1. Anjuran untuk mencintai Ahlu bait.
a. Rasulullah saw bersabda :
Ų£ŲÆŲØŁŲ§ Ų£ŁŁŲ§ŲÆŁŁ
Ų¹ŁŁ Ų«ŁŲ§Ų« Ų®ŲµŲ§Ł : ŲŲØّ ŁŲØŁŁŁ
, ŁŲŲØّ Ų£ŁŁ ŲØŁŲŖŁ , ŁŁŲ±Ų§Ų”Ų© Ų§ŁŁŲ±Ų¢Ł .
Didiklah anak-anakmu atas tiga perkara : Mencintai Nabi kalian, mencintai ahlu baitnya dan membaca alquran.[1]
b. Rasulullah saw bersabda :
Ų£Ų°ŁŲ±ŁŁ
Ų§ŁŁŁ ŁŁ Ų£ŁŁ ŲØŁŲŖŁ , Ų£Ų°ŁŲ±ŁŁ
Ų§ŁŁŁ ŁŁ Ų£ŁŁ ŲØŁŲŖŁ ¸ Ų£Ų°ŁŲ±ŁŁ
Ų§ŁŁŁ ŁŁ Ų£ŁŁ ŲØŁŲŖŁ
Aku ingatkan kalian dalam masalah ahlu baitku, Aku ingatkan kalian dalam masalah ahlu baitku, Aku ingatkan kalian dalam masalah ahlu baitku.[2]
c. Imam Ali bin Abi Thalib berkata :
Ų£Ųس٠اŁŲŲ³ŁŲ§ŲŖ ŲŲØŁŲ§ , ŁŲ£Ų³ŁŲ£ Ų§ŁŲ³ŁŲ¦Ų§ŲŖ ŲØŲŗŲ¶ŁŲ§
Sebaik-baiknya kebaikan adalah cinta kepada kami (ahlu bait), dan seburuk-buruknya kejahatan adalah benci kepada kami (ahlu bait).[3]
2. Mencintai ahlu bait berarti mencintai Allah dan Rasul-Nya.
a. Rasulullah saw bersabda :
Ų£ŲŲØŁŲ§ Ų§ŁŁŁ ŁŁ
Ų§ ŁŲŗŲ°ŁŁŁ
Ł
Ł ŁŲ¹Ł
Ł , ŁŲ£ŲŲØŁŁŁ ŁŲŲØ Ų§ŁŁŁ , ŁŲ§ŲŲØّŁŲ§ Ų£ŁŁ ŲØŁŲŖŁ ŁŲŲØّŁ
Cintailah Allah swt atas nikmat yang dilimpahkan-Nya kepada kalian, cintailah aku berdasarkan kecintaan kepada Allah swt, dan cintailah ahlu baitku berdasarkan kecintaan kepadaku’.[4]
b. Dari Zaid bin Arqam berkata, ‘Dahulu saya bersama Rasulullah saw maka lewatlah Fathimah yang keluar dari rumahnya menuju ke kamar Nabi saw dan bersamanya terdapat kedua anaknya Hasan dan Husein dan Ali bin Abi Thalib mengikuti mereka. Kemudian Nabi saw memandang mereka dan bersabda :
Ł
Ł Ų£ŲŲØ ŁŲ¤ŁŲ§Ų” ŁŁŲÆ Ų£ŲŲØّŁŁ , ŁŁ
Ł Ų£ŲØŲŗŲ¶ŁŁ
ŁŁŲÆ Ų£ŲØŲŗŲ¶ŁŁ
Siapa yang mencintai mereka berarti
telah mencintai aku, dan siapa yang membenci mereka berate telah membenci aku’.[5]
3. Mencintai ahlu bait adalah azas (dasar) Islam.
a. Rasulullah saw bersabda :
Ų£Ų³Ų§Ų³ Ų§ŁŲ§Ų³ŁŲ§Ł
ŲŲØŁ ŁŲŲØ Ų£ŁŁ ŲØŁŲŖŁ
Azas agama Islam adalah mencintaiku dan mencintai ahlu baitku.[6]
b. Rasulullah saw bersabda :
ŁŁّŁ Ų“ŁŲ” Ų§Ų³Ų§Ų³ . Ł Ų£Ų³Ų§Ų³ Ų§ŁŲ„Ų³ŁŲ§Ł
ŲŲØŁŲ§ Ų£ŁŁ Ų§ŁŲØŁŲŖ
Segala sesuatu ada azasnya, dan azas
agama Islam adalah mencintai kami ahlu bait.[7]
c. Dari Ali bin Abi Thalib, ‘Rasulullah saw berkata kepadaku : ‘Wahai Ali, Islam itu telanjang, bajunya adalah taqwa, pemimpinnya adalah petunjuk, hiasannya adalah sifat malu, tiangnya adalah sifat wara’, hartanya adalah amal soleh dan azas Islam adalah mencintaiku dan ahlu baitku’.[8]
