Pesan Rahbar

Home » » Wasiat Nabi saw Tentang Ahlul Bait As

Wasiat Nabi saw Tentang Ahlul Bait As

Written By Unknown on Sunday, 12 April 2015 | 05:34:00


1. Anjuran untuk mencintai Ahlu bait.

a. Rasulullah saw bersabda :

أدبوا Ų£ŁˆŁ„Ų§ŲÆŁƒŁ… على ثلاث Ų®ŲµŲ§Ł„ : Ų­ŲØّ Ł†ŲØŁŠŁƒŁ… , وحبّ أهل ŲØŁŠŲŖŁ‡ , ŁˆŁ‚Ų±Ų§Ų”Ų© القرآن .

Didiklah anak-anakmu atas tiga perkara : Mencintai Nabi kalian, mencintai ahlu baitnya dan membaca alquran.[1]

b. Rasulullah saw bersabda :

Ų£Ų°ŁƒŲ±ŁƒŁ… الله في أهل بيتي , Ų£Ų°ŁƒŲ±ŁƒŁ… الله في أهل بيتي ¸ Ų£Ų°ŁƒŲ±ŁƒŁ… الله في أهل بيتي

Aku ingatkan kalian dalam masalah ahlu baitku, Aku ingatkan kalian dalam masalah ahlu baitku, Aku ingatkan kalian dalam masalah ahlu baitku.[2]

c. Imam Ali bin Abi Thalib berkata :

أحسن الحسنات حبنا , وأسوأ Ų§Ł„Ų³ŁŠŲ¦Ų§ŲŖ بغضنا

Sebaik-baiknya kebaikan adalah cinta kepada kami (ahlu bait), dan seburuk-buruknya kejahatan adalah benci kepada kami (ahlu bait).[3]

2. Mencintai ahlu bait berarti mencintai Allah dan Rasul-Nya.

a. Rasulullah saw bersabda :

أحبوا الله لما ŁŠŲŗŲ°ŁˆŁƒŁ… من نعمه , ŁˆŲ£Ų­ŲØŁˆŁ†ŁŠ لحب الله , واحبّوا أهل بيتي لحبّي

Cintailah Allah swt atas nikmat yang dilimpahkan-Nya kepada kalian, cintailah aku berdasarkan kecintaan kepada Allah swt, dan cintailah ahlu baitku berdasarkan kecintaan kepadaku’.[4]

b. Dari Zaid bin Arqam berkata, ‘Dahulu saya bersama Rasulullah saw maka lewatlah Fathimah yang keluar dari rumahnya menuju ke kamar Nabi saw dan bersamanya terdapat kedua anaknya Hasan dan Husein dan Ali bin Abi Thalib mengikuti mereka. Kemudian Nabi saw memandang mereka dan bersabda :

من Ų£Ų­ŲØ هؤلاؔ فقد Ų£Ų­ŲØّŁ†ŁŠ , ŁˆŁ…Ł† أبغضهم فقد Ų£ŲØŲŗŲ¶Ł†ŁŠ

Siapa yang mencintai mereka berarti

telah mencintai aku, dan siapa yang membenci mereka berate telah membenci aku’.[5]

3. Mencintai ahlu bait adalah azas (dasar) Islam.

a. Rasulullah saw bersabda :

Ų£Ų³Ų§Ų³ الاسلام حبي وحب أهل بيتي

Azas agama Islam adalah mencintaiku dan mencintai ahlu baitku.[6]

b. Rasulullah saw bersabda :

Ł„ŁƒّŁ„ ؓيؔ Ų§Ų³Ų§Ų³ . و Ų£Ų³Ų§Ų³ ال؄سلام حبنا أهل Ų§Ł„ŲØŁŠŲŖ

Segala sesuatu ada azasnya, dan azas

agama Islam adalah mencintai kami ahlu bait.[7]

c. Dari Ali bin Abi Thalib, ‘Rasulullah saw berkata kepadaku : ‘Wahai Ali, Islam itu telanjang, bajunya adalah taqwa, pemimpinnya adalah petunjuk, hiasannya adalah sifat malu, tiangnya adalah sifat wara’, hartanya adalah amal soleh dan azas Islam adalah mencintaiku dan ahlu baitku’.[8]

