Tulisan ini sekali lagi ingin menunjukkan kedustaan besar yang dilakukan oleh orang yang disebut Husain Al Musawi penulis kitab Lillahi Tsumma Lil Tarikh atau yang dalam edisi Indonesia-nya terbit dengan judul “Mengapa Saya Keluar Dari Syiah” terbitan Pustaka Al Kautsar. Kitab ini menjadi rujukan kaum salafiyun dalam mencela syiah yang justru membuktikan betapa tercelanya mereka yang menyebut dirinya sebagai salafiyun itu. Dalam kitab ini terdapat banyak kedustaan yang cukup untuk membuat kitab ini tidak layak dijadikan hujjah dan kami ingatkan tidak perlu menjadi seorang syiah untuk mengetahui kedustaan yang ada dalam kitab ini. Zaman sekarang informasi sudah mudah didapat, jika ada keinginan maka mudah untuk mengumpulkan informasi tentang suatu mahzab baik syiah ataupun sunni.
Tuduhan dusta yang kami maksud adalah perkataan Husain Al Musawi bahwa Sayyid Syarafudin Al Musawi salah seorang ulama syiah membolehkan homoseks. Disini Husain Al Musawi mengaku menyaksikan Sayyid Syarafudin Al Musawi berfatwa demikian. Husain Al Musawi berkata dalam kitab Lillahi Tsumma Lil Tarikh hal 69-71;
ŁŁŲ§ Ų£ŲŲÆ Ų§ŁŲ£ŁŲ§Ł
ŁŁ Ų§ŁŲŁŲ²Ų© ŁŁŲ±ŲÆŲŖ Ų§ŁŲ£Ų®ŲØŲ§Ų± بأ٠سŁ
Ų§ŲŲ© Ų§ŁŲ³ŁŲÆ Ų¹ŲØŲÆŲ§ŁŲŲ³ŁŁ ؓر٠اŁŲÆŁŁ Ų§ŁŁ
ŁŲ³ŁŁ ŁŲÆ ŁŲµŁ ŲØŲŗŲÆŲ§ŲÆ، ŁŲ³ŁŲµŁ Ų„ŁŁ Ų§ŁŲŁŲ²Ų© ŁŁŁŲŖŁŁ Ų³Ł
Ų§ŲŲ© Ų§ŁŲ„Ł
Ų§Ł
آ٠ŁŲ§Ų“Ł Ų§ŁŲŗŲ·Ų§Ų”. ŁŁŲ§Ł Ų§ŁŲ³ŁŲÆ Ų“Ų±Ł Ų§ŁŲÆŁŁ ŁŲÆ Ų³Ų·Ų¹ ŁŲ¬Ł
Ł Ų¹ŁŲÆ Ų¹ŁŲ§Ł
Ų§ŁŲ“ŁŲ¹Ų© ŁŲ®ŁŲ§ŲµŁŁ
، Ų®Ų§ŲµŲ© ŲØŲ¹ŲÆ أ٠صدر ŲØŲ¹Ų¶ Ł
Ų¤ŁŁŲ§ŲŖŁ ŁŲ§ŁŁ
Ų±Ų§Ų¬Ų¹Ų§ŲŖ، ŁŲ§ŁŁŲµ ŁŲ§ŁŲ§Ų¬ŲŖŁŲ§ŲÆ
Catatan kami: Perhatikan dengan baik disini Husain Al Musawi mengaku bahwa saat itu ia sudah berada di Hauzah artinya ketika Sayyid Syarafudin Al Musawi belum sampai ke Najaf, Husain Al Musawi sudah berada di sana dan mendengar kabar Sayyid Syarafudin akan datang ke Hauzah.