4. Mencintai ahlu bait adalah ibadah.
a. Rasulullah saw bersabda :
ŲŲØ آ٠Ł
ŲŁ
ŲÆ ŁŁŁ
Ų§ Ų®ŁŲ± Ł
Ł Ų¹ŲØŲ§ŲÆŲ© Ų³ŁŲ© ŁŁ
Ł Ł
Ų§ŲŖ Ų¹ŁŁŁ ŲÆŲ®Ł Ų§ŁŲ¬ŁŲ©
Mencintai keluarga Muhammad (ahlu bait) satu hari lebih baik daripada
ibadah satu tahun, dan siapa di antara kamu meninggal dalam mencintainya masuk surga’.[9]
b. Rasulullah saw bersabda :
Ų§Ų¹ŁŁ
Ų£Łّ Ų£ŁŁ Ų¹ŲØŲ§ŲÆŲŖŁ Ų§ŁŁ
Ų¹Ų±ŁŲ© ŲØŁ … Ų«Ł
Ų§ŁŲ„ŁŁ
Ų§Ł ŲØŁ Ł Ų§ŁŲ§ŁŲ±Ų§Ų± ŲØŲ£Łّ Ų§ŁŁŁ Ų£Ų±Ų³ŁŁŁ Ų§ŁŁ ŁŲ§ŁŲ©
Ų§ŁŁŲ§Ų³ ŲØŲ“ŁŲ±Ų§ Ł ŁŲ°ŁŲ±Ų§ ŁŲÆŲ§Ų¹ŁŲ§ Ų§ŁŁ Ų§ŁŁŁ ŲØŲ„Ų°ŁŁ Ł Ų³Ų±Ų§Ų¬Ų§ Ł
ŁŁŲ±Ų§ , Ų«Ł
ŲŲØ Ų£ŁŁ ŲØŁŲŖŁ Ų§ŁŲ°ŁŁ
Ų£Ų°ŁŲØ Ų§ŁŁŁ Ų¹ŁŁŁ
Ų§ŁŲ±Ų¬Ų³ ŁŲ·ŁŲ±ŁŁ
ŲŖŲ·ŁŁŲ±Ų§
‘Ketahuilah bahwasanya awal ibadah itu adalah mengenal Allah … kemudian beriman kepadaku dan berikrar bahwasanya Allah swt telah mengutus aku kepada seluruh manusia sebagai pembawa berita baik dan peringatan, dan untuk jadi penyeru kepada agama Allah dengan izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi, kemudian
(sebagai awal ibadah adalah) mencintai ahlu baitku yang Allah telah hilangkan atas mereka segala dosa dan membersihkannya se suci-sucinya‘.[10]
c. Imam Ja’far al-Shaddiq berkata :
Ų„Łّ ŁŁŁ ŁŁ Ų¹ŲØŲ§ŲÆŲ© Ų¹ŲØŲ§ŲÆŲ© , ŁŲŲØŁŲ§ Ų£ŁŁ Ų§ŁŲØŁŲŖ Ų£ŁŲ¶Ł Ų¹ŲØŲ§ŲÆŲ©
Sesungghnya di atas setiap ibadah ada ibadah yang lebih utama, dan mencintai kami ahlu bait adalah paling utama ibadah’.[11]
5. Mencintai ahlu bait adalah tanda keimanan.
a. Rasulullah saw bersabda :
ŁŲ§ ŁŲ¤Ł
Ł Ų¹ŲØŲÆ ŲŲŖŁ Ų£ŁŁŁ Ų£ŲŲØ Ų§ŁŁŁ Ł
Ł ŁŁŲ³Ł , Ł Ų£ŁŁŁ Ų£ŲŲØ Ų§ŁŁŁ Ł
Ł Ų£ŁŁŁ , ŁŲ¹ŲŖŲ±ŲŖŁ Ų£ŲŲØ Ų§ŁŁŁ Ł
Ł Ų¹ŲŖŲ±ŲŖŁ , Ł Ų°Ų§ŲŖŁ Ų£ŲŲØ Ų§ŁŁŁ Ł
Ł Ų°Ų§ŲŖŁ
Seorang hamba Allah tidak akan sempurna imannya sebelum kecintaannya kepadaku melebihi kecintaannya kepada dirinya sendiri, sebelum kecintaanya kepada keluargaku melebihi kecintaannya kepada keluarganya sendiri, sebelum kecintaannya kepada keturunanku melebihi kecintaannya kepada keturunannya sendiri, dan sebelum kecintaannya kepada dzatku melebihi kecintaannya kepada dzatnya sendiri’.[12]