4. Mencintai ahlu bait adalah ibadah.

a. Rasulullah saw bersabda :

Ų­ŲØ آل Ł…Ų­Ł…ŲÆ ŁŠŁˆŁ…Ų§ خير من Ų¹ŲØŲ§ŲÆŲ© سنة ŁˆŁ…Ł† Ł…Ų§ŲŖ Ų¹Ł„ŁŠŁ‡ دخل الجنة

Mencintai keluarga Muhammad (ahlu bait) satu hari lebih baik daripada

ibadah satu tahun, dan siapa di antara kamu meninggal dalam mencintainya masuk surga’.[9]

b. Rasulullah saw bersabda :

اعلم أنّ Ų£ŁˆŁ„ عبادته المعرفة به … Ų«Ł… Ų§Ł„Ų„ŁŠŁ…Ų§Ł† بي و الاقرار بأنّ الله Ų£Ų±Ų³Ł„Ł†ŁŠ الى كافة
الناس بؓيرا و Ł†Ų°ŁŠŲ±Ų§ وداعيا الى الله ب؄ذنه و Ų³Ų±Ų§Ų¬Ų§ Ł…Ł†ŁŠŲ±Ų§ , Ų«Ł… Ų­ŲØ أهل بيتي Ų§Ł„Ų°ŁŠŁ†
أذهب الله عنهم الرجس ŁˆŲ·Ł‡Ų±Ł‡Ł… ŲŖŲ·Ł‡ŁŠŲ±Ų§

‘Ketahuilah bahwasanya awal ibadah itu adalah mengenal Allah … kemudian beriman kepadaku dan berikrar bahwasanya Allah swt telah mengutus aku kepada seluruh manusia sebagai pembawa berita baik dan peringatan, dan untuk jadi penyeru kepada agama Allah dengan izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi, kemudian

(sebagai awal ibadah adalah) mencintai ahlu baitku yang Allah telah hilangkan atas mereka segala dosa dan membersihkannya se suci-sucinya‘.[10]

c. Imam Ja’far al-Shaddiq berkata :

؄نّ ŁŁˆŁ‚ ŁƒŁ„ Ų¹ŲØŲ§ŲÆŲ© Ų¹ŲØŲ§ŲÆŲ© , ŁˆŲ­ŲØŁ†Ų§ أهل Ų§Ł„ŲØŁŠŲŖ أفضل Ų¹ŲØŲ§ŲÆŲ©

Sesungghnya di atas setiap ibadah ada ibadah yang lebih utama, dan mencintai kami ahlu bait adalah paling utama ibadah’.[11]

5. Mencintai ahlu bait adalah tanda keimanan.

a. Rasulullah saw bersabda :

لا ŁŠŲ¤Ł…Ł† Ų¹ŲØŲÆ حتى Ų£ŁƒŁˆŁ† Ų£Ų­ŲØ Ų§Ł„ŁŠŁ‡ من نفسه , و Ų£Ł‡Ł„ŁŠ Ų£Ų­ŲØ Ų§Ł„ŁŠŁ‡ من أهله , وعترتي Ų£Ų­ŲØ Ų§Ł„ŁŠŁ‡ من عترته , و ذاتي Ų£Ų­ŲØ Ų§Ł„ŁŠŁ‡ من ذاته

Seorang hamba Allah tidak akan sempurna imannya sebelum kecintaannya kepadaku melebihi kecintaannya kepada dirinya sendiri, sebelum kecintaanya kepada keluargaku melebihi kecintaannya kepada keluarganya sendiri, sebelum kecintaannya kepada keturunanku melebihi kecintaannya kepada keturunannya sendiri, dan sebelum kecintaannya kepada dzatku melebihi kecintaannya kepada dzatnya sendiri’.[12]

b. Rasulullah saw bersabda :

لا ŁŠŲ­ŲØŁ†Ų§ أهل Ų§Ł„ŲØŁŠŲŖ الا مؤمن ŲŖŁ‚ŁŠ , ŁˆŁ„Ų§ ŁŠŲØŲŗŲ¶Ł†Ų§ الا منافق Ų“Ł‚ŁŠ

Tidak ada yang mencintai kami ahlu bait kecuali orang yang beriman dan bertaqwa, dan tidak ada yang membenci kami kecuali orang munafik dan durhaka.[13]

c. Imam Muhammad al-Baqir berkata :