ŁŁŁ
Ų§ ŁŲµŁ Ų§ŁŁŲ¬Ł Ų²Ų§Ų± Ų§ŁŲŁŲ²Ų© ŁŁŲ§Ł Ų§ŁŲ§ŲŲŖŁŲ§Ų” ŲØŁ Ų¹ŲøŁŁ
Ų§ً Ł
Ł ŁŲØŁ Ų§ŁŁŲ§ŲÆŲ± Ų§ŁŲŁŲ²Ł Ų¹ŁŁ
Ų§Ų” ŁŲ·ŁŲ§ŲØŲ§ً ŁŁŁ Ų¬ŁŲ³Ų© ŁŁ ŁŁ Ł
ŁŲŖŲØ Ų§ŁŲ³ŁŲÆ Ų¢Ł ŁŲ§Ų“Ł Ų§ŁŲŗŲ·Ų§Ų” Ų¶Ł
ŲŖ Ų¹ŲÆŲÆŲ§ً Ł
Ł Ų§ŁŲ³Ų§ŲÆŲ© ŁŲØŲ¹Ų¶ Ų·ŁŲ§ŲØ Ų§ŁŲŁŲ²Ų©، ŁŁŁŲŖ Ų£ŲŲÆ Ų§ŁŲŲ§Ų¶Ų±ŁŁ، ŁŁŁ Ų£Ų«ŁŲ§Ų” ŁŲ°Ł Ų§ŁŲ¬ŁŲ³Ų© دخ٠ؓاب ŁŁ Ų¹ŁŁŁŲ§Ł Ų“ŲØŲ§ŲØŁ ŁŲ³ŁŁ
ŁŲ±ŲÆ Ų§ŁŲŲ§Ų¶Ų±ŁŁ Ų§ŁŲ³ŁŲ§Ł
، ŁŁŲ§Ł ŁŁŲ³ŁŲÆ Ų¢Ł ŁŲ§Ų“Ł Ų§ŁŲŗŲ·Ų§Ų”:Ų³ŁŲÆ Ų¹ŁŲÆŁ Ų³Ų¤Ų§Ł، ŁŁŲ§Ł ŁŁ Ų§ŁŲ³ŁŲÆ: ŁŲ¬Ł Ų³Ų¤Ų§ŁŁ Ų„ŁŁ Ų§ŁŲ³ŁŲÆ Ų“Ų±Ł Ų§ŁŲÆŁŁ
Catatan kami: Disini Husain Al Musawi mengaku ketika Sayyid Syarafudin datang ke Najaf dan mengunjungi hauzah, ia ikut menyaksikan langsung bahkan ia berada di majelis khusus dimana datang seorang pemuda yang ingin menanyakan suatu masalah.
ŁŲ§Ł Ų§ŁŲ³Ų§Ų¦Ł: Ų³ŁŲÆ Ų£ŁŲ§ Ų£ŲÆŲ±Ų³ ŁŁ ŁŁŲÆŁ ŁŁŲŲµŁŁ Ų¹ŁŁ Ų§ŁŲÆŁŲŖŁŲ±Ų§Ł، ŁŲ£ŁŲ§ Ł
Ų§ Ų²ŁŲŖ Ų£Ų¹Ų²ŲØ ŲŗŁŲ± Ł
ŲŖŲ²ŁŲ¬، ŁŲ£Ų±ŁŲÆ Ų§Ł
Ų±Ų£Ų© ŲŖŲ¹ŁŁŁŁ ŁŁŲ§Ł -ŁŁ
ŁŁŲµŲ Ų¹Ł ŁŲµŲÆŁ Ų£ŁŁ Ų§ŁŲ£Ł
Ų±- ŁŁŲ§Ł ŁŁ Ų§ŁŲ³ŁŲÆ Ų“Ų±Ł Ų§ŁŲÆŁŁ:ŲŖŲ²ŁŲ¬ Ų«Ł
Ų®Ų° Ų²ŁŲ¬ŲŖŁ Ł
Ų¹Ł.ŁŁŲ§Ł Ų§ŁŲ±Ų¬Ł: ŲµŲ¹ŲØ Ų¹ŁŁ Ų£Ł ŲŖŲ³ŁŁ Ų§Ł
Ų±Ų£Ų© Ł
Ł ŲØŁŲ§ŲÆŁ Ł
Ų¹Ł ŁŁŲ§Ł.ŁŲ¹Ų±Ł Ų§ŁŲ³ŁŲÆ Ų“Ų±Ł Ų§ŁŲÆŁŁ ŁŲµŲÆŁ ŁŁŲ§Ł ŁŁ: ŲŖŲ±ŁŲÆ Ų£Ł ŲŖŲŖŲ²ŁŲ¬ Ų§Ł
Ų±Ų£Ų© ŲØŲ±ŁŲ·Ų§ŁŁŲ© Ų„Ų°Ł؟
Penanya berkata “Sayyid, saya belajar di London untuk meraih gelar doctor, sementara saya masih bujangan dan belum menikah, saya menginginkan ada seorang wanita yang dapat menemani saya disana. [pada awalnya penanya itu tidak mengungkapkan maksudnya dengan jelas]. Sayyid Syarafudin berkata “Menikahlah, kemudian bawalah istrimu bersamamu”. Pemuda itu berkata “sulit bagi saya untuk tinggal disana bersama istri dari negri saya berasal”. Sayyid Syarafudin mengerti maksudnya dan ia berkata “maksudnya, kamu ingin menikahi wanita inggris [britanian]?”