b. Rasulullah saw bersabda :
ŁŲ§ ŁŲŲØŁŲ§ Ų£ŁŁ Ų§ŁŲØŁŲŖ Ų§ŁŲ§ Ł
Ų¤Ł
Ł ŲŖŁŁ , ŁŁŲ§ ŁŲØŲŗŲ¶ŁŲ§ Ų§ŁŲ§ Ł
ŁŲ§ŁŁ Ų“ŁŁ
Tidak ada yang mencintai kami ahlu bait kecuali orang yang beriman dan bertaqwa, dan tidak ada yang membenci kami kecuali orang munafik dan durhaka.[13]
c. Imam Muhammad al-Baqir berkata :
ŲŲØŁŲ§ Ų„ŁŁ
Ų§Ł , ŁŲØŲŗŲ¶ŁŲ§ ŁŁŲ±
‘Mencintai kami (ahlu bait) adalah tanda keimanan, dan membenci kami adalah tanda kekufuran’.[14]
d. Imam Muhammad al-Baqir berkata :
Ų„ŁّŁ
Ų§ ŲŲØŁŲ§ Ų£ŁŁ Ų§ŁŲØŁŲŖ Ų“ŁŲ” ŁŁŲŖŲØŁ Ų§ŁŁŁ ŁŁ ŁŁŲØ Ų§ŁŲ¹ŲØŲÆ , ŁŁ
Ł ŁŲŖŲØŁ Ų§ŁŁŁ ŁŁŲØŁ ŁŁ
ŁŲ³ŲŖŲ·Ų¹ Ų£ŲŲÆ Ų£Ł ŁŁ
ŲŁŁ , Ų£Ł
Ų§ Ų³Ł
Ų¹ŲŖ Ų§ŁŁŁ ŁŁŁŁ : ( Ų£ŁŁŲ¦Ł ŁŲŖŲØ ŁŁ ŁŁŁŲØŁŁ
Ų§ŁŲ§ŁŁ
Ų§Ł ŁŲ£ŁّŲÆŁŁ
ŲØŲ±ŁŲ Ł
ŁŁ ) ŁŲŲØŁŲ§ Ų£ŁŁ Ų§ŁŲØŁŲŖ Ł
٠أص٠اŁŲ„ŁŁ
Ų§Ł .
Sesungguhnya kecintaan kepada kami ahlu bait adalah sesuatu yang telah Allah ditetapkan dalam hati seorang hamba, maka siapa yang telah Allah tetapkan dalam hatinya tidak ada satupun yang dapat menahannya. Allah swt berfirman : ‘Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari pada-Nya’.[15] Maka mencintai kami ahlu bait merupakan dasar keimanan’.[16]
6. Mencintai ahlu bait akan mendapat hikmah.
a. Rasulullah saw bersabda :
Ł
Ł Ų§Ų±Ų§ŲÆ Ų§ŁŲŖŁŁŁ Ų¹ŁŁ Ų§ŁŁŁ ŁŁŁŲŲØ Ų£ŁŁ ŲØŁŲŖŁ , … Ł Ł
Ł Ų§Ų±Ų§ŲÆ Ų§ŁŲŁŁ
Ų© ŁŁŁŲŲØ Ų§ŁŁ ŲØŁŲŖŁ , … ŁŁŲ§ŁŁŁ Ł
Ų§ Ų§ŲŲØّŁŁ
Ų§ŲŲÆ Ų§ŁŲ§ Ų±ŁŲ Ų§ŁŲÆŁŁŲ§ Ł Ų§ŁŲ§Ų®Ų±Ų©
b. Berkata Imam Ja’far al-Shaddiq :
Ł
Ł Ų§ŲŲØŁŲ§ Ų£ŁŁ Ų§ŁŲØŁŲŖ , ŁŲŁŁ ŲŲØŁŲ§ ŁŁ ŁŁŲØŁ , Ų¬Ų±ŲŖ ŁŁŲ§ŲØŁŲ¹ Ų§ŁŲŁŁ
Ų© Ų¹ŁŁ ŁŲ³Ų§ŁŁ
Siapa yang mencintai kami ahlu bait
dan menguatkan kecintaannya terhadap kami di dalam hatinya, maka akan keluarlah kata-kata hikmah dari lisannya.[18]