حبنا Ų„ŁŠŁ…Ų§Ł† , ŁˆŲØŲŗŲ¶Ł†Ų§ كفر

‘Mencintai kami (ahlu bait) adalah tanda keimanan, dan membenci kami adalah tanda kekufuran’.[14]

d. Imam Muhammad al-Baqir berkata :

؄نّŁ…Ų§ حبنا أهل Ų§Ł„ŲØŁŠŲŖ ؓىؔ ŁŠŁƒŲŖŲØŁ‡ الله في قلب العبد , فمن ŁƒŲŖŲØŁ‡ الله قلبه لم يستطع Ų£Ų­ŲÆ أن ŁŠŁ…Ų­ŁˆŁ‡ , أما سمعت الله ŁŠŁ‚ŁˆŁ„ : ( Ų£ŁˆŁ„Ų¦Łƒ كتب في Ł‚Ł„ŁˆŲØŁ‡Ł… Ų§Ł„Ų§ŁŠŁ…Ų§Ł† وأيّدهم بروح منه ) فحبنا أهل Ų§Ł„ŲØŁŠŲŖ من أصل Ų§Ł„Ų„ŁŠŁ…Ų§Ł† .

Sesungguhnya kecintaan kepada kami ahlu bait adalah sesuatu yang telah Allah ditetapkan dalam hati seorang hamba, maka siapa yang telah Allah tetapkan dalam hatinya tidak ada satupun yang dapat menahannya. Allah swt berfirman : ‘Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari pada-Nya’.[15] Maka mencintai kami ahlu bait merupakan dasar keimanan’.[16]

6. Mencintai ahlu bait akan mendapat hikmah.

a. Rasulullah saw bersabda :

من Ų§Ų±Ų§ŲÆ Ų§Ł„ŲŖŁˆŁƒŁ„ على الله ŁŁ„ŁŠŲ­ŲØ أهل بيتي , … و من Ų§Ų±Ų§ŲÆ Ų§Ł„Ų­ŁƒŁ…Ų© ŁŁ„ŁŠŲ­ŲØ اهل بيتي , … ŁŁˆŲ§Ł„Ł„Ł‡ Ł…Ų§ Ų§Ų­ŲØّهم Ų§Ų­ŲÆ الا رنح Ų§Ł„ŲÆŁ†ŁŠŲ§ و الاخرة

Siapa yang ingin bertawakkal kepada Allah maka cintailah ahlu baitku, … siapa yang ingin menemukan hikmah maka cintailah ahlu baitku, … demi Allah tidaklah seorang mencintai mereka kecuali ia akan beruntung di dunia dan akhirat.[17]

b. Berkata Imam Ja’far al-Shaddiq :

من احبنا أهل Ų§Ł„ŲØŁŠŲŖ , ŁˆŲ­Ł‚Ł‚ حبنا في قلبه , Ų¬Ų±ŲŖ ŁŠŁ†Ų§ŲØŁŠŲ¹ Ų§Ł„Ų­ŁƒŁ…Ų© على لسانه

Siapa yang mencintai kami ahlu bait

dan menguatkan kecintaannya terhadap kami di dalam hatinya, maka akan keluarlah kata-kata hikmah dari lisannya.[18]

7. Mencintai ahlu bait akan mendapat syafaat di hari kiamat.

a. Rasulullah saw bersabda :

ؓفاعتي Ł„Ų¢Ł…ŲŖŁŠ من Ų£Ų­ŲØ أهل بيتي

Golongan umatku yang akan mendapat syafaatku adalah mereka yang mencintai ahlu baitku.[19]

b. Rasulullah saw bersabda :

Ų§Ł„Ų²Ł…ŁˆŲ§ Ł…ŁˆŲÆŲŖŁ†Ų§ أهل Ų§Ł„ŲØŁŠŲŖ , ف؄نه من Ł„Ł‚ŁŠ الله ŁŠŁˆŁ… Ų§Ł„Ł‚ŁŠŲ§Ł…Ų© و Ł‡Łˆ ŁŠŁˆŲÆŁ†Ų§ دخل الجنة بؓفاعتنا

