32 negara anggota PBB mengungkapkan kekhawatiran mereka terhadap pelanggaran HAM di yang dilakukan terhadap rakyat Bahrain. Mereka meminta rezim Al Khalifah untuk menghormati kebebasan berpendapat rakyatnya.
Sebagaimana yang diberitakan oleh Reuters, 32 negara anggota PBB dalam sebuah surat yang dibacakan kepada Dewan Pendukung Hak-hak Asasi Manusia di PBB pada hari Selasa kemarin menyatakan bahwa pelanggaran HAM yang terus dilakukan hingga kini di Bahrain adalah masalah yang mengkhawatirkan.
Negara-negara anggota PBB meminta rezim Al Khalifah untuk menghormati pendapat-pendapat rakyatnya dan tidak menghalangi rakyat untuk mengutarakan pendapat-pendapat mereka meski bertenangan dengan kepentingan Al Khalifah sekalipun.
Begitu juga mereka menuntut rezim pemerintahan Al Khalifah untuk memberikan laporan terkait kasus penyiksaan-penyiksaan yang pernah dilakukan terhadap warga sipil di penjara-penjara Al Khalifah.
Perwakilan dari Swiss di PBB menghormati langkah-langkah maju rezim Al Khalifah akhir-akhir ini dalam merangkul hak-hak rakyatnya. Namun menurutnya Bahrain masih belum sepenuhnya menghormati pendapat rakyat dan terus menerus melakukan pelanggaran HAM.
Negara-negara anggota PBB dalam surat tersebut juga menuliskan, “Ditangkapnya warga sipil yang dilarang memiliki keyakinan berbeda dan dicegah mengutarakan pendapatnya adalah tindakan yang tak dibenarkan dan sangat mengkhawatirkan kami semua.”
Bahrain mulai bergejolak sejak menjamu kapal-kapal perang Amerika pada tahun 2011 dan dimulainya “Musim Semi Kebangkitan Arab”.
Sejak tahun 2011 banyak warga Bahrain yang berunjuk rasa mengutarakan penentangan mereka terhadap rezim Al Khalifah. Mereka menuntut keluarga besar Al Khalifah untuk menyingkir. Sedangkan rezim Al Khalifah dari saat itu hingga kini sering kali menangkapi para penentang dari kalangan masyarakat khususnya orang-orang Syiah, lalu menjebloskan mereka ke dalam penjara-penjara dan menyiksa mereka hingga mati.
(Shabestan/ABNS)
Post a Comment
mohon gunakan email