7. Mencintai ahlu bait akan mendapat syafaat di hari kiamat.
a. Rasulullah saw bersabda :
Ų“ŁŲ§Ų¹ŲŖŁ ŁŲ¢Ł
ŲŖŁ Ł
Ł Ų£ŲŲØ Ų£ŁŁ ŲØŁŲŖŁ
Golongan umatku yang akan mendapat syafaatku adalah mereka yang mencintai ahlu baitku.[19]
b. Rasulullah saw bersabda :
Ų§ŁŲ²Ł
ŁŲ§ Ł
ŁŲÆŲŖŁŲ§ Ų£ŁŁ Ų§ŁŲØŁŲŖ , ŁŲ„ŁŁ Ł
Ł ŁŁŁ Ų§ŁŁŁ ŁŁŁ
Ų§ŁŁŁŲ§Ł
Ų© Ł ŁŁ ŁŁŲÆŁŲ§ دخ٠اŁŲ¬ŁŲ© ŲØŲ“ŁŲ§Ų¹ŲŖŁŲ§
Hendaklah kalian tetap memelihara kasih sayang dengan kami ahlu bait, karena orang yang bertemu dengan Allah (pada hari kiamat kelak) dalam keadaan mencintai kami, ia akan masuk surga dengan syafaat kami.[20]
c. Rasulullah saw bersabda :
Ų£Ų±ŲØŲ¹Ų© Ų£ŁŲ§ Ų“ŁŁŲ¹ ŁŁŁ
ŁŁŁ
Ų§ŁŁŁŲ§Ł
Ų© : Ų§ŁŁ
ŁŲ±Ł
ŁŲ°Ų±ŁŲŖŁ , ŁŲ§ŁŁŲ§Ų¶Ł ŁŁŁ
ŲŁŲ§Ų¦Ų¬ŁŁ
, ŁŲ§ŁŲ³Ų§Ų¹Ł ŁŁŁ
ŁŁ Ų£Ł
ŁŲ±ŁŁ
Ų¹ŁŲÆ Ł
Ų§ Ų§Ų¶Ų·Ų±ّŁŲ§ Ų„ŁŁŁ , Ł Ų§ŁŁ
ŲŲØ ŁŁŁ
ŲØŁŁŲØŁ Ł ŁŲ³Ų§ŁŁ .
‘Empat golongan akulah yang akan memberinya syafaat di hari kiamat, yaitu : ‘Orang yang memuliakan keturunanku, orang yang membantu menutup kebutuhan mereka, membantu mereka dalam urusan-urusan mereka ketika mereka membutuhkannya, dan orang yang mencintai mereka dengan hatinya yang tulus dan dengan kata-
katanya.[21]
8. Mencintai ahlu bait akan meninggal dalam keadaan mati syahid.
a. Rasulullah saw bersabda :
Ł
Ł Ł
Ų§ŲŖ Ų¹ŁŁ ŲŲØ آ٠Ł
ŲŁ
ŲÆ Ł
Ų§ŲŖ Ų“ŁŁŲÆŲ§ , Ų£ŁŲ§Ł Ł
Ł Ł
Ų§ŲŖ Ų¹ŁŁ ŲŲØ آ٠Ł
ŲŁ
ŲÆ Ł
Ų§ŲŖ Ł
ŲŗŁŁŲ±Ų§ ŁŁ , Ų£ŁŲ§ Ł Ł
Ł Ł
Ų§ŲŖ Ų¹ŁŁ ŲŲØ آ٠Ł
ŲŁ
ŲÆ Ł
Ų§ŲŖ ŲŖŲ§Ų¦ŲØŲ§ , Ų£ŁŲ§ Ł Ł
Ł Ł
Ų§ŲŖ Ų¹ŁŁ ŲŲØ آ٠Ł
ŲŁ
ŲÆ Ł
Ų§ŲŖ Ł
Ų¤Ł
ŁŲ§ Ł
Ų³ŲŖŁŁ
Ł Ų§ŁŲ§ŁŁ
Ų§Ł
Barang siapa meninggal dunia dalam keadaan mencintai keluarga Muhammad saw, ia mati syahid. Sungguh orang yang meninggal dunia dalam keadaan mencintai keluarga Muhammad saw, ia akan memperoleh ampunan atas doa-dosanya. Sungguh orang yang meninggal dunia dalam keadaan mencintai keluarga Muhammad saw, ia mati dalam keadaan diterima taubatnya. Sungguh orang yang meninggal dunia dalam keadaan mencintai keluarga Muhammad saw, ia mati sebgai orang yang beriman dan sempurna imannya.[22]
b. Rasulullah saw bersabda :
ŲŲØŁŲ§ Ų£ŁŁ Ų§ŁŲØŁŲŖ ŁŁŁŲ± Ų§ŁŲ°ŁŁŲØ Ł ŁŲ¶Ų§Ų¹Ł Ų§ŁŲŲ³ŁŲ§ŲŖ
Mencintai kami ahlu bait akan menghapuskan kesalahan dan melipatgandakan kebaikan.[23]
9. Mencintai ahlu bait akan mendapatkan cahaya di hari kiamat.
a. Rasulullah saw bersabda :
Ų£ŁŲ«Ų±ŁŁ
ŁŁŲ±Ų§ ŁŁŁ
Ų§ŁŁŁŲ§Ł
Ų© Ų£ŁŲ«Ų±ŁŁ
ŲŲØŲ§ ŁŲ¢Ł Ł
ŲŁ
ŲÆ
Yang paling banyak cahanyanya di antara kalian di hari kiamat adalah yang paling banyak kecintaannya kepada keluarga Muhammad saw.[24]
b. Rasulullah saw bersabda :
Ų£Ł
Ų§ ŁŲ§ŁŁŁ ŁŲ§ ŁŲŲØ Ų£ŁŁ ŲØŁŲŖŁ Ų¹ŲØŲÆ Ų„ŁŲ§ Ų£Ų¹Ų·Ų§Ł Ų§ŁŁŁ Ų¹Ų² ŁŲ¬Ł ŁŁŲ±Ų§ ŲŲŖŁ ŁŲ±ŲÆ Ų¹ŁŁ Ų§ŁŲŁŲ¶
Demi Allah, tidaklah seorang hamba mencintai ahlu baitku kecuali Allah Azza Wa Jalla memberikannya cahaya hingga ia bertemu di telaga Haudh.[25]
