Museum koin, Haram Suci Razavi dipenuhi koin-koin berharga yang pernah digunakan pada berbagai peninggalan sejarah.
Warisan yang mengingatkan kita akan sejarah kuno tanah ini. Sekarang kami ajak anda untuk menyaksikan koin-koin terbaik museum ini dan mengenal sebagian kecil dari warisan-warisan berharga yang disimpan di kompleks Makam Suci Imam Ridha as.
Dirham-dirham Semasa Imam Ridha as Menjabat Putra Mahkota
Setelah Imam Ali bin Musa Al Ridha as diangkat sebagai Putra Mahkota Ma’mun Abbasi (198-218 Hq) pada tanggal 7 Ramadhan 201 Hq, dicetak koin emas (dinar) dan perak (dirham) untuk mengenang peristiwa itu atas nama Imam Ridha as. Tulisan yang tertera di atas koin itu terdiri dari tujuh baris berbunyi:( Lillah/Muhammad Rasulullah/Al Ma’mun Khalifatullah/Mimma Amara bihi Al Amir Al Ridha/ Wali Ahd Muslimin Ali bin Musa/bin Ali bin Abi Thalib/Dzu Riasatain). Tulisan di tepi koin berbunyi: (Muhammad Rasulullah Arsalahu Bil Huda dan Din Al Haq Liyudhirahu Ala Din Kulihi wa Lau Kariha Al Musyrikun).
Sementara tulisan di belakang koin berbunyi: (La ila/Allahu Wahdah/La Syarika lahu/Al Masyriq). Tulisan di dalam lingkaran belakang koin: (Bismillah Dharaba Hadza Al Dirham Bi Samarqand Sanahu Isnaini wa Miatain) dan tulisan di luar lingkaran belakang koin adalah: (Lillah Al Amr min Qabl wa min Ba’d wa Yaumaidzin Yafruhu Al Mu’minin bi Nasrillah).
Koin-koin masa ketika Imam Ridha as menjadi Putra Mahkota dicetak di kota Marv, Fars, Esfahan, Samarqand, Mohammadiyeh (Rey) dan Nishabur sekitar tahun 202-204 Hq. Beberapa sampel koin ini yang dicetak di Esfahan, Samarqand dan Mohammadiyeh pada tahun 202 dan 203 Hq, disimpan di Museum Koin, Haram Suci Razavi.
Shekel-shekel Perak Era Achaemenid
Cyrus Agung, pendiri kekaisaran Achaemenid (530-550 SM) setelah mengalahkan Croesus, Raja Lydia dan menduduki kota Sardis pada tahun 547 SM, menemukan pencetakan koin di wilayah itu dan ia melanjutkan pencetakan koin tersebut. Koin Iran kuno pertama bergambar raja-raja kekaisaran Achaemenid dan dicetak pada masa kekuasaan Darius Pertama (486-522 SM). Ia mencetak koin-koin emas yang dinamakannya Darik atau Zarik (dengan berat sekitar 8,5 gram) dan koin-koin perak yang dinamai Shekel (dengan berat sekitar 5,5 gram). Gambar muka koin adalah Raja Achaemenid dengan anak panah dan busurnya, atau tombak, dan belakang koin menunjukkan sebuah cekungan persegi panjang.
Tetradrachm Perak Iskandar Ketiga dari Makedonia
Iskandar Agung Ketiga Makedonia (323-336 SM) adalah pendiri negara Makedonia yang di dunia Barat dikenal sebagai Alexander The Great dan di Iran dikenal dengan Iskandar Gojasteh, pada tahun 331 SM mengalahkan pasukan Iran yang dipimpin Darius Ketiga dan mengakhiri kekuasaan dinasti terakhir kekaisaran Achaemenid dan merampas seluruh harta kekayaan dan wilayah dinasti ini. Gambar muka koin perak Tetradrachm (empat dirham) adalah Iskandar Ketiga Makedonia, siluet Herkol, ksatria mitos Yunani kuno dengan tutup kepala terbuat dari kulit singa dan belakang koin terdapat gambar Zeus (dewa agung Yunani kuno) dan nama Iskandar dalam bahasa Yunani.