Hendaklah kalian tetap memelihara kasih sayang dengan kami ahlu bait, karena orang yang bertemu dengan Allah (pada hari kiamat kelak) dalam keadaan mencintai kami, ia akan masuk surga dengan syafaat kami.[20]

c. Rasulullah saw bersabda :

Ų£Ų±ŲØŲ¹Ų© أنا ؓفيع لهم ŁŠŁˆŁ… Ų§Ł„Ł‚ŁŠŲ§Ł…Ų© : Ų§Ł„Ł…ŁƒŲ±Ł… Ł„Ų°Ų±ŁŠŲŖŁŠ , ŁˆŲ§Ł„Ł‚Ų§Ų¶ŁŠ لهم Ų­ŁˆŲ§Ų¦Ų¬Ł‡Ł… , ŁˆŲ§Ł„Ų³Ų§Ų¹ŁŠ لهم في Ų£Ł…ŁˆŲ±Ł‡Ł… عند Ł…Ų§ Ų§Ų¶Ų·Ų±ّوا Ų„Ł„ŁŠŁ‡ , و المحب لهم بقلبه و لسانه .

‘Empat golongan akulah yang akan memberinya syafaat di hari kiamat, yaitu : ‘Orang yang memuliakan keturunanku, orang yang membantu menutup kebutuhan mereka, membantu mereka dalam urusan-urusan mereka ketika mereka membutuhkannya, dan orang yang mencintai mereka dengan hatinya yang tulus dan dengan kata-

katanya.[21]

8. Mencintai ahlu bait akan meninggal dalam keadaan mati syahid.

a. Rasulullah saw bersabda :

من Ł…Ų§ŲŖ على Ų­ŲØ آل Ł…Ų­Ł…ŲÆ Ł…Ų§ŲŖ Ų“Ł‡ŁŠŲÆŲ§ , Ų£Ł„Ų§Łˆ من Ł…Ų§ŲŖ على Ų­ŲØ آل Ł…Ų­Ł…ŲÆ Ł…Ų§ŲŖ Ł…ŲŗŁŁˆŲ±Ų§ له , ألا و من Ł…Ų§ŲŖ على Ų­ŲØ آل Ł…Ų­Ł…ŲÆ Ł…Ų§ŲŖ ŲŖŲ§Ų¦ŲØŲ§ , ألا و من Ł…Ų§ŲŖ على Ų­ŲØ آل Ł…Ų­Ł…ŲÆ Ł…Ų§ŲŖ مؤمنا Ł…Ų³ŲŖŁƒŁ…Ł„ Ų§Ł„Ų§ŁŠŁ…Ų§Ł†

Barang siapa meninggal dunia dalam keadaan mencintai keluarga Muhammad saw, ia mati syahid. Sungguh orang yang meninggal dunia dalam keadaan mencintai keluarga Muhammad saw, ia akan memperoleh ampunan atas doa-dosanya. Sungguh orang yang meninggal dunia dalam keadaan mencintai keluarga Muhammad saw, ia mati dalam keadaan diterima taubatnya. Sungguh orang yang meninggal dunia dalam keadaan mencintai keluarga Muhammad saw, ia mati sebgai orang yang beriman dan sempurna imannya.[22]

b. Rasulullah saw bersabda :

حبنا أهل Ų§Ł„ŲØŁŠŲŖ يكفر Ų§Ł„Ų°Ł†ŁˆŲØ و يضاعف الحسنات

Mencintai kami ahlu bait akan menghapuskan kesalahan dan melipatgandakan kebaikan.[23]

9. Mencintai ahlu bait akan mendapatkan cahaya di hari kiamat.

a. Rasulullah saw bersabda :

Ų£ŁƒŲ«Ų±ŁƒŁ… Ł†ŁˆŲ±Ų§ ŁŠŁˆŁ… Ų§Ł„Ł‚ŁŠŲ§Ł…Ų© Ų£ŁƒŲ«Ų±ŁƒŁ… Ų­ŲØŲ§ لآل Ł…Ų­Ł…ŲÆ

Yang paling banyak cahanyanya di antara kalian di hari kiamat adalah yang paling banyak kecintaannya kepada keluarga Muhammad saw.[24]

b. Rasulullah saw bersabda :