10. Mencintai ahlu bait dijamin masuk surga dan selamat dari neraka.
a. Rasulullah saw bersabda :
Ų£ŁŲ§ ŁŁ
Ł Ł
Ų§ŲŖ Ų¹ŁŁ ŲŲØ آ٠Ł
ŲŁ
ŲÆ ŲØŲ“ّر٠Ł
ŁŁ Ų§ŁŁ
ŁŲŖ ŲØŲ§ŁŲ¬ŁŲ© Ų«Ł
Ł
ŁŁŲ± Ł ŁŁŁŲ± , Ų£ŁŲ§ Ł Ł
Ł Ł
Ų§ŲŖ Ų¹ŁŁ ŲŲØ آ٠Ł
ŲŁ
ŲÆ ŁŲ²Łّ Ų§ŁŁ Ų§ŁŲ¬ŁŲ© ŁŁ
Ų§ تز٠اŁŲ¹Ų±ŁŲ³ Ų§ŁŁ ŲØŁŲŖ Ų²ŁŲ¬ŁŁŁŁŁŁŁŁŁŁŁŲ§ ,
Ų£ŁŲ§ Ł Ł
Ł Ł
Ų§ŲŖ Ų¹ŁŁ ŲŲØ آ٠Ł
ŲŁ
ŲÆ ŁŲŖŲ ŁŁ Ł
Ł ŁŲØŲ±Ł ŲØŲ§ŲØŲ§Ł Ų§ŁŁ Ų§ŁŲ¬ŁŲ© , Ų§ŁŲ§ Ł Ł
Ł Ł
ŁŁŁŁŲ§ŲŖ
Ų¹ŁŁ ŲŲØ آ٠Ł
ŲŁ
ŲÆ Ł
Ų§ŲŖ Ų¹ŁŁ Ų§ŁŲ³ŁّŲ© Ł Ų§ŁŲ¬Ł
Ų§Ų¹Ų©
Sungguh barang siapa meninggal dunia dalam keadaan mencintai keluarga Muhammad saw, ia diberi kabar gembira oleh malaikat maut akan masuk surga, kemudian diberi tahu pula oleh dua malaikat yaitu Munkar dan Nakir. Sungguh orang yang meninggal dunia dalam keadaan mencintai keluarga Muhammad saw, ia akan diarak masuk surga seperti pengantin perempuan di arak menuju rumah suaminya. Sungguh orang yang meninggal dunia dalam keadaan mencintai keluarga Muhammad saw, di dalam kuburnya ia akan dibukakan dua pintu menuju surga. Sungguh orang yang meninggal dunia dalam keadaan mencintai keluarga Muhammad saw, ia mati dalam lingkungan sunnah wal jamaah.[26]
b. Rasulullah saw bersabda :
Ł
Ų¹Ų±ŁŲ© آ٠Ł
ŲŁ
ŲÆ ŲØŲ±Ų§Ų”Ų© Ł
Ł Ų§ŁŁŲ§Ų± , ŁŲŲØ آ٠Ł
ŲŁ
ŲÆ Ų¬ŁŲ§Ų² Ų¹ŁŁ Ų§ŁŲµŲ±Ų§Ų· , Ł Ų§ŁŁŁŲ§ŁŲ© ŁŲ¢Ł Ł
ŲŁ
ŲÆ Ų£Ł
Ų§Ł Ł
Ł Ų§ŁŲ¹Ų°Ų§ŲØ
Mengenal keluarga Muhammad saw membebaskan dari sentuhan api nereka, mencintai keluarga Muhammad saw merupakan kemudahan dalam melewati jembatan sirathol mustaqim, mengikuti keluarga Muhammad saw aman dari azab neraka.[27]
c. Imam Ali bin Abi Thalib berkata :
Ų£Ų³Ų¹ŲÆ Ų§ŁŁŲ§Ų³ Ł
٠عر٠ŁŲ¶ŁŁŲ§ Ł ŲŖŁŲ±ّŲØ Ų§ŁŁ Ų§ŁŁŁ ŲØŁŲ§ ŁŲ£Ų®ŁŲµ ŲŲØŁŲ§
Manusia yang paling bahagia adalah yang mengenal keutamaan kami ahlu bait, mendekatkan diri kepada Allah dengan sebab kami dan yang ikhlas dalam mencintai kami.
