Astan News melaporkan, Hujatulislam Mohsen Qaraati dalam rangkaian pertemuan di bulan suci Ramadhan di Haram Suci Razavi menjelaskan, ada orang-orang yang berputus asa dan sebagai contoh, mereka mengatakan bahwa penyakit ini tidak bisa disembuhkan atau tidak akan ada yang mau melamar gadis ini, semua itu menunjukkan sebuah kondisi putus asa.
Mufasir Al Quran itu menambahkan, tidak ada seorangpun yang mengejar kebatilan, semua mencari kebenaran, di dalam Al Quran, Allah Swt berfirman, "Dan Kami ciptakan langit dan bumi dengan kebenaran."
Ia menjelaskan, bahkan pekerjaan manusia yang sekecil zarahpun akan dihitung oleh-Nya dan tidak akan terbuang percuma, sebagian orang mengatakan bahwa setiap yang kita kerjakan tidak akan ada dampaknya dan hilang begitu saja, hal itu tanda keputusasaan di dalam diri orang tersebut.
Qaraati melanjutkan, dunia seperti wewangian yang akan terbang setelah beberapa lama. Akan tetapi jika seseorang berpegangan pada tali Allah Swt dan melakukan pekerjaan untuk Tuhan, maka selama Allah Swt ada, pekerjaan itupun tetap ada.
Ia menerangkan, Tuhan begitu baiknya sampai-sampai diri-Nya mengatakan, jika kamu melakukan satu pekerjaan untuk-Ku, maka kamu akan mendapat 10 kali lipat dari pekerjaan itu, akan tetapi jika kamu melakukan satu pelanggaran, hanya satu itu saja yang akan dicatat, oleh karenanya selama Tuhan memberikah kasih sayang-Nya, mengapa harus putus asa ?
Kepala Badan Pelaksanaan Shalat Nasional itu menuturkan, alasan mengapa shalat tidak lagi lezat bagi kita adalah karena kita lupa bahwa ada yang selalu mengawasi pekerjaan kita.
Hujatulislam Qaraati juga menyinggung manisnya tobat bagi Muslimin dan mengatakan, Tuhan menerima kondisi semua hamba yang bertobat kepada-Nya, bahkan jika ia telah melakukan dosa-dosa paling besar sekalipun, namun dosa terbesar adalah putus asa atas nikmat Allah Swt.
(Astan-News/News-AQR/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)
Post a Comment
mohon gunakan email