أما ŁˆŲ§Ł„Ł„Ł‡ لا يحب أهل بيتي Ų¹ŲØŲÆ ؄لا أعطاه الله Ų¹Ų² ŁˆŲ¬Ł„ Ł†ŁˆŲ±Ų§ حتى يرد Ų¹Ł„ŁŠ Ų§Ł„Ų­ŁˆŲ¶

Demi Allah, tidaklah seorang hamba mencintai ahlu baitku kecuali Allah Azza Wa Jalla memberikannya cahaya hingga ia bertemu di telaga Haudh.[25]

10. Mencintai ahlu bait dijamin masuk surga dan selamat dari neraka.

a. Rasulullah saw bersabda :

ألا ŁˆŁ…Ł† Ł…Ų§ŲŖ على Ų­ŲØ آل Ł…Ų­Ł…ŲÆ ŲØŲ“ّره Ł…Ł„Łƒ Ų§Ł„Ł…ŁˆŲŖ بالجنة Ų«Ł… Ł…Ł†ŁƒŲ± و Ł†ŁƒŁŠŲ± , ألا و من Ł…Ų§ŲŖ على Ų­ŲØ آل Ł…Ų­Ł…ŲÆ يزفّ الى الجنة ŁƒŁ…Ų§ تزف Ų§Ł„Ų¹Ų±ŁˆŲ³ الى بيت Ų²ŁˆŲ¬Ł€Ł€Ł€Ł€Ł€Ł€Ł€Ł€Ł€Ł€Ł‡Ų§ ,
ألا و من Ł…Ų§ŲŖ على Ų­ŲØ آل Ł…Ų­Ł…ŲÆ فتح له من قبره بابان الى الجنة , الا و من مــــات
على Ų­ŲØ آل Ł…Ų­Ł…ŲÆ Ł…Ų§ŲŖ على السنّŲ© و الجماعة

Sungguh barang siapa meninggal dunia dalam keadaan mencintai keluarga Muhammad saw, ia diberi kabar gembira oleh malaikat maut akan masuk surga, kemudian diberi tahu pula oleh dua malaikat yaitu Munkar dan Nakir. Sungguh orang yang meninggal dunia dalam keadaan mencintai keluarga Muhammad saw, ia akan diarak masuk surga seperti pengantin perempuan di arak menuju rumah suaminya. Sungguh orang yang meninggal dunia dalam keadaan mencintai keluarga Muhammad saw, di dalam kuburnya ia akan dibukakan dua pintu menuju surga. Sungguh orang yang meninggal dunia dalam keadaan mencintai keluarga Muhammad saw, ia mati dalam lingkungan sunnah wal jamaah.[26]

b. Rasulullah saw bersabda :

معرفة آل Ł…Ų­Ł…ŲÆ ŲØŲ±Ų§Ų”Ų© من النار , وحب آل Ł…Ų­Ł…ŲÆ جواز على الصراط , و Ų§Ł„ŁˆŁ„Ų§ŁŠŲ© لآل Ł…Ų­Ł…ŲÆ أمان من العذاب

Mengenal keluarga Muhammad saw membebaskan dari sentuhan api nereka, mencintai keluarga Muhammad saw merupakan kemudahan dalam melewati jembatan sirathol mustaqim, mengikuti keluarga Muhammad saw aman dari azab neraka.[27]

c. Imam Ali bin Abi Thalib berkata :

Ų£Ų³Ų¹ŲÆ الناس من عرف فضلنا و تقرّŲØ الى الله بنا ŁˆŲ£Ų®Ł„Ųµ حبنا

Manusia yang paling bahagia adalah yang mengenal keutamaan kami ahlu bait, mendekatkan diri kepada Allah dengan sebab kami dan yang ikhlas dalam mencintai kami.

