Kantor Berita CNN dalam sebuah laporan mengungkapkan bahwa pilpres Amerika Serikat tahun 2016 ini adalah pilpres yang memiliki angka peserta terendah dari sejak tahun 1996.
Ini merupakan angka paling rendah dalam sejarah pemilu presiden Amerika Serikat dalam dua dasawarsa terakhir.
Dari hasil penghitungan suara Komisi Pemilihan Umum Amerika, terkumpul sebanyak 126 juta suara. Ini berarti hanya sekitara 55 persen dari seluruh warga Amerika yangn memenuhi syarat turut serta memberikan suara dalam pilpres 2016 ini. Angka ini adalah angka terendah untuk sejarah pemilihan umum Amerika Serikat dari sejak tahun 1996.
Mungkin pemungutan suara di beberapa negara bagian penting bisa akan merubah angka ini. Akan tetapi, untuk sampai pada angka suara pada pilpres tahun 2008 masih diperlukan sebanyak 18.7 juta suara. Pada pemilihan umum tahun 2008 ini, sekitar 64 persen warga Amerika Serikat yang memenuhi syarat ikut berpartisipasi memberikan suara.
Sekalipun demikian, hasil penghitungan suara di beberapa negara bagian utama yang telah membuat Trump terpilih sebagai presiden Amerika Serikat memang melebihi angka suara pada tahun 2012 lalu.
Negara Bagian Florida memungut sekitar 9.400.000 suara. Sedangkan pada tahun 2012 hanya 8.500.000 suara.
Negara Bagian Michigan memungut sekitar 4.800.000 suara. Sedangkan pada tahun 2012 hanya 4.700.000 suara.
Negara Bagian Carolina Utara memungut sekitar 4.700.000 suara. Dengan angka ini, Carolina Utara memiliki 138.000 suara lebih banyak dibandingkan dengan tahun 2012.
Yang pasti, kondisi angka para pemilih tidak bisa dipastikan hingga beberapa minggu ke depan, dan masih menunggu angka pasti dari seluruh negara bagian.
(CNN/Shabestan/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)
Post a Comment
mohon gunakan email