Pengungsi berjalan menuju perbatasan Kroasia-Serbia di dekat kota Bezdan, di Serbia, 17 September 2015. (Foto: AFP)
Berbicara pada konferensi pers di kota perbatasan Tovarnik Jumat (18/9/15), Perdana Menteri Zoran Milanovic mengatakan bahwa negaranya tidak bisa lagi mengatasi jumlah pengungsi dan para pengungsi tidak bisa tinggal.
‘Selamat Datang di Kroasia!
“Mau bagaimana lagi?, kalian dipersilakan datang ke Kroasia dan kalian dapat melewati Kroasia. Tapi pergi. Bukan karena kita tidak suka, tapi karena [kami] ini bukan tujuan akhir kalian, “kata Milanovic.
Perdana menteri yang juga menyerukan kepada 28-anggota Uni Eropa (UE) untuk terlibat dan membantu, mengatakan, “Kami punya hati tapi kami juga punya pikiran.”
Sebelumnya pada hari itu, Zagreb mulai mengangkut ratusan pengungsi ke perbatasan dengan Hongaria.
Pengungsi
menunggu kereta di stasiun kereta api di desa Ilaca, dekat kota
Timur-Kroasia Tovarnik di daerah perbatasan antara Serbia dan Kroasia,
17 September 2015. (Foto: AFP)
“Alih-alih membantu pengungsi, Kroasia mendorong massa [pengsungsi] melakukan tindak pidana – penyeberangan ilegal perbatasan adalah tindak pidana,” Szijjarto mengatakan pada konferensi pers.
Sementara itu, Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban mengatakan pagar jeruji tahap pertama sepanjang 41 kilometer dengan Kroasia akan selesai pada hari Jumat.
Ia mengatakan sebanyak 1.800 tentara dan 800 polisi akan dikirim ke perbatasan dengan Kroasia untuk mencegah pengungsi memasuki negaranya.
Perkembangan ini datang hanya dua hari setelah Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengatakan dia “terkejut” dengan tindakan Hungaria, yang mengatakannya orang yang “melarikan diri dari perang dan penindasan … harus diperlakukan dengan martabat kemanusiaan.”
Pengungsi Memuncak
Kementerian Dalam Negeri Slovenia juga mengatakan pada hari Jumat bahwa negaranya yang perpenduduk 2,05 juta tidak memiliki dasar yang memungkinkan pengungsi melanjutkan perjalanan ke Eropa Barat.
Seorang
pria membawa anaknya ke arah polisi yang mengarahkan para pengungsi ke
stasiun kereta api di kota Tovarnik, dekat perbatasan Kroasia-Serbia, 17
September 2015. (Foto: AFP)
Jerman telah menjadi tujuan utama bagi ratusan ribu pengungsi akibat perang dan penderitaan di Suriah dan di tempat lain. Negara ini memperikirakan sampai satu juta pengungsi hingga tahun 2015, naik dari 200.000 tahun lalu.
Banyak pencari suaka mencapai Jerman setelah mengambil rute berbahaya melalui Balkan dan Eropa Tengah.
‘AS disalahkan atas krisis pengungsi’
Diwawancarai oleh Press TV, penulis David Swanson mengatakan keputusan Kroasia untuk tidak mengizinkan lebih banyak pengungsi “benar-benar keterlaluan.”
“Kita perlu mengakhiri gagasan bahwa negara harus menjaga orang luar; negara harus mengakui pengungsi sejauh diperlukan, “katanya.
Swanson mengatakan, bagaimanapun, bahwa masalah utama yang menyebabkan krisis di tempat asalnya juga harus diberi perhatian.
Para pengungsi mengungsi “karena perang dan keadaan serta bencana ekonomi yang timbulkan Amerika Serikat bersama dengan sekutu Eropa-nya yang berperan dalam menghancurkan Irak, dan Libya dan bagian lainnya di wilayah tersebut.” []
(Mahdi-News/ABNS)
Post a Comment
mohon gunakan email