11. Mencintai ahlu bait akan berkumpul dengan Nabi saw di akhirat.

a. Rasulullah saw bersabda :

يرد Ų¹Ł„ŁŠّ Ų§Ł„Ų­ŁˆŲ¶ أهل بيتي ŁˆŁ…Ł† أحبهم من Ų£Ł…ŲŖŁŠ ŁƒŁ‡Ų§ŲŖŁŠŲŖ, ŁŠŲ¹Ł†ŁŠ السبّŲ§ŲØŲŖŁŠŁ†

Ahlu baitku akan berkumpul ditelaga Haudh bersama umatku yang paling mencintai mereka seperti ini (menunjukkan kedua jarinya yang saling menempel).[28]

b. Dari Imam Ali bin Abi Thalib, Rasulullah saw memegang tangan Hasan dan Husein dan bersabda :

من Ų£Ų­ŲØŁ†ŁŠ و Ų£Ų­ŲØ Ł‡Ų°ŁŠŁ† و Ų£ŲØŲ§ هما ŁˆŲ£Ł…Ł‡Ł…Ų§ , ŁƒŲ§Ł† Ł…Ų¹ŁŠ في درجتي ŁŠŁˆŁ… Ų§Ł„Ł‚ŁŠŲ§Ł…Ų©

Siapa yang mencintai aku dan mencintai kedua anak ini serta ayah dan ibu dari keduanya, sesungguhnya ia bersamaku dalam derajatku di hari kiamat.[29]

12. Ahlu bait ibarat perahu Nabi Nuh as.

a. Dari Abu Dzar, Rasulullah saw bersabda :

ألا ؄نّ Ł…Ų«Ł„ أهل بيتي ŁŁŠŁƒŁ… Ł…Ų«Ł„ Ų³ŁŁŠŁ†Ų© Ł†ŁˆŲ­ من Ł‚ŁˆŁ…Ł‡ , من ركبةا نجا ŁˆŁ…Ł† تخلّف عنةا غرق

Sungguh perumpamaan ahlu baitku terhadap kalian sepeti perahu Nabi Nuh as, siapa yang menaikinya akan selamat dan siapa yang meninggalkannya akan tenggelam.[30]

b. Rasulullah saw bersabda :

نحن Ų³ŁŁŠŁ†Ų© النّŲ¬Ų§Ų© , من تعلّŁ‚ بها نجا ŁˆŁ…Ł† Ų­Ų§ŲÆ عنها Ł‡Ł„Łƒ

Kami (ahlu bait) ibarat perahu

keselamatan, siapa yang mengikuti kami akan selamat dan siapa yang menyimpang dari kami akan celaka.[31]

13. Ahlu bait ibarat pintu pengampunan dosa.

a. Rasulullah saw bersabda :

؄نّŁ…Ų§ Ł…Ų«Ł„ أهل بيتي ŁŁŠŁƒŁ… Ł…Ų«Ł„ ŲØŲ§ŲØ Ų­Ų·ّŲ© في ŲØŁ†ŁŠ Ų„Ų³Ų±Ų¦ŁŠŁ„ , من دخله غفر له

Sesungguhnya perumpamaan ahlu baitku seperti pintu pengampunan dosa Bani Israil, siapa yang masuk ke dalamnya diampuni dosanya.[32]


Perkataan tentang pintu kebebasan

Bani Israil adalah isyarat yang diambil dari firman Allah swt kepada Bani Israil dalam surat al-Baqarah ayat 58 :
Dan masukilah pintu gerbangnya sambil bersujud, dan Katakanlah: “Bebaskanlah kami dari dosa”, niscaya kami ampuni kesalahan-kesalahanmu.

b. Imam Ali bin Abi Thalib berkata :

ŁˆŲ§Ł„Ł„Ł‡ ؄نّ مثلنا في هذه الامة ŁƒŁ…Ų«Ł„ Ų³ŁŁŠŁ†Ų© Ł†ŁˆŲ­ , ŁˆŲ§Ł†ّ مثلنا في هذه الامة ŁƒŁ…Ų«Ł„ ŲØŲ§ŲØ Ų­Ų·ّŲ© في ŲØŁ†ŁŠ Ų„Ų³Ų±Ų¦ŁŠŁ„

Demi Allah, sesungguhnya perumpamaan kami (ahlu bait) di tengah-tengah ummat sepeti perahu Nabi Nuh as, dan sesungguhnya perumpamaan kami (ahlu bait) di tengah-tengah ummat seperti pintu pengampunan dosa Bani Israil.[33]

14. Ahlu bait ibarat bintang.

a. Rasulullah saw bersabda :