ŁŲ§Ł Ų§ŁŲ±Ų¬Ł: ŁŲ¹Ł
، ŁŁŲ§Ł ŁŁ ؓر٠اŁŲÆŁŁ: ŁŲ°Ų§ ŁŲ§ ŁŲ¬ŁŲ²، ŁŲ§ŁŲ²ŁŲ§Ų¬ ŲØŲ§ŁŁŁŁŲÆŁŲ© Ų£Ł Ų§ŁŁŲµŲ±Ų§ŁŁŲ© ŲŲ±Ų§Ł
ŁŁŲ§Ł Ų§ŁŲ±Ų¬Ł: ŁŁŁ Ų£ŲµŁŲ¹ Ų„Ų°Ł؟
ŁŁŲ§Ł ŁŁ Ų§ŁŲ³ŁŲÆ Ų“Ų±Ł Ų§ŁŲÆŁŁ: Ų§ŲØŲŲ« ع٠Ł
Ų³ŁŁ
Ų© Ł
ŁŁŁ
Ų© ŁŁŲ§Ł Ų¹Ų±ŲØŁŲ© Ų£Ł ŁŁŲÆŁŲ© أ٠أ٠جŁŲ³ŁŲ© أخر٠بؓرط Ų£Ł ŲŖŁŁŁ Ł
Ų³ŁŁ
Ų©
Laki-laki itu berkata “benar”. Syarafudin berkata “ini tidak boleh, menikah dengan yahudi atau nashrani adalah haram”. Laki-laki itu berkata “bagaimana yang harus saya lakukan?”. Sayyid Syarafudin berkata “carilah muslimah yang bermukim disana baik dari bangsa Arab atau india atau yang lainnya dengan syarat ia seorang muslimah.
ŁŁŲ§Ł Ų§ŁŲ±Ų¬Ł: ŲØŲŲ«ŲŖ ŁŲ«ŁŲ±Ų§ً ŁŁŁ
Ų£Ų¬ŲÆ Ł
Ų³ŁŁ
Ų§ŲŖ Ł
ŁŁŁ
Ų§ŲŖ ŁŁŲ§Ł ŲŖŲµŁŲ Ų„ŲŲÆŲ§ŁŁ Ų²ŁŲ¬Ų© ŁŁ، ŁŲŲŖŁ Ų£Ų±ŲÆŲŖ أ٠أتŁ
ŲŖŲ¹ ŁŁŁ
Ų£Ų¬ŲÆ، ŁŁŁŲ³ Ų£Ł
Ų§Ł
Ł Ų®ŁŲ§Ų± Ų„Ł
Ų§ Ų§ŁŲ²ŁŲ§ ŁŲ„Ł
Ų§ Ų§ŁŲ²ŁŲ§Ų¬ ŁŁŁŲ§ŁŁ
Ų§ Ł
ŲŖŲ¹Ų°Ų± Ų¹ŁŁ.Ų£Ł
Ų§ Ų§ŁŲ²ŁŲ§ ŁŲ„ŁŁ Ł
ŲØŲŖŲ¹ŲÆ Ų¹ŁŁ ŁŲ£ŁŁ ŲŲ±Ų§Ł
، ŁŲ£Ł
Ų§ Ų§ŁŲ²ŁŲ§Ų¬ ŁŁ
ŲŖŲ¹Ų°Ų± Ų¹ŁŁ ŁŁ
Ų§ تر٠ŁŲ£ŁŲ§ Ų£ŲØŁŁ ŁŁŲ§Ł Ų³ŁŲ© ŁŲ§Ł
ŁŲ© أ٠أŁŲ«Ų± Ų«Ł
Ų£Ų¹ŁŲÆ Ų„Ų¬Ų§Ų²Ų© ŁŁ
ŲÆŲ© Ų“ŁŲ±، ŁŁŲ°Ų§ ŁŁ
Ų§ ŲŖŲ¹ŁŁ
Ų³ŁŲ± Ų·ŁŁŁ ŁŁ
Ų§Ų°Ų§ Ų£ŁŲ¹Ł؟
Laki-laki itu berkata “Saya sudah lama mencarinya tetapi tidak menemukan muslimah yang bermukim disana yang baik untuk menikahi saya, bahkan untuk dinikahi dengan mut’ah pun saya tidak menemukannya. Dihadapanku tidak ada pilihan selain zina atau menikah dan semuanya tidak bisa saya lakukan. Adapun zina, saya tidak mau melakukannya karena itu haram sedangkan menikah adalah sesuatu yang sulit sebagaimana anda lihat. Saya tinggal disana selama satu tahun penuh atau lebih kemudian saya kembali untuk berlibur selama satu bulan. Dan ini sebagaimana anda ketahui adalah perjalanan yang panjang, apa yang harus saya lakukan?
