Pesan Rahbar

Home » » Tuduhan Dusta Terhadap Ulama Syiah Oleh Husain Al Musawi dalam Kitab Lillahi Tsumma Lil Tarikh

Tuduhan Dusta Terhadap Ulama Syiah Oleh Husain Al Musawi dalam Kitab Lillahi Tsumma Lil Tarikh

Written By Unknown on Tuesday, 2 September 2014 | 16:00:00


Tulisan ini sekali lagi ingin menunjukkan kedustaan besar yang dilakukan oleh orang yang disebut Husain Al Musawi penulis kitab Lillahi Tsumma Lil Tarikh atau yang dalam edisi Indonesia-nya terbit dengan judul “Mengapa Saya Keluar Dari Syiah” terbitan Pustaka Al Kautsar. Kitab ini menjadi rujukan kaum salafiyun dalam mencela syiah yang justru membuktikan betapa tercelanya mereka yang menyebut dirinya sebagai salafiyun itu. Dalam kitab ini terdapat banyak kedustaan yang cukup untuk membuat kitab ini tidak layak dijadikan hujjah dan kami ingatkan tidak perlu menjadi seorang syiah untuk mengetahui kedustaan yang ada dalam kitab ini. Zaman sekarang informasi sudah mudah didapat, jika ada keinginan maka mudah untuk mengumpulkan informasi tentang suatu mahzab baik syiah ataupun sunni.

Tuduhan dusta yang kami maksud adalah perkataan Husain Al Musawi bahwa Sayyid Syarafudin Al Musawi salah seorang ulama syiah membolehkan homoseks. Disini Husain Al Musawi mengaku menyaksikan Sayyid Syarafudin Al Musawi berfatwa demikian. Husain Al Musawi berkata dalam kitab Lillahi Tsumma Lil Tarikh hal 69-71;

ŁƒŁ†Ų§ Ų£Ų­ŲÆ Ų§Ł„Ų£ŁŠŲ§Ł… في Ų§Ł„Ų­ŁˆŲ²Ų© فوردت الأخبار بأن سماحة Ų§Ł„Ų³ŁŠŲÆ Ų¹ŲØŲÆŲ§Ł„Ų­Ų³ŁŠŁ† ؓرف Ų§Ł„ŲÆŁŠŁ† Ų§Ł„Ł…ŁˆŲ³ŁˆŁŠ قد ŁˆŲµŁ„ ŲØŲŗŲÆŲ§ŲÆ، ŁˆŲ³ŁŠŲµŁ„ ؄لى Ų§Ł„Ų­ŁˆŲ²Ų© Ł„ŁŠŁ„ŲŖŁ‚ŁŠ سماحة ال؄مام آل كاؓف الغطاؔ. ŁˆŁƒŲ§Ł† Ų§Ł„Ų³ŁŠŲÆ ؓرف Ų§Ł„ŲÆŁŠŁ† قد Ų³Ų·Ų¹ نجمه عند Ų¹ŁˆŲ§Ł… Ų§Ł„Ų“ŁŠŲ¹Ų© ŁˆŲ®ŁˆŲ§ŲµŁ‡Ł…، Ų®Ų§ŲµŲ© ŲØŲ¹ŲÆ أن ŲµŲÆŲ± ŲØŲ¹Ų¶ مؤلفاته ŁƒŲ§Ł„Ł…Ų±Ų§Ų¬Ų¹Ų§ŲŖ، ŁˆŲ§Ł„Ł†Ųµ ŁˆŲ§Ł„Ų§Ų¬ŲŖŁ‡Ų§ŲÆ

Suatu hari di Hauzah sampai kabar kepada saya bahwa yang mulia Sayyid Abdul Husain Syarafudin Al Musawi datang ke Baghdad dan akan datang ke hauzah untuk bertemu yang mulia Imam Kasyif Al Ghita. Sayyid Syarafudin adalah orang yang sangat dihormati di kalangan syiah baik orang awam maupun orang-orang khusus, terutama setelah terbitnya kitab tulisannya Al Muraja’at dan kitab Nash Wal Ijtihad.