Drachm Perak Farhad Kelima, Raja Arsacid
Farhad Kelima (2-4 SM) adalah putra Farhad Keempat (Phraates IV dan Permaisuri Moza /Musa), menduduki tahta setelah membunuhayahnya. Gambar muka koin ini adalah siluet Farhad Kelima dengan janggut panjang dan rambut keriting di kedua sisinya, dua malaikat yang sedang membawarantai Shahriari ke arahnya. Di bagian belakang koin, terdapat siluet Ratu Moza (Musa) memakai mahkota megah dan kalung mutiara yang merupakan salah satu model perhiasan dan seni pembuatan perhiasan di era Sasanid. Koin ini dicetak di kota Ragha (Rey hari ini) di masa kekuasaan enam tahun Raja Farhad Kelima, dinasti Arsacid.
Koin Perak Setengah Obol, Raja Peroz
Peroz adalah raja dari dinasti Sasanid ke-17 dan putra Yazgerd II Sasanid (438-457 M) yang menduduki tahta kerajaan Iran setelah mengalahkan saudara mudanya, Hormizd Ketiga (457-459 M). Era kekuasaan Peroz yang berlangsung selama 26 tahun, diwarnai dengan kekeringan dan paceklik parah yang terjadi selama tujuh tahun. Di antara koin-koin dinasti Sasani, Iran yang dipajang di Museum Koin, Haram Suci Razavi, tiga Drachm perak berasal dari masa Raja Peroz Sasanid tanpa tanggal, yang dicetak di kota Darabgerd, Iranshahr dan Veh-Ardashir. Koin perak setengah Obol juga merupakan salah satu koin lain yang berasal dari era Sasanid yang dicetak tanpa tanggal. Koin ini memiliki berat lebih ringan dari 1/3 gram dan berdiameter 26,12 milimeter yang merupakan koin Sasani teringan dan terkecil yang ada di museum ini.
Drachm Perak Raja Kavadh II Sasanid
Kavadh II (Shirvieh) setelah ayahnya Raja Khosrou II (Khosrou Parviz) mundur pada tahun 628 M, menduduki tahta kerajaan. Gambar di muka koin adalah siluet Kavadh II dan tulisan namanya, dan di belakang koin tampak gambar sebuah kotak api dan dua pendeta Zoroaster serta sebuah tulisan tahun dan tempat dicetaknya koin tersebut dengan khat Pahlevi. Koin ini dicetak pada tahun kedua kekuasaan Kavadh II di Zarab-Khane Ney (Neyhavand).
Dirham Perak Oljaito dengan Nama 12 Imam Syiah
Sultan Mohammad Khodabande Oljaito (703-716 Hq) adalah sultan dinasti Il-Khan Mongol ke-8 yang berkuasa setelah Ghazan Khan. Koin ini dicetak di kota Kashan, di akhir kekuasaan Il-Khan Mongol ini dan setelah ia meyakini mazhab Syiah. Tulisan di muka koin "Dharaba fi Ayami Al Daulah Al Maula Al Sultan Al Aadzam Malik Al Raqab Al Umam Oljaito Sultan Ghiaths Al Dunya wa Al Din Khodabande Mohammad Khaladullah Mulkaha" dan tulisan di belakang koin berbunyi "La ilaha ilallahu Muhammad Rasulullah Ali Waliullah Allahuma Shali Ala Muhammad wa Ala Al Hassan waAl Hussein dan Ali wa Muhammad wa Jafar wa Musa wa Ali wa Muhammad wa Ali wa Al Hassan wa Muhammad". Oljaito semasa kecil diberi nama Kristen, Nikolai Ta'mid, akan tetapi kemudian ia memeluk agama Budhha dan setelah itu masuk Islam dengan mazhab Hanafi, dan setelah berdebat dengan Allamah Hilli dan Nizamuddin Moraghei, ia memilih Syiah sebagai mazhabnya dan memerintahkan agar ke-12 nama Imam Syiah ditulis di muka koin-koin yang digunakan di masa itu.