11. Mencintai ahlu bait akan berkumpul dengan Nabi saw di akhirat.
a. Rasulullah saw bersabda :
ŁŲ±ŲÆ Ų¹ŁŁّ Ų§ŁŲŁŲ¶ Ų£ŁŁ ŲØŁŲŖŁ ŁŁ
Ł Ų£ŲŲØŁŁ
Ł
Ł Ų£Ł
ŲŖŁ ŁŁŲ§ŲŖŁŲŖ, ŁŲ¹ŁŁ Ų§ŁŲ³ŲØّŲ§ŲØŲŖŁŁ
Ahlu baitku akan berkumpul ditelaga Haudh bersama umatku yang paling mencintai mereka seperti ini (menunjukkan kedua jarinya yang saling menempel).[28]
b. Dari Imam Ali bin Abi Thalib, Rasulullah saw memegang tangan Hasan dan Husein dan bersabda :
Ł
Ł Ų£ŲŲØŁŁ Ł Ų£ŲŲØ ŁŲ°ŁŁ Ł Ų£ŲØŲ§ ŁŁ
Ų§ ŁŲ£Ł
ŁŁ
Ų§ , ŁŲ§Ł Ł
Ų¹Ł ŁŁ ŲÆŲ±Ų¬ŲŖŁ ŁŁŁ
Ų§ŁŁŁŲ§Ł
Ų©
Siapa yang mencintai aku dan mencintai kedua anak ini serta ayah dan ibu dari keduanya, sesungguhnya ia bersamaku dalam derajatku di hari kiamat.[29]
12. Ahlu bait ibarat perahu Nabi Nuh as.
a. Dari Abu Dzar, Rasulullah saw bersabda :
Ų£ŁŲ§ Ų„Łّ Ł
Ų«Ł Ų£ŁŁ ŲØŁŲŖŁ ŁŁŁŁ
Ł
Ų«Ł Ų³ŁŁŁŲ© ŁŁŲ Ł
Ł ŁŁŁ
Ł , Ł
Ł Ų±ŁŲØŲ©Ų§ ŁŲ¬Ų§ ŁŁ
Ł ŲŖŲ®ŁّŁ Ų¹ŁŲ©Ų§ ŲŗŲ±Ł
Sungguh perumpamaan ahlu baitku terhadap kalian sepeti perahu Nabi Nuh as, siapa yang menaikinya akan selamat dan siapa yang meninggalkannya akan tenggelam.[30]
b. Rasulullah saw bersabda :
ŁŲŁ Ų³ŁŁŁŲ© Ų§ŁŁّŲ¬Ų§Ų© , Ł
Ł ŲŖŲ¹ŁّŁ ŲØŁŲ§ ŁŲ¬Ų§ ŁŁ
Ł ŲŲ§ŲÆ Ų¹ŁŁŲ§ ŁŁŁ
Kami (ahlu bait) ibarat perahu
keselamatan, siapa yang mengikuti kami akan selamat dan siapa yang menyimpang dari kami akan celaka.[31]
13. Ahlu bait ibarat pintu pengampunan dosa.
a. Rasulullah saw bersabda :
Ų„ŁّŁ
Ų§ Ł
Ų«Ł Ų£ŁŁ ŲØŁŲŖŁ ŁŁŁŁ
Ł
Ų«Ł ŲØŲ§ŲØ ŲŲ·ّŲ© ŁŁ ŲØŁŁ Ų„Ų³Ų±Ų¦ŁŁ , Ł
Ł ŲÆŲ®ŁŁ ŲŗŁŲ± ŁŁ
Sesungguhnya perumpamaan ahlu baitku seperti pintu pengampunan dosa Bani Israil, siapa yang masuk ke dalamnya diampuni dosanya.[32]
Perkataan tentang pintu kebebasan
Bani Israil adalah isyarat yang diambil dari firman Allah swt kepada Bani Israil dalam surat al-Baqarah ayat 58 :
Dan masukilah pintu gerbangnya sambil bersujud, dan Katakanlah: “Bebaskanlah kami dari dosa”, niscaya kami ampuni kesalahan-kesalahanmu.
b. Imam Ali bin Abi Thalib berkata :
ŁŲ§ŁŁŁ Ų„Łّ Ł
Ų«ŁŁŲ§ ŁŁ ŁŲ°Ł Ų§ŁŲ§Ł
Ų© ŁŁ
Ų«Ł Ų³ŁŁŁŲ© ŁŁŲ , ŁŲ§Łّ Ł
Ų«ŁŁŲ§ ŁŁ ŁŲ°Ł Ų§ŁŲ§Ł
Ų© ŁŁ
Ų«Ł ŲØŲ§ŲØ ŲŲ·ّŲ© ŁŁ ŲØŁŁ Ų„Ų³Ų±Ų¦ŁŁ
Demi Allah, sesungguhnya perumpamaan kami (ahlu bait) di tengah-tengah ummat sepeti perahu Nabi Nuh as, dan sesungguhnya perumpamaan kami (ahlu bait) di tengah-tengah ummat seperti pintu pengampunan dosa Bani Israil.[33]
