Sumber setempat di Bahrain melaporkan bahwa pasukan keamanan bandara internasional negara ini menahan ketua bagian kebebasan agama pengamat HAM Bahrain.
Menurut laporan IQNA, seperti dikutip dari cannel Al-Alam, sumber setempat di Bahrain melaporkan bahwa pasukan keamanan bandara internasional ini menahan Syaikh Maitsam, Ketua bagian Kebebasan Agama pengamat HAM Bahrain dan membawanya ke bagian kriminal internet di kantor investigasi kriminal.
Syaikh Maitsam Salman, yang ditahan di bandara pada Sabtu pagi (8/8), dalam lamannya di jaringan sosial Twitter menegaskan akan kelaziman mengakhiri diskriminasi sektarian di Bahrain dan membangun persamaan hak kewarganegaraan serta menyebut kriminal diskriminasi rasial dan mengadili para pelakunya.
Demikian juga, dia menegaskan urgensitas pelaksanaan undang-undang dasar, dimana berdasarkan hal tersebut, sistem pemerintahan demokrasi dan pemerintahan sebagai sumber semua kekuatan berasal dari masyarakat.
Syaikh Maitsam Salman menulis, aksi-aksi provokatif dan kebencian terhadap warga dalam sepanjang tahun 2015 M termasuk jenis kriminal dan permusuhan terhadap Syiah di Bahrain setelah protes dan demonstrasi yang terjadi pada bulan Februari 2011 dan media-media kelompok pemerintah memainkan peran besar dalam perkembangan kebudayaan penciptaan kebencian terhadap masyarakat dan semestinya diberikan undang-undang untuk kriminalitas diskriminasi dan pidato-pidato yang memiliki konten provokatif dan kebencian.
Konferensi Hari Kemerdekaan dengan Partisipasi Para Aktivis Bahrai
Dari sisi lain, dengan adanya ancaman dan represi pemerintah Al Khalifa, telah diselenggarakan konferensi para aktivis Bahrain dengan partisipasi masyarakat dan pidato sejumlah aktivis HAM dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Bahrain, dengan diprakarsai oleh kelompok oposisi Koalisi Remaja 14 Februari.
Rencana awalnya konferensi ini memang sengaja diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Bahrain dan Dr. Ahmed al-Safar, ayah syahid Sadiq dan aktivis hukum akan berbicara tentang kesiapan masyarakat untuk berpartisipasi dalam acara hari kemerdekaan. Koalisi remaja 14 Februari juga dengan memublikasikan statemen dan himbauan tersebut, mengajak partisipasi luas masyarakat dan gerakan mereka menuju bundaran Syuhada, bertepatan dengan hari kemerdekaan yang bertepatan dengan tanggal 14 Agustus.
Koalisi Remaja 14 Februari dalam himbauan ini meminta masyarakat Bahrain pada tanggal 14 Agustus (peringatan hari akhir penjajahan Inggris), supaya ikut berpartisipasi dalam demo dan aktivitas-aktivitas perayaan ini dan juga sebagai “Bangsa Merdeka”.
Statemen Para Revolusioner Bahrain tentang Penipuan Media-media Al Khalifa terhadap Iran
Dari sisi lain, penduduk kota Jabalat Habshi, di barat kota Manama, ibu kota Bahrain dengan memublikasikan sebuah statemen menegaskan bahwa masyarakat tidak akan tertipu dengan kemuslihatan-kemuslihatan media terhadap Iran.
Penduduk kota Jabalat Habshi dalam statemen mereka dituturkan, rakyat Bahrain dengan tekat dan hasrat kokohnya, dengan mengemban persamaan-persamaan baru akan mematahkan punggung rezim Al Khalifa di bundaran dan menjadi pemenang arena.
Dalam statemen ini ditegaskan, penipuan-penipuan media pemerintah Al Khalifa yang anti-Republik Islam Iran tidak akan dapat menipu seorangpun. Pemerintah dengan propaganda-propaganda sesatnya tidak akan dapat menghalau terangnya cahaya matahari.
Demikian juga, penduduk kota Jabalat Habshi menegaskan kebersamaannya dengan rakyat pejuang dan pembela Bahrain di hadapan campur tangan nyata dan agresi rezim Saudi.
Demikian juga, mereka menegaskan gerakan revolusionernya akan terus berlanjut dengan tekat dan hasrat yang menggelora.
Penduduk kota ini mengumumkan kesiapannya untuk berpartisipasi dalam demo yang diselenggarakan pada tanggal 14 Agustus 2015 M, sebagai hari kemerdekaan sejati Bahrain, menuju bundaran Syuhada.
Mereka menegaskan, rakyat Bahrain menang terhadap penjajahan Inggris dan dapat lepas dari mereka. Rakyat ini sudah pasti juga akan menang dihadapan para algojo penjajah, mekanisme dan sarana-sarana yang ada di belakangnya.
(IQNA/ABNS)
Post a Comment
mohon gunakan email