Para pengunjuk rasa memegang bendera Bahrain dan poster ulama Syiah terkemuka Bahrain Sheikh Isa Qassim selama unjuk rasa di kota Diraz pada 16 September 2016.
Belasan warga Bahrain menggelar unjuk rasa mengecam larangan penyelenggarakan salat Jumat dan mengecam tindakan keras rezim Al Khalifah terhadap komunitas syiah yang mayoritas di negara tersebut.
Para pengunjuk rasa turun ke jalan-jalan di distrik barat laut Diraz setelah pasukan keamanan menutup jalan-jalan yang menuju Masjid Imam Sadeq dan mencegah mereka untuk shalat.
Para demonstran bersikeras menuntut hak kebebasan beragama dan berkeyakinan, dan mengutuk upaya rezim Manama yang berusaha membatasi kebebasan mereka.
Rakyat Bahrain juga mengekspresikan dukungannya bagi ulama Syiah terkemuka Sheikh Isa Qassim, yang kewarganegaraannya dicabut oleh rezim Al Khalifah yang berkuasa.
Pihak berwenang Bahrain mencabut kewarganegaraan Sheikh Qassim pada tanggal 20 Juni. Kemudian mereka membubarkan organisasi oposisi utama, Masyarakat Islam Nasional al-Wefaq dan Lembaga Pencerahan Islam, yang didirikan oleh ulama 79 tahun itu, juga gerakan oposisi lainnya, Asosiasi Islam al-Risalah.
Uni Eropa dan 35-anggota Dewan HAM PBB (UNHRC) baru-baru ini mendesak Bahrain untuk mengakhiri tindakan keras atas perbedaan pendapat politik.
Perwakilan tetap Slovakia untuk PBB di Jenewa Fedor Rosocha, yang negaranya memegang jabatan presiden bergilir Uni Eropa, menyuarakan keprihatinannya “tentang langkah-langkah Bahrain pada kelompok oposisi politik.”
UNHRC juga mengutuk tindakan keras rezim Bahrain terhadap perbedaan pendapat dan menyerukan reformasi komprehensif untuk membawa stabilitas di kerajaan Teluk Persia itu.
Sejak 14 Februari 2011, ribuan demonstran anti-rezim telah mengadakan berbagai demonstrasi di Bahrain hampir setiap hari, menyerukan keluarga Al Khalifah untuk melepaskan kekuasaannya.
Pasukan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab telah dikerahkan ke negara itu untuk membantu pemerintah Bahrain menumpasan aksi damai.
Puluhan orang tewas dan ratusan lainnya terluka serta ditangkap dalam penumpasan oleh penguasa Bahrain terhadap aktivis anti-rezim.
(Mahdi-News/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)
Post a Comment
mohon gunakan email