14. Ahlu bait ibarat bintang.
a. Rasulullah saw bersabda :
Ų§ŁŁŲ¬ŁŁ
Ų£Ł
Ų§Ł ŁŲ¢ŁŁ Ų§ŁŲ£Ų±Ų¶ Ł
Ł Ų§ŁŲŗŲ±Ł Ł Ų£ŁŁ ŲØŁŲŖŁ Ų£Ł
Ų§Ł ŁŲ§Ł
ŲŖŁ Ł
Ł Ų§ŁŲ§Ų®ŲŖŁŲ§Ł
Bintang-bintang adalah petunjuk bagi penduduk bumi dari kesesatan, dan ahlu baitku pengaman bagi ummatku dari perselisihan.[34]
b. Rasulullah saw bersabda :
Ų§ŁŁŲ¬ŁŁ
Ų£Ł
Ų§Ł ŁŲ¢ŁŁ Ų§ŁŲ³Ł
Ų§Ų” ŁŲ„Ų°Ų§ Ų°ŁŲØŲŖ Ų§ŁŁŲ¬ŁŁ
Ų°ŁŲØ Ų§ŁŁ Ų§ŁŲ³Ł
Ų§Ų” , ŁŲ§ŁŁ ŲØŁŲŖŁ Ų£Ł
Ų§Ł ŁŲ£ŁŁ Ų§ŁŲ§Ų±Ų¶ ŁŲ„Ų°Ų§ Ų°ŁŲØ Ų§ŁŁ ŲØŁŲŖŁ Ų°ŁŲØ Ų§ŁŁ Ų§ŁŲ§Ų±Ų¶
Bintang adalah pengaman bagi penduduk langit, jika bintang musnah maka musnahlah penduduk langit. Ahlu baitku pengaman bagi penduduk bumi, jika musnah ahlu baitku maka musnahlah penduduk bumi.[35]
c. Imam Ali bin Abi Thalib berkata :
Ų£ŁŲ§ Ų„Łّ آ٠Ł
ŲŁ
ŲÆ ŲµŁŁ Ų§ŁŁŁ Ų¹ŁŁŁ Ł Ų¢ŁŁ ŁŲ³ŁّŁ
ŁŁ
Ų«Ł ŁŲ¬ŁŁ
Ų§ŁŲ³ّŁ
Ų§Ų”
Sungguh keluarga Muhammad saw adalah ibarat bintang di langit.[36]
Referensi:
[1] Al-Showaiq al-Muhriqah : 172.
[2] Shahih Muslim (4/1873)
[3] Guror al-Hikam (1/211)
[4] Sunan al-Tirmidzi (5/664)
[5] Tarikh Damsyiq : 91.
[6] Kanz al-Ummal (12/105), al-Dur al-Mansur (6/7)
[7] Al-Mahasin (1/247)
[8] Kanz al-Ummal (13/645)
[9] Nur al-Abshor : 127.
[10] Makarim al-Akhlaq (2/363)
[11] Al-Mahasin (1/247)
[12] Al-Mu’jam al-Kabir (7/86)
[13] Dzakhair al-Uqba : 218, al-Showaiq al-Muhriqah : 230.
[14] Al-Mahasin (1/247)
[15] Al-Mujadalah : 22
[16] Sawahid al-Tanzil (2/330)
[17] Yanabi’ al-Mawaddah (2/332)
[18] Al-Mahasin (1/134)
[19] Tarikh Baghdad (2/146), al-Jami’ al-Shagir (2/49)
[20] Al-Mu’jam al-Ausath (3/26), Majma’ al-Zawaid (9/172)
[21] Ihya al-Mait : 52
[22] Tafsir al-Kasyaf (4/220-221)
[23] Irsyad al-Qulub : 253.
[24] Sawahid al-Tanzil (2/310)
[25] Sawahid al-Tanzil (2/310)
[26] Tafsir Al-Kasyaf (4/220-221)
[27] Tarikh Baghdad (12/91), Faraidh al-Simthin (2/242)
[28]Dzakhoir al-Uqba : 18, Maqatil Thalibiyin : 76.
[29] Musnad Ahmad (1/77), Sunan Tirmidzi (5/641), Fadhail al-Sahabah (2/694)
[30] Al-Mustadrak ‘Ala Shaihain (3/163), Yanabi’ al-Mawaddah (1/94)
[31] Faraid al-Simthin (1/37)
[32] Al-Shawaiq al-Muhriqah : 152
[33] Kanz al-Ummal (2/434)
[34] Al-Mustadrak ‘Ala Shahihain (3/162)
[35] Yanabi’ al-Mawaddah (2/17)
[36] Nahj al-Balaghoh, khutbah no. 100.