Ų³ŁŲŖ Ų§ŁŲ³ŁŲÆ Ų“Ų±Ł Ų§ŁŲÆŁŁ ŁŁŁŁŲ§ً Ų«Ł
ŁŲ§Ł: Ų„Ł ŁŲ¶Ų¹Ł ŁŲ°Ų§ Ł
ŲŲ±Ų¬ ŁŲ¹ŁŲ§ً .. Ų¹ŁŁ Ų£ŁŲ© ŲŲ§Ł Ų£Ų°ŁŲ± Ų£ŁŁ ŁŲ±Ų£ŲŖ Ų±ŁŲ§ŁŲ© ŁŁŲ„Ł
Ų§Ł
Ų¬Ų¹ŁŲ± Ų§ŁŲµŲ§ŲÆŁ، Ų„Ų° جاؔ٠رج٠ŁŲ³Ų§ŁŲ± ŁŲ«ŁŲ±Ų§ً ŁŁŲŖŲ¹Ų°Ų± Ų¹ŁŁŁ Ų§ŲµŲ·ŲŲ§ŲØ Ų§Ł
رأت٠أ٠اŁŲŖŁ
ŲŖŲ¹ ŁŁ Ų§ŁŲØŁŲÆ Ų§ŁŲ°Ł ŁŲ³Ų§ŁŲ± Ų„ŁŁŁ ŲØŲŁŲ« Ų£ŁŁ ŁŲ¹Ų§ŁŁ Ł
Ų«ŁŁ
Ų§ ŲŖŲ¹Ų§ŁŁ Ų£ŁŲŖ، ŁŁŲ§Ł ŁŁ Ų£ŲØŁ Ų¹ŲØŲÆ Ų§ŁŁŁ:(Ų„Ų°Ų§ Ų·Ų§Ł ŲØŁ Ų§ŁŲ³ŁŲ± ŁŲ¹ŁŁŁ ŲØŁŁŲ Ų§ŁŲ°ŁŲ±) ŁŲ°Ų§ Ų¬ŁŲ§ŲØ Ų³Ų¤Ų§ŁŁ
Sayyid Syarafudin terdiam kemudian ia berkata “sesungguhnya kamu dalam keadaan darurat”, tetapi saya ingat, saya membaca suatu riwayat Imam Ja’far Ash Shiddiq yaitu jika datang seorang laki-laki sering bepergian sedangkan ia tidak ditemani oleh istrinya dan tidak pula bisa melakukan mut’ah di suatu negri dimana ia melakukan perjalanan kesana, sehingga ia merasakan kesulitan seperti kamu ini maka Abu Abdullah berkata “Jika perjalananmu berlangsung lama maka menikahlah dengan laki-laki”. Inilah jawaban atas pertanyaanmu.
