Ayatullah Sayid Ridha Husaini Mozandaroni mengatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir di beberapa kampung dan kota terlihat adanya majlis-majlis duka di masjid-masjid guna memperingati orang-orang yang yang telah meninggal, seperti pada hari-hari Nauruz. Majlis-majlis di masjid itu dinilai sebagai sunnah yang baik dan perlu digalakkan.
Dijelaskan dia, agama Islam tidak menjelaskan secara khusus tentang hadirnya manusia ke masjid-masjid dan tempat-tempat suci lainnya pada waktu masuknya tahun baru. Akan tetapi masyarakat datang ke tempat-tempat mulia pada saat itu karena mengharapkan pahala serta dikabulkannya doa-doa mereka.
Imam Masjid Imam Husein as ini menjelaskan, pintu masjid yang dipimpinnya selalu terbuka sepanjang tahun sejak satu jam sebelum azan subuh hingga selesai shalat wajib magrib dan Isya. Selain itu, kata dia, pintu masjid juga akan terbuka bagi masyarakat untuk melakukan sejumlah acara-acara agama seperti doa dan istighasah pada saat masuk tahun baru hijriah syamsiah.
Husaini Mozandaroni juga menambahkan bahwa pada tahun-tahun terakhir ini sebagian masyarakat juga menjadikan awal masuknya tahun baru itu dengan bersilaturrahmi dengan orang-orang terdekatnya di masjid, dari pada ke rumah-rumah. Jika ada dari sanak saudara yang meninggal, jelas dia, maka masyarkat juga ikut berpastisipasi mengadakan masjis-majlis tertentu seperti doa dan lainnya di masjid.
“Kebiasaan dan sunnah ini akan meringankan beban pengeluaran serta menjadikan orang-orang punya perhatian terhadap masjid. Sunnah ini banyak terjadi di kampung-kampung dan kita berharap agar bisa menyebar juga ke kota-kota,” demikian terang dia.
(Shabestan/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)
Post a Comment
mohon gunakan email