Al Imam Al Habib Muhammad Bin Ali Bin Alawi Khird Ba’alawi dalam kitabnya AL GHURAR bahwa Rasulullah saw bersabda :
ŲŲØŁ ŁŲŲØ Ų£ŁŁ ŲØŁŲŖŁ ŁŲ§ŁŲ¹ ŁŁ Ų³ŲØŲ¹Ų© ﻣﻮļŗļ»ļ»¦ Ų£ŁŁŲ§ŁŁŁ Ų¹ŲøŁŁ
Ų©…
Ų¹ŁŲÆ Ų§ŁŁŁŲ§Ų©
ŁŲ¹ŁŲÆ Ų§ŁŁŲØŲ±
ŁŲ¹ŁŲÆ ļŗļ»ļ»Øļŗøļŗ®
ŁŲ¹ŁŲÆ ļŗļ»ļ»ļŗļŗļŗ
ŁŲ¹ŁŲÆ Ų§ŁŲŲ³Ų§ŲØ
ŁŲ¹ŁŲÆ Ų§ŁŁ
ŁŲ²Ų§Ł
ŁŲ¹ŁŲÆ ļŗļ»ļŗ¼ļŗ®ļŗļ»
Mencintaiku dan mencintai keluargaku bermanfaat di 7 tempat2 mulia :
1. Ketika wafat.
2. Ketika di qubur.
3. Ketika di bangkitkan.
4. Ketika pencatatan.
5. Ketika penghisaban.
6. Ketika di timbangan Mizan.
7. Ketika di jembatan shirath.
– Di riwayatkan oleh Sayyidina Hasan Bin Ali Bin Abi Thalib bahwa Rasulullah saw bersabda :
ŁŁŁ Ų“ŁŲ” Ų£Ų³Ų§Ų³ ، ŁŲ£Ų³Ų§Ų³ Ų§ŁŲ„Ų³ŁŲ§Ł
ŲŲØ Ų£ŲµŲŲ§ŲØ Ų±Ų³ŁŁ Ų§ŁŁŁ ŲµŁŁ Ų§ŁŁŁ Ų¹ŁŁŁ ŁŲ³ŁŁ
ŁŲŲØ Ų£ŁŁ ŲØŁŲŖŁ.
Setiap sesuatu memiliki asas dan asas islam adalah mencintai sahabat dan keluarga rasulullah saw.
– Di riwayatkan oleh AL IMAM AT TABRANI DARI SAYYIDINA ALI R.A. Bahwa Rasulullah saw bersabda:
Ų£ŁŁ Ł
Ł ŁŲ±ŲÆ Ų§ŁŲŁŲ¶ Ų£ŁŁ ŲØŁŲŖŁ ŁŁ
Ł Ų£ŲŲØŁŁ Ł
Ł Ų£Ł
ŲŖŁ.
Pertama yang sampai di telaga haudh adalah keluargaku dan mereka yang mencitaiku dari golongan umatku.
-ŁŲ§ŁŲØŲŗŲ¶ŁŲ§ ŁŁŲ§ŁŲŲ³ŲÆŁŲ§ Ų£ŲŲÆ Ų„ŁŲ§ Ų°ŁŲÆ Ų¹Ł Ų§ŁŲŁŲ¶ ŁŁŁ
Ų§ŁŁŁŲ§Ł
Ų© ŲØŲ³ŁŲ§Ų· Ł
Ł Ų§ŁŁŲ§Ų±.
Tidaklah yang membenci kami ( nabi saw dan keluarganya ) dan tidak pula menhasud kami kecuali dia terusir dari telaga haudh pada hari kiamat.
-Di riwayatkan dalam kitab AL GHURAR:
Ł
Ł Ł
Ų§ŲŖ Ų¹ŁŁ ŲØŲŗŲ¶ آ٠Ł
ŲŁ
ŲÆ Ų¬Ų§Ų” ŁŁŁ
Ų§ŁŁŁŲ§Ł
Ų© Ł
ŁŲŖŁŲØŲ§ ŲØŁŁ Ų¹ŁŁŁŁ Ų¢ŁŲ³ Ł
Ł Ų±ŲŁ
Ų© Ų§ŁŁŁ.
Siapa yang mati dalam keadaan benci keluarga rasulullah saw, dia akan datang pada hari kiamat , tertulis diantara kedua matanya orang yang tidak mendapat rahmat Allah swt.
– ŲŲ±Ł
ŲŖ Ų§ŁŲ¬ŁŲ© Ų¹ŁŁ Ł
Ł ŲøŁŁ
Ų£ŁŁ ŲØŁŲŖŁ أ٠ŁŲŖŁŁŁ
Ų£Ł Ų£Ų¹Ų§Ł Ų¹ŁŁŁŁ
Ų£Ł Ų³ŲØŁŁ
.
Diharamkan syurga atas siapa yang mendzolimi keluargaku.
Ų§َŁŁَّŁُŁ
َّ ŲµَŁِّ ŪŲ³َŁّŁ
ْ Ų¹َŁَŁ Ų³َŁّŲÆŁَŲ¢ Ł
ُŲَŁ
َّŲÆٍ Łَ Ų¹َŁَŁ Ų¢Łِ Ų³َŁّŲÆŁَŲ¢ Ł
ُŲَŁ
َّŲÆٍ
(Syiahali/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)






Post a Comment
mohon gunakan email