Koin Dua Dirham Perak Sati Beg Khatun
Sati Beg Khatun adalah putri Abu Saeed, Il-Khan Besar ke-9 dan terakhir Mongol. Ia adalah satu-satunya Il-Khan (bawahan atau wakil Khan/Raja Mongol) perempuan yang mengklaim kekuasaan atas paksaan orang-orang di sekitarnyapada tahun 739 Hq dan di akhir tahun yang sama menjadi penguasa Mongol. Koin langka dua dirham perak Sati Beg Khatun dicetak pada tahun 739 Hq di kota Hisn dan memiliki berat 33,1 gram. Dar Al Dharb Hisn merupakan salah satu kota penuh berkah Diyarbakir yang berusia 800 tahun. Tulisan di muka koin "Al Saltanah Al Adilah Sati Beg Khatun Khaladallah Mulkaha" di tengah koin dan "Fi Sanah Tis'a wa Salasina wa Sab'amiah" di sekelilingnya dan tulisan di belakang koin berbunyi "La Ilahailallah" di lingkaran tengah dan nama Nabi, Muhammad Al Amin, Rasulullah di empat lingkaran sekitar lingkaran pusat dan nama Khulafau Rashidin.
Koin Emas Mardavij Ibn Aali Ziyar
Mardavij ibn Aali Ziyar (315-323 Hq) adalah pendiri dinasti Aali Ziyar (315-471 Hq) yang berkuasa di wilayah Utara Iran, Jurjan, Qazvin dan Tabarestan (Amol, Sari dan Astarabad). Koin dinar Mardavij dicetak di kota Al Basrah (Neyhavand) pada tahun 322 Hq. Tulisan di muka koin"Lillah Al Amr min Qabl wa Ba'd Yaumaidzin Yafrahu Al Mu'minun Binasrillah Bismillah Dharaba Hadza Al Dinar Bimahi Al Basrah Sanata Isnaini wa Isyrina wa Salasamiah" dan "Laillahailallahu Wahdahu La Syarika lahu Abu Al Qassim bin Amir Al Mu'minin Mardavij bin Ziyar" dan tulisan di belakang koin "Muhammad Rasulullah Arsalahu bi Al Huda wa Din Al Haq liyudhirahu ala Al Din kulihi walau kariha Al Musryikun".
Koin-koin Perak Maftouli (Lari) Shah Tahmasib Pertama Safavi
Di era dinasti Safavi selain dikeluarkan koin-koin biasa, juga koin-koin Lari yang bentuknya mirip dengan penjepit rambut. Kedua sisi koin memiliki tulisan serupa koin-koin Safavi lainnya, di satu sisi koin bertuliskan "Tahmasib Al Safavi Al Husseini Khaladallahu Mulkahu" dan di sisi yang lainnya tertulis "La illaha ilallahu Muhammad Rasulullah Ali Waliullah". Koin-koin ini untuk pertama kalinya dicetak di Lar dan hal ini menyebabkannya lebih dikenal dengan Lari. Koin-koin perak Lari Shah Tahmasib Pertama Safavi yang terdapat di Museum Pusat Haram Suci Razavi memiliki berat 80,4 gram sampai 94,4 gram dan panjang sekitar 74,49 sampai 7,56 milimeter dan tebal sekitar 42,2 hingga 50,2 milimeter.
Dirham Perak Ali bin Buyeh (Emad Al Daulah 320-338 Hq)
Aali Buyeh adalah putra-putra keturunan Abu Shoja Buyeh putra Fana Khosrou dan merupakan penguasa wilayah-wilayah Muslim Syiah di Utara Iran yang di abad ketiga dan keempat Hijriyah Qamariyah, bersamaan dengan melemahnya kekhalifahan Abbasiyah, berhasil merebut sejumlah besar wilayah Iran dan pusat kekhalifahan Islam. Koin-koin Aali Buyeh terdapat di Museum Koin, Haram Suci Razavi yang semuanya adalah hadiah, dalam rentang waktu antara tahun 324-405 Hq dan dicetak di sejumlah pusat pencetakan koin (zarab-khane). Dirham perak Ali bin Buyeh (Emad Al Daulah 320-338 Hq) adalah koin Aali Buyeh tertua yang disimpan di Museum Koin, Haram Suci Razavi yang tertulis nama Khalifah Abbasi Al Radzi billah, koin ini dicetak pada tahun 324 Hq.
(Astan-News/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)
Post a Comment
mohon gunakan email