Ų§Ł„Ł†Ų¬ŁˆŁ… أمان لآهل الأرض من الغرق و أهل بيتي أمان Ł„Ų§Ł…ŲŖŁŠ من الاختلاف

Bintang-bintang adalah petunjuk bagi penduduk bumi dari kesesatan, dan ahlu baitku pengaman bagi ummatku dari perselisihan.[34]

b. Rasulullah saw bersabda :

Ų§Ł„Ł†Ų¬ŁˆŁ… أمان لآهل السماؔ ف؄ذا ذهبت Ų§Ł„Ł†Ų¬ŁˆŁ… ذهب اهل السماؔ , ŁˆŲ§Ł‡Ł„ بيتي أمان لأهل الارض ف؄ذا ذهب اهل بيتي ذهب اهل الارض

Bintang adalah pengaman bagi penduduk langit, jika bintang musnah maka musnahlah penduduk langit. Ahlu baitku pengaman bagi penduduk bumi, jika musnah ahlu baitku maka musnahlah penduduk bumi.[35]

c. Imam Ali bin Abi Thalib berkata :

ألا ؄نّ آل Ł…Ų­Ł…ŲÆ صلى الله Ų¹Ł„ŁŠŁ‡ و آله ŁˆŲ³Ł„ّŁ… ŁƒŁ…Ų«Ł„ Ł†Ų¬ŁˆŁ… السّŁ…Ų§Ų”

Sungguh keluarga Muhammad saw adalah ibarat bintang di langit.[36]

Referensi:
[1] Al-Showaiq al-Muhriqah : 172.
[2] Shahih Muslim (4/1873)
[3] Guror al-Hikam (1/211)
[4] Sunan al-Tirmidzi (5/664)
[5] Tarikh Damsyiq : 91.
[6] Kanz al-Ummal (12/105), al-Dur al-Mansur (6/7)
[7] Al-Mahasin (1/247)
[8] Kanz al-Ummal (13/645)
[9] Nur al-Abshor : 127.
[10] Makarim al-Akhlaq (2/363)
[11] Al-Mahasin (1/247)
[12] Al-Mu’jam al-Kabir (7/86)
[13] Dzakhair al-Uqba : 218, al-Showaiq al-Muhriqah : 230.
[14] Al-Mahasin (1/247)
[15] Al-Mujadalah : 22
[16] Sawahid al-Tanzil (2/330)
[17] Yanabi’ al-Mawaddah (2/332)
[18] Al-Mahasin (1/134)
[19] Tarikh Baghdad (2/146), al-Jami’ al-Shagir (2/49)
[20] Al-Mu’jam al-Ausath (3/26), Majma’ al-Zawaid (9/172)
[21] Ihya al-Mait : 52
[22] Tafsir al-Kasyaf (4/220-221)
[23] Irsyad al-Qulub : 253.
[24] Sawahid al-Tanzil (2/310)
[25] Sawahid al-Tanzil (2/310)
[26] Tafsir Al-Kasyaf (4/220-221)
[27] Tarikh Baghdad (12/91), Faraidh al-Simthin (2/242)
[28]Dzakhoir al-Uqba : 18, Maqatil Thalibiyin : 76.
[29] Musnad Ahmad (1/77), Sunan Tirmidzi (5/641), Fadhail al-Sahabah (2/694)
[30] Al-Mustadrak ‘Ala Shaihain (3/163), Yanabi’ al-Mawaddah (1/94)
[31] Faraid al-Simthin (1/37)
[32] Al-Shawaiq al-Muhriqah : 152
[33] Kanz al-Ummal (2/434)
[34] Al-Mustadrak ‘Ala Shahihain (3/162)
[35] Yanabi’ al-Mawaddah (2/17)
[36] Nahj al-Balaghoh, khutbah no. 100.