Kisah Husain Al Musawi ini dan dialog yang ia sampaikan adalah dusta besar. Aneh sekali jika ada seorang ulama islam membolehkan seorang laki-laki untuk menikah dengan laki-laki. Untuk membuktikan kedustaan kisah ini cukup dengan kesaksian Husain Al Musawi sendiri dalam kitab tersebut. Perlu diketahui Sayyid Syarafudin Al Musawi datang ke Najaf pada tahun 1355 H sebagaimana yang disebutkan oleh ulama syiah Ali Al Muhsin [Lillah Wa Lilhaqiqah 1/10]. Sedangkan telah disebutkan sebelumnya tahun lahir Husain Al Musawi berdasarkan kesaksiannya sendiri,
ŁŁŁ Ų®ŲŖŲ§Ł
Ł
ŲØŲŲ« Ų§ŁŲ®Ł
Ų³ ŁŲ§ ŁŁŁŲŖŁŁ أ٠أذŁŲ± ŁŁŁ ŲµŲÆŁŁŁ Ų§ŁŁ
ŁŲ¶Ų§Ł Ų§ŁŲ“Ų§Ų¹Ų± Ų§ŁŲØŲ§Ų±Ų¹ Ų§ŁŁ
Ų¬ŁŲÆ Ų£ŲŁ
ŲÆ Ų§ŁŲµŲ§ŁŁ Ų§ŁŁŲ¬ŁŁ Ų±ŲŁ
Ł Ų§ŁŁŁ، ŁŲ§ŁŲ°Ł ŲŖŲ¹Ų±ŁŲŖ Ų¹ŁŁŁ ŲØŲ¹ŲÆ ŲŲµŁŁŁ Ų¹ŁŁ ŲÆŲ±Ų¬Ų© Ų§ŁŲ§Ų¬ŲŖŁŲ§ŲÆ ŁŲµŲ±ŁŲ§ ŲµŲÆŁŁŁŁ ŲŁ
ŁŁ
ŁŁ Ų±ŲŗŁ
ŁŲ§Ų±Ł Ų§ŁŲ³Ł ŲØŁŁŁ ŁŲØŁŁŁ، Ų„Ų° ŁŲ§Ł ŁŁŲØŲ±ŁŁ ŲØŁŲŁ Ų«ŁŲ§Ų«ŁŁ Ų³ŁŲ© أ٠أŁŲ«Ų± Ų¹ŁŲÆŁ
Ų§ ŁŲ§Ł ŁŁ: ŁŁŲÆŁ ŲŲ³ŁŁ ŁŲ§ ŲŖŲÆŁŲ³ ŁŁŲ³Ł ŲØŲ§ŁŲ®Ł
Ų³ ŁŲ„ŁŁ Ų³ŲŲŖ، ŁŁŲ§ŁŲ“ŁŁ ŁŁ Ł
ŁŲ¶ŁŲ¹ Ų§ŁŲ®Ł
Ų³ ŲŲŖŁ Ų£ŁŁŲ¹ŁŁ ŲØŲŲ±Ł
ŲŖŁ
Dan diakhir pembahasan tentang khumus ini, saya tidak akan melewatkan perkataan seorang teman yang utama, penyair besar dan terkenal, Ahmad Ash Shaafiiy An Najafiiy rahimahullah, dan saya mengenal beliau setelah saya mencapai derajat ijtihad [mujtahid]. Kami menjalin pertemanan yang sangat baik walaupun terdapat perbedaan umur yang jauh, dimana dia lebih tua dari saya tiga puluh tahun atau lebih. Dia berkata kepada saya “Anakku Husain, janganlah kamu kotori dirimu dengan khumus karena ia adalah haram”. Dia berdiskusi dengan saya tentang khumus sampai saya merasa yakin akan keharamannya. [Lillahi Tsumma Lil-Tarikh hal 95-96].
Disebutkan bahwa Ahmad bin Ali Ash Shaafiiy An Najafiiy lahir tahun 1314 H dan wafat pada tahun 1397 H [Mu’jam Rijal Al Fikr Wal Adab Fil Najaf 2/793 Syaikh Muhammad Hadi Al Amini]. Dengan berdasarkan data ini maka dapat diperkirakan kalau si penulis “Husain Al Musawi” yang lebih muda tiga puluh tahun atau lebih dari Ahmad Ash Shaafiiy lahir pada tahun 1314+30=1344 H atau lebih.