Catatan kami: Perhatikan dengan baik disini Husain Al Musawi mengaku bahwa saat itu ia sudah berada di Hauzah artinya ketika Sayyid Syarafudin Al Musawi belum sampai ke Najaf, Husain Al Musawi sudah berada di sana dan mendengar kabar Sayyid Syarafudin akan datang ke Hauzah.

ŁˆŁ„Ł…Ų§ ŁˆŲµŁ„ النجف Ų²Ų§Ų± Ų§Ł„Ų­ŁˆŲ²Ų© ŁŁƒŲ§Ł† الاحتفاؔ به Ų¹ŲøŁŠŁ…Ų§ً من قبل Ų§Ł„ŁƒŲ§ŲÆŲ± Ų§Ł„Ų­ŁˆŲ²ŁŠ علماؔ ŁˆŲ·Ł„Ų§ŲØŲ§ً وفي جلسة له في Ł…ŁƒŲŖŲØ Ų§Ł„Ų³ŁŠŲÆ آل كاؓف الغطاؔ Ų¶Ł…ŲŖ Ų¹ŲÆŲÆŲ§ً من السادة وبعض طلاب Ų§Ł„Ų­ŁˆŲ²Ų©، ŁˆŁƒŁ†ŲŖ Ų£Ų­ŲÆ Ų§Ł„Ų­Ų§Ų¶Ų±ŁŠŁ†، وفي أثناؔ هذه الجلسة دخل Ų“Ų§ŲØ في Ų¹Ł†ŁŁˆŲ§Ł† ؓبابه فسلم فرد Ų§Ł„Ų­Ų§Ų¶Ų±ŁˆŁ† السلام، فقال Ł„Ł„Ų³ŁŠŲÆ آل كاؓف الغطاؔ:سيد Ų¹Ł†ŲÆŁŠ Ų³Ų¤Ų§Ł„، فقال له Ų§Ł„Ų³ŁŠŲÆ: ŁˆŲ¬Ł‡ Ų³Ų¤Ų§Ł„Łƒ ؄لى Ų§Ł„Ų³ŁŠŲÆ ؓرف Ų§Ł„ŲÆŁŠŁ†

Ketika dia [Sayyid Syarafudin] sampai di Najaf, ia mengunjungi hauzah. Orang-orang di hauzah baik para ulama maupun para pelajarnya memberikan penyambutan yang meriah kepadanya. Dan dalam suatu majelis di kantor Sayyid Kasyif Al Ghita yang dihadiri oleh banyak tokoh dan sebagian pelajar dan saya adalah salah seorang yang ikut hadir di sana. Ketika majelis itu dimulai maka masuklah seorang pemuda yang sangat belia mengucapkan salam dan mereka yang hadir menjawab salamnya. Kemudian ia berkata kepada Sayyid Kasyif Al Ghita “Sayyid saya mempunyai pertanyaan”. Sayyid berkata kepadanya “sampaikan pertanyaanmu kepada Sayyid Syarafudin”

Catatan kami: Disini Husain Al Musawi mengaku ketika Sayyid Syarafudin datang ke Najaf dan mengunjungi hauzah, ia ikut menyaksikan langsung bahkan ia berada di majelis khusus dimana datang seorang pemuda yang ingin menanyakan suatu masalah.

