Ahok Sindir Ahmad Dhani: Mau Saya Ditangkap? Puasa Dulu 40 Hari
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. (Foto: Facebook Ahok)
Gubernur DKI Jakarta Ahok mengaku tak masalah ketika ada yang melakukan demonstrasi terhadapnya. Termasuk desakan agar dia ditangkap seperti yang diserukan musisi Ahmad Dhani dan aktivis Ratna Sarumpaet.
Hanya saja, Ahok menyayangkan ketika demo tersebut menganggu kepentingan orang lain. Seharusnya, kata dia, demo tentangnya tak harus membuat macet bertambah parah.
"(Dhani demo) Top. Tapi kalau mau tangkap saya mah kenapa sih harus bikin macet satu Jakarta?" ujar Ahok di RPTRA Utan Kayu Utara, Jakarta Timur, Jumat (3/6/2016).
Menurut dia, daripada demo dan konser, Dhani lebih cocok berdoa agar KPK segera menangkapnya.
"Lu doa aja. Doa jungkir balik, puasa 40 hari 40 malam kek," seloroh Ahok.
Mantan Bupati Belitung Timur itu menjelaskan sudah ada pergub yang mengatur demo harus dilaksanakan dengan tertib dan tidak mengganggu ketertiban umum.
"Itu ada Pegub yang mengatur kita sepakat demo tidak boleh menggangu ketertiban umum. Kan disediakan tempat. Kamu pasang satu band gitu bikin macet satu Jakarta macet," ucap Ahok.
3. Artis RS Ditangkap Polisi Kamis Pagi Diduga Terkait Narkoba
Aktor dan model Restu Sinaga mengenakan penutup kepala saat jumpa pers di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Jumat (3/6). (Foto: Liputan6.com/Herman Zakharia)
Aparat Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan mengamankan seorang artis ternama. Dia ditangkap setelah diduga terlibat penyalahgunaan narkoba.
Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Vivick Tjangkung membenarkan adanya seorang artis yang diamankan lantaran terlibat penyalahgunaan narkoba. Namun Vivick tak mengungkapkan siapa identitas artis yang ditangkap itu.
"Iya nanti akan dijelaskan, masih ada pemeriksaan, nanti kita jelaskan," ujar Vivick saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (3/6/2016).
Vivick juga tidak membeberkan secara rinci peran dan keterlibatan publik figur itu dalam penyalahgunaan narkoba. Namun dia berjanji akan memberikan informasi setelah proses pemeriksaan selesai.
"Sedang proses (pemeriksaan), belum ada yang dijelaskan. Nanti kalau semuanya sudah beres kita akan paparkan," tandas dia.
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Tubagus Ade Hidayat mengatakan, artis yang ditangkap tersebut berjenis kelamin laki-laki dan berinisial RS.
"Ditangkap Kamis pagi, saat ini sedang diperiksa, lengkapnya nanti dirilis," kata Ade.
(Liputan-6/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)
Post a Comment
mohon gunakan email