Husain Al Musawi lahir tahun 1344 H atau di atas tahun 1344 H dan Sayyid Syarafudin datang ke Najaf tahun 1355 H maka usia Husain Al Musawi saat itu adalah 11 tahun atau kurang dari 11 tahun artinya ia masih anak-anak. Dan ingatlah kembali, Husain Al Musawi berdasarkan pengakuannya sendiri ia sudah berada di hauzah menuntut ilmu disana ketika ada kabar akan datangnya Sayyid Syarafudin ke Najaf. Sekarang lihatlah pengakuan lain Husain Al Musawi dalam kitab dustanya tersebut,
ŁŁŲÆŲŖ ŁŁ ŁŲ±ŲØŁŲ§Ų”، ŁŁŲ“Ų£ŲŖ ŁŁ ŲØŁŲ¦Ų© Ų“ŁŲ¹ŁŲ© ŁŁ ŲøŁ ŁŲ§ŁŲÆŁ Ų§ŁŁ
ŲŖŲÆŁŁ ŲÆŲ±Ų³ŲŖ ŁŁ Ł
ŲÆŲ§Ų±Ų³ Ų§ŁŁ
ŲÆŁŁŲ© ŲŲŖŁ ŲµŲ±ŲŖ Ų“Ų§ŲØŲ§ً ŁŲ§ŁŲ¹Ų§ً، ŁŲØŲ¹Ų« ŲØŁ ŁŲ§ŁŲÆŁ Ų„ŁŁ Ų§ŁŲŁŲ²Ų© Ų§ŁŲ¹ŁŁ
ŁŲ© Ų§ŁŁŲ¬ŁŁŲ© Ų£Ł
Ų§ŁŲŁŲ²Ų§ŲŖ ŁŁ Ų§ŁŲ¹Ų§ŁŁ
ŁŲ£ŁŁŁŁ Ł
Ł Ų¹ŁŁ
ŁŲŁŁ Ų§ŁŲ¹ŁŁ
Ų§Ų” ŁŁ
Ų“Ų§ŁŁŲ±ŁŁ
ŁŁ ŁŲ°Ų§ Ų§ŁŲ¹ŲµŲ± Ų£Ł
Ų«Ų§Ł Ų³Ł
Ų§ŲŲ© Ų§ŁŲ„Ł
Ų§Ł
Ų§ŁŲ³ŁŲÆ Ł
ŲŁ
ّŲÆ آ٠اŁŲŲ³ŁŁ ŁŲ§Ų“Ł Ų§ŁŲŗŲ·Ų§Ų”
Saya lahir di karbala dan saya tumbuh di lingkungan orang-orang syiah dalam asuhan ayahku yang taat beragama. Saya belajar di sekolah-sekolah yang ada di kota sampai saya menjadi seorang pemuda. Kemudian ayahku mengirimkanku ke hauzah kota ilmu di Najaf dimana para ulama terkenal zaman ini menimba ilmu disana seperti yang mulia Imam Sayyid Muhammad Al Husain Kasyif Al Ghita [Lillahi Tsumma Lil Tarikh hal 8-9].
Berdasarkan pengakuan Husain Al Musawi ia telah menjadi seorang pemuda dewasa ketika Ayahnya mengirimnya ke Najaf untuk menuntut ilmu. Anehnya peristiwa kedatangan Sayyid Syarafudin ke Najaf terjadi ketika usia Husain Al Musawi masih kurang dari sebelas tahun artinya ia masih anak-anak dan masih berada di karbala. Lantas mengapa ia mengaku-ngaku berada di Najaf dan mengaku ikut hadir menyaksikan dialog dusta tersebut. Telitilah dengan baik maka para pembaca, anda akan menemukan banyak kedustaan yang dilakukan oleh orang yang disebut Husain Al Musawi. Kesaksiannya dan tuduhannya terhadap ulama syiah hanyalah dusta dan salafiyun yang terus bertaklid buta pada kedustaan ini memang kualitasnya tidak jauh berbeda dari Husain Al Musawi.
Hal lain yang memperkuat kedustaan Husain Al Musawi adalah ia mengaku hidup di lingkungan syiah, mengenal orang-orang syiah tetapi anehnya dalam tradisi syiah, sebutan Sayyid pada ulama mereka diperuntukkan bagi mereka yang merupakan keturunan Ahlul Bait seperti halnya Sayyid Syarafudin Al Musawi. Muhammad Husain Kasyif Al Ghita bukan keturunan Ahlul Bait sehingga ia tidak disebut dengan sebutan Sayyid di sisi pengikut Syiah, mereka menyebutnya dengan sebutan Syaikh atau Al Imam Kasyif Al Ghita. Tetapi anehnya berulang kali Husain Al Musawi menyebut Kasyf Al Ghita dengan sebutan Sayyid, ia mengaku sebagai ulama syiah yang menjadi murid langsung Kasyf Al Ghita tetapi tidak mengenal sebutan gurunya yang orang awam syiahpun mengetahuinya.
Salam Damai
(Syiah-Ali/Abu-Thalib/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)






Post a Comment
mohon gunakan email