قال السائل: سيد أنا Ų£ŲÆŲ±Ų³ في لندن Ł„Ł„Ų­ŲµŁˆŁ„ على Ų§Ł„ŲÆŁƒŲŖŁˆŲ±Ų§Ł‡، ŁˆŲ£Ł†Ų§ Ł…Ų§ زلت Ų£Ų¹Ų²ŲØ غير Ł…ŲŖŲ²ŁˆŲ¬، وأريد Ų§Ł…Ų±Ų£Ų© ŲŖŲ¹ŁŠŁ†Ł†ŁŠ Ł‡Ł†Ų§Łƒ -لم يفصح عن قصده Ų£ŁˆŁ„ الأمر- فقال له Ų§Ł„Ų³ŁŠŲÆ ؓرف Ų§Ł„ŲÆŁŠŁ†:تزوج Ų«Ł… Ų®Ų° زوجتك Ł…Ų¹Łƒ.فقال الرجل: ŲµŲ¹ŲØ Ų¹Ł„ŁŠ أن ŲŖŲ³ŁƒŁ† Ų§Ł…Ų±Ų£Ų© من ŲØŁ„Ų§ŲÆŁŠ Ł…Ų¹ŁŠ Ł‡Ł†Ų§Łƒ.فعرف Ų§Ł„Ų³ŁŠŲÆ ؓرف Ų§Ł„ŲÆŁŠŁ† قصده فقال له: تريد أن تتزوج Ų§Ł…Ų±Ų£Ų© ŲØŲ±ŁŠŲ·Ų§Ł†ŁŠŲ© ؄ذن؟

Penanya berkata “Sayyid, saya belajar di London untuk meraih gelar doctor, sementara saya masih bujangan dan belum menikah, saya menginginkan ada seorang wanita yang dapat menemani saya disana. [pada awalnya penanya itu tidak mengungkapkan maksudnya dengan jelas]. Sayyid Syarafudin berkata “Menikahlah, kemudian bawalah istrimu bersamamu”. Pemuda itu berkata “sulit bagi saya untuk tinggal disana bersama istri dari negri saya berasal”. Sayyid Syarafudin mengerti maksudnya dan ia berkata “maksudnya, kamu ingin menikahi wanita inggris [britanian]?”

قال الرجل: نعم، فقال له ؓرف Ų§Ł„ŲÆŁŠŁ†: هذا لا يجوز، ŁŲ§Ł„Ų²ŁˆŲ§Ų¬ ŲØŲ§Ł„ŁŠŁ‡ŁˆŲÆŁŠŲ© أو Ų§Ł„Ł†ŲµŲ±Ų§Ł†ŁŠŲ© Ų­Ų±Ų§Ł…
فقال الرجل: كيف أصنع ؄ذن؟
فقال له Ų§Ł„Ų³ŁŠŲÆ ؓرف Ų§Ł„ŲÆŁŠŁ†: Ų§ŲØŲ­Ų« عن مسلمة Ł…Ł‚ŁŠŁ…Ų© Ł‡Ł†Ų§Łƒ عربية أو Ł‡Ł†ŲÆŁŠŲ© أو أي Ų¬Ł†Ų³ŁŠŲ© أخرى ŲØŲ“Ų±Ų· أن ŲŖŁƒŁˆŁ† مسلمة

Laki-laki itu berkata “benar”. Syarafudin berkata “ini tidak boleh, menikah dengan yahudi atau nashrani adalah haram”. Laki-laki itu berkata “bagaimana yang harus saya lakukan?”. Sayyid Syarafudin berkata “carilah muslimah yang bermukim disana baik dari bangsa Arab atau india atau yang lainnya dengan syarat ia seorang muslimah.

فقال الرجل: ŲØŲ­Ų«ŲŖ كثيراً فلم Ų£Ų¬ŲÆ مسلمات Ł…Ł‚ŁŠŁ…Ų§ŲŖ Ł‡Ł†Ų§Łƒ تصلح ؄حداهن زوجة Ł„ŁŠ، ŁˆŲ­ŲŖŁ‰ Ų£Ų±ŲÆŲŖ أن Ų£ŲŖŁ…ŲŖŲ¹ فلم Ų£Ų¬ŲÆ، ŁˆŁ„ŁŠŲ³ Ų£Ł…Ų§Ł…ŁŠ خيار Ų„Ł…Ų§ الزنا ŁˆŲ„Ł…Ų§ Ų§Ł„Ų²ŁˆŲ§Ų¬ ŁˆŁƒŁ„Ų§Ł‡Ł…Ų§ Ł…ŲŖŲ¹Ų°Ų± Ų¹Ł„ŁŠ.أما الزنا ŁŲ„Ł†ŁŠ Ł…ŲØŲŖŲ¹ŲÆ عنه لأنه Ų­Ų±Ų§Ł…، ŁˆŲ£Ł…Ų§ Ų§Ł„Ų²ŁˆŲ§Ų¬ فمتعذر Ų¹Ł„ŁŠ ŁƒŁ…Ų§ ترى ŁˆŲ£Ł†Ų§ أبقى Ł‡Ł†Ų§Łƒ سنة ŁƒŲ§Ł…Ł„Ų© أو أكثر Ų«Ł… أعود Ų„Ų¬Ų§Ų²Ų© لمدة ؓهر، ŁˆŁ‡Ų°Ų§ ŁƒŁ…Ų§ تعلم سفر Ų·ŁˆŁŠŁ„ فماذا أفعل؟