Al Imam Al Habib Muhammad Bin Ali Bin Alawi Khird Ba’alawi dalam kitabnya AL GHURAR bahwa Rasulullah saw bersabda :

حبي وحب أهل بيتي نافع في Ų³ŲØŲ¹Ų© ļ»£ļ»®ļŗļ»ƒļ»¦ Ų£Ł‡ŁˆŲ§Ł„Ł‡Ł† Ų¹ŲøŁŠŁ…Ų©…
عند Ų§Ł„ŁˆŁŲ§Ų©
ŁˆŲ¹Ł†ŲÆ القبر
ŁˆŲ¹Ł†ŲÆ ļŗļ»Ÿļ»Øļŗøļŗ®
ŁˆŲ¹Ł†ŲÆ ļŗļ»Ÿļ»œļŗ˜ļŗŽļŗ
ŁˆŲ¹Ł†ŲÆ الحساب
ŁˆŲ¹Ł†ŲÆ Ų§Ł„Ł…ŁŠŲ²Ų§Ł†
ŁˆŲ¹Ł†ŲÆ ļŗļ»Ÿļŗ¼ļŗ®ļŗļ»

Mencintaiku dan mencintai keluargaku bermanfaat di 7 tempat2 mulia :
1. Ketika wafat.
2. Ketika di qubur.
3. Ketika di bangkitkan.
4. Ketika pencatatan.
5. Ketika penghisaban.
6. Ketika di timbangan Mizan.
7. Ketika di jembatan shirath.

– Di riwayatkan oleh Sayyidina Hasan Bin Ali Bin Abi Thalib bahwa Rasulullah saw bersabda :

Ł„ŁƒŁ„ ؓيؔ Ų£Ų³Ų§Ų³ ، وأساس ال؄سلام Ų­ŲØ Ų£ŲµŲ­Ų§ŲØ Ų±Ų³ŁˆŁ„ الله صلى الله Ų¹Ł„ŁŠŁ‡ ŁˆŲ³Ł„Ł… وحب أهل ŲØŁŠŲŖŁ‡.

Setiap sesuatu memiliki asas dan asas islam adalah mencintai sahabat dan keluarga rasulullah saw.

– Di riwayatkan oleh AL IMAM AT TABRANI DARI SAYYIDINA ALI R.A. Bahwa Rasulullah saw bersabda:

Ų£ŁˆŁ„ من يرد Ų§Ł„Ų­ŁˆŲ¶ أهل بيتي ŁˆŁ…Ł† Ų£Ų­ŲØŁ†ŁŠ من Ų£Ł…ŲŖŁŠ.

Pertama yang sampai di telaga haudh adalah keluargaku dan mereka yang mencitaiku dari golongan umatku.

-Ł„Ų§ŁŠŲØŲŗŲ¶Ł†Ų§ ŁˆŁ„Ų§ŁŠŲ­Ų³ŲÆŁ†Ų§ Ų£Ų­ŲÆ ؄لا ذيد عن Ų§Ł„Ų­ŁˆŲ¶ ŁŠŁˆŁ… Ų§Ł„Ł‚ŁŠŲ§Ł…Ų© بسياط من النار.

Tidaklah yang membenci kami ( nabi saw dan keluarganya ) dan tidak pula menhasud kami kecuali dia terusir dari telaga haudh pada hari kiamat.


-Di riwayatkan dalam kitab AL GHURAR:

من Ł…Ų§ŲŖ على ŲØŲŗŲ¶ آل Ł…Ų­Ł…ŲÆ Ų¬Ų§Ų” ŁŠŁˆŁ… Ų§Ł„Ł‚ŁŠŲ§Ł…Ų© Ł…ŁƒŲŖŁˆŲØŲ§ ŲØŁŠŁ† Ų¹ŁŠŁ†ŁŠŁ‡ آيس من Ų±Ų­Ł…Ų© الله.

Siapa yang mati dalam keadaan benci keluarga rasulullah saw, dia akan datang pada hari kiamat , tertulis diantara kedua matanya orang yang tidak mendapat rahmat Allah swt.

– حرمت الجنة على من ظلم أهل بيتي أو قتلهم أو أعان Ų¹Ł„ŁŠŁ‡Ł… أو سبهم.

Diharamkan syurga atas siapa yang mendzolimi keluargaku.

Ų§َللَّهُŁ…َّ ŲµَŁ„ِّ ۈسَŁ„ّŁ…ْ Ų¹َŁ„َى Ų³َيّدنَŲ¢ Ł…ُŲ­َŁ…َّŲÆٍ وَ Ų¹َŁ„َى آلِ Ų³َيّدنَŲ¢ Ł…ُŲ­َŁ…َّŲÆٍ

(Syiahali/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)
Share this post :

Post a Comment

mohon gunakan email

Terkait Berita: