BRICS yang terdiri dari Brazil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan sepertinya belum akan memperluas jaringannya, namun Indonesia memiliki prospek cerah untuk menjadi anggota BRICS di masa depan, demikian disampaikan Menurut Direktur Eksekutif Komite Penelitian Nasional BRICS Georgy Toloraya, Rabu (1/7).
“Menurut saya, BRICS bukan sekedar asosiasi negara, namun persatuan masyarakat, dan ia belum memiliki perwakilan dari masyarakat Islam,” kata Toloraya. “Jadi, jika kami memperluas jaringan BRICS, Indonesia akan menjadi kandidat utama dari segi wilayah, sumber daya, dan populasi. Faktor religius juga memainkan peran penting dalam hal ini,” tambah Toloraya.
Namun, sang pakar menyebutkan bahwa saat ini belum ada rencana untuk mengembangkan BRICS. “Kelompok ini masih sangat muda, dan ekspansi malah mungkin membuat seluruh struktur terpecah, karena masih ada beberapa perbedaan pendapat antarnegara. Namun, cepat atau lambat, isu ekspansi akan berkembang, dan Indonesia akan menjadi kandidat pertama yang diajak bergabung,” kata Toloraya.
Lihat Website: Indonesia.RBTH
(Mahdi-News/ABNS)
Post a Comment
mohon gunakan email