Laki-laki itu berkata “Saya sudah lama mencarinya tetapi tidak menemukan muslimah yang bermukim disana yang baik untuk menikahi saya, bahkan untuk dinikahi dengan mut’ah pun saya tidak menemukannya. Dihadapanku tidak ada pilihan selain zina atau menikah dan semuanya tidak bisa saya lakukan. Adapun zina, saya tidak mau melakukannya karena itu haram sedangkan menikah adalah sesuatu yang sulit sebagaimana anda lihat. Saya tinggal disana selama satu tahun penuh atau lebih kemudian saya kembali untuk berlibur selama satu bulan. Dan ini sebagaimana anda ketahui adalah perjalanan yang panjang, apa yang harus saya lakukan?

سكت Ų§Ł„Ų³ŁŠŲÆ ؓرف Ų§Ł„ŲÆŁŠŁ† Ł‚Ł„ŁŠŁ„Ų§ً Ų«Ł… قال: ؄ن وضعك هذا Ł…Ų­Ų±Ų¬ فعلاً .. على أية Ų­Ų§Ł„ أذكر Ų£Ł†ŁŠ قرأت رواية لل؄مام جعفر الصادق، Ų„Ų° جاؔه رجل يسافر كثيراً ويتعذر Ų¹Ł„ŁŠŁ‡ Ų§ŲµŲ·Ų­Ų§ŲØ امرأته أو التمتع في البلد Ų§Ł„Ų°ŁŠ يسافر Ų„Ł„ŁŠŁ‡ بحيث أنه ŁŠŲ¹Ų§Ł†ŁŠ مثلما ŲŖŲ¹Ų§Ł†ŁŠ أنت، فقال له أبو Ų¹ŲØŲÆ الله:(Ų„Ų°Ų§ Ų·Ų§Ł„ بك السفر ŁŲ¹Ł„ŁŠŁƒ ŲØŁ†ŁƒŲ­ Ų§Ł„Ų°ŁƒŲ±) هذا جواب Ų³Ų¤Ų§Ł„Łƒ

Sayyid Syarafudin terdiam kemudian ia berkata “sesungguhnya kamu dalam keadaan darurat”, tetapi saya ingat, saya membaca suatu riwayat Imam Ja’far Ash Shiddiq yaitu jika datang seorang laki-laki sering bepergian sedangkan ia tidak ditemani oleh istrinya dan tidak pula bisa melakukan mut’ah di suatu negri dimana ia melakukan perjalanan kesana, sehingga ia merasakan kesulitan seperti kamu ini maka Abu Abdullah berkata “Jika perjalananmu berlangsung lama maka menikahlah dengan laki-laki”. Inilah jawaban atas pertanyaanmu.

