Betapa agungnya pribadi Sayyidah Zahra As. Beliau adalah panutan bagi semua makhluk alam semesta dan bukan hanya bagi para penghuni dunia.
Shabestan News Agency, ujian yang dihadapi Sayyidah Zahra As selama hidupnya bukanlah ujian yang ringan-ringan saja. Sejak beliau berusia 5 tahun, ibunda tercinta sudah harus meninggalkannya. Setelah kepergian ibunya, beliau menyaksikan sendiri bagaimana Rasulullah dihantam batu oleh orang-orang yang membencinya.
Namun disamping ujian yang bertubi-tubi datangnya itu, beliau masih sempat menjadi sosok istri bagi Imam Ali, ibu bagi Rasulullah Saww dan tak pernah meninggalkan apa yang telah di perintahkan oleh Allah Swt, kata Hujjatul Islam Abdoos.
“Imam Ali bahkan tidak pernah melihat suatu cela sama sekali dari sosok Sayyidah Zahra As karena begitu mulianya pribadi beliau “ Tambahnya.
Kehidupan yang dijalani oleh Azzahra’ As penuh dengan rasa kasih dan cinta. Tak segan ketika anak-anaknya memintanya untuk bermain, beliau layani mereka dengan penuh kelembutan tanpa adanya amarah dalam dirinya.
Dan yang paling mencengangkan bagi para wanita zaman sekarang adalah wasiat pertama beliau kepada Imam Ali As untuk segera menikah lagi setelah kepergiannya. Bukankah wanita seperti itu langka keberadaannya?
Hujjatul Islam Abdoos meyakinkan pada kita semua tentang betapa agungnya pribadi Sayyidah Zahra As. Beliau adalah panutan bagi semua makhluk alam semesta dan bukan hanya bagi para penghuni dunia.
(Shabestan/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)
Post a Comment
mohon gunakan email