Kisah Husain Al Musawi ini dan dialog yang ia sampaikan adalah dusta besar. Aneh sekali jika ada seorang ulama islam membolehkan seorang laki-laki untuk menikah dengan laki-laki. Untuk membuktikan kedustaan kisah ini cukup dengan kesaksian Husain Al Musawi sendiri dalam kitab tersebut. Perlu diketahui Sayyid Syarafudin Al Musawi datang ke Najaf pada tahun 1355 H sebagaimana yang disebutkan oleh ulama syiah Ali Al Muhsin [Lillah Wa Lilhaqiqah 1/10]. Sedangkan telah disebutkan sebelumnya tahun lahir Husain Al Musawi berdasarkan kesaksiannya sendiri,

وفي Ų®ŲŖŲ§Ł… Ł…ŲØŲ­Ų« الخمس لا ŁŠŁŁˆŲŖŁ†ŁŠ أن أذكر Ł‚ŁˆŁ„ ŲµŲÆŁŠŁ‚ŁŠ المفضال الؓاعر البارع Ų§Ł„Ł…Ų¬ŁŠŲÆ Ų£Ų­Ł…ŲÆ Ų§Ł„ŲµŲ§ŁŁŠ Ų§Ł„Ł†Ų¬ŁŁŠ رحمه الله، ŁˆŲ§Ł„Ų°ŁŠ تعرفت Ų¹Ł„ŁŠŁ‡ ŲØŲ¹ŲÆ Ų­ŲµŁˆŁ„ŁŠ على ŲÆŲ±Ų¬Ų© الاجتهاد فصرنا ŲµŲÆŁŠŁ‚ŁŠŁ† Ų­Ł…ŁŠŁ…ŁŠŁ† Ų±ŲŗŁ… فارق السن ŲØŁŠŁ†ŁŠ ŁˆŲØŁŠŁ†Ł‡، Ų„Ų° ŁƒŲ§Ł† ŁŠŁƒŲØŲ±Ł†ŁŠ ŲØŁ†Ų­Łˆ Ų«Ł„Ų§Ų«ŁŠŁ† سنة أو أكثر عندما قال Ł„ŁŠ: ŁˆŁ„ŲÆŁŠ Ų­Ų³ŁŠŁ† لا تدنس Ł†ŁŲ³Łƒ بالخمس ف؄نه Ų³Ų­ŲŖ، ŁˆŁ†Ų§Ł‚Ų“Ł†ŁŠ في Ł…ŁˆŲ¶ŁˆŲ¹ الخمس حتى Ų£Ł‚Ł†Ų¹Ł†ŁŠ بحرمته

Dan diakhir pembahasan tentang khumus ini, saya tidak akan melewatkan perkataan seorang teman yang utama, penyair besar dan terkenal, Ahmad Ash Shaafiiy An Najafiiy rahimahullah, dan saya mengenal beliau setelah saya mencapai derajat ijtihad [mujtahid]. Kami menjalin pertemanan yang sangat baik walaupun terdapat perbedaan umur yang jauh, dimana dia lebih tua dari saya tiga puluh tahun atau lebih. Dia berkata kepada saya “Anakku Husain, janganlah kamu kotori dirimu dengan khumus karena ia adalah haram”. Dia berdiskusi dengan saya tentang khumus sampai saya merasa yakin akan keharamannya. [Lillahi Tsumma Lil-Tarikh hal 95-96].

Disebutkan bahwa Ahmad bin Ali Ash Shaafiiy An Najafiiy lahir tahun 1314 H dan wafat pada tahun 1397 H [Mu’jam Rijal Al Fikr Wal Adab Fil Najaf 2/793 Syaikh Muhammad Hadi Al Amini]. Dengan berdasarkan data ini maka dapat diperkirakan kalau si penulis “Husain Al Musawi” yang lebih muda tiga puluh tahun atau lebih dari Ahmad Ash Shaafiiy lahir pada tahun 1314+30=1344 H atau lebih.

Husain Al Musawi lahir tahun 1344 H atau di atas tahun 1344 H dan Sayyid Syarafudin datang ke Najaf tahun 1355 H maka usia Husain Al Musawi saat itu adalah 11 tahun atau kurang dari 11 tahun artinya ia masih anak-anak. Dan ingatlah kembali, Husain Al Musawi berdasarkan pengakuannya sendiri ia sudah berada di hauzah menuntut ilmu disana ketika ada kabar akan datangnya Sayyid Syarafudin ke Najaf. Sekarang lihatlah pengakuan lain Husain Al Musawi dalam kitab dustanya tersebut,

ŁˆŁ„ŲÆŲŖ في ŁƒŲ±ŲØŁ„Ų§Ų”، ŁˆŁ†Ų“Ų£ŲŖ في بيئة ؓيعية في ŲøŁ„ ŁˆŲ§Ł„ŲÆŁŠ Ų§Ł„Ł…ŲŖŲÆŁŠŁ† ŲÆŲ±Ų³ŲŖ في Ł…ŲÆŲ§Ų±Ų³ Ų§Ł„Ł…ŲÆŁŠŁ†Ų© حتى ŲµŲ±ŲŖ Ų“Ų§ŲØŲ§ً يافعاً، فبعث بي ŁˆŲ§Ł„ŲÆŁŠ ؄لى Ų§Ł„Ų­ŁˆŲ²Ų© Ų§Ł„Ų¹Ł„Ł…ŁŠŲ© Ų§Ł„Ł†Ų¬ŁŁŠŲ© أم Ų§Ł„Ų­ŁˆŲ²Ų§ŲŖ في العالم لأنـهل من علم ŁŲ­ŁˆŁ„ العلماؔ ŁˆŁ…Ų“Ų§Ł‡ŁŠŲ±Ł‡Ł… في هذا العصر أمثال سماحة ال؄مام Ų§Ł„Ų³ŁŠŲÆ Ł…Ų­Ł…ّŲÆ آل Ų§Ł„Ų­Ų³ŁŠŁ† كاؓف الغطاؔ

Saya lahir di karbala dan saya tumbuh di lingkungan orang-orang syiah dalam asuhan ayahku yang taat beragama. Saya belajar di sekolah-sekolah yang ada di kota sampai saya menjadi seorang pemuda. Kemudian ayahku mengirimkanku ke hauzah kota ilmu di Najaf dimana para ulama terkenal zaman ini menimba ilmu disana seperti yang mulia Imam Sayyid Muhammad Al Husain Kasyif Al Ghita [Lillahi Tsumma Lil Tarikh hal 8-9].

Berdasarkan pengakuan Husain Al Musawi ia telah menjadi seorang pemuda dewasa ketika Ayahnya mengirimnya ke Najaf untuk menuntut ilmu. Anehnya peristiwa kedatangan Sayyid Syarafudin ke Najaf terjadi ketika usia Husain Al Musawi masih kurang dari sebelas tahun artinya ia masih anak-anak dan masih berada di karbala. Lantas mengapa ia mengaku-ngaku berada di Najaf dan mengaku ikut hadir menyaksikan dialog dusta tersebut. Telitilah dengan baik maka para pembaca, anda akan menemukan banyak kedustaan yang dilakukan oleh orang yang disebut Husain Al Musawi. Kesaksiannya dan tuduhannya terhadap ulama syiah hanyalah dusta dan salafiyun yang terus bertaklid buta pada kedustaan ini memang kualitasnya tidak jauh berbeda dari Husain Al Musawi.

Hal lain yang memperkuat kedustaan Husain Al Musawi adalah ia mengaku hidup di lingkungan syiah, mengenal orang-orang syiah tetapi anehnya dalam tradisi syiah, sebutan Sayyid pada ulama mereka diperuntukkan bagi mereka yang merupakan keturunan Ahlul Bait seperti halnya Sayyid Syarafudin Al Musawi. Muhammad Husain Kasyif Al Ghita bukan keturunan Ahlul Bait sehingga ia tidak disebut dengan sebutan Sayyid di sisi pengikut Syiah, mereka menyebutnya dengan sebutan Syaikh atau Al Imam Kasyif Al Ghita. Tetapi anehnya berulang kali Husain Al Musawi menyebut Kasyf Al Ghita dengan sebutan Sayyid, ia mengaku sebagai ulama syiah yang menjadi murid langsung Kasyf Al Ghita tetapi tidak mengenal sebutan gurunya yang orang awam syiahpun mengetahuinya.

Salam Damai

(Syiah-Ali/Abu-Thalib/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)
Share this post :

Post a Comment

mohon gunakan email

Terkait Berita: