Jika ilmu-ilmu humaniora ingin menyelesaikan permasalahan individu dan masyarakat dan mengantarkannya kepada kebahagiaan dan kesempurnaan, maka dalam hal ini butuh kepada pelajaran-pelajaran kehidupan yang ada dalam Al-Qur’an yang disebut “kehidupan yang baik”, dan jika tanpa panduan Al-Qur’an maka tidak akan sampai pada jalannya.
Hujjatul Islam Ali Misbah mengatakan bahwa salah satu permasalahan penting yang terdapat dalam ilmu-ilmu humaniora dari segi teori ialah tidak didasarkan pada dasar-dasar teori yang tepat dan kokoh. Dasar filsafat mereka terbentuk dari materialisme, relativisme dan skeptisisme, dan menjadikan manusia sebagai makhluq mandiri.
Dan karena dalil inilah, mereka membenarkan fenomena-fenomena kemanusiaan tanpa melihat kepada sumbernya. Begitu juga di bidang prakteknya, dengan dalih mengikuti nilai relativisme dan konvensionalisme menjadikan ilmu-ilmu humaniora jauh dari nilai-nilai kemanusiaan yang murni, jelas pengajar hauzah ilmiah ini.
Lebih lanjut Hujjatul Islam Ali Misbah menuturkan, Al-Qur’an Karim merupakan satu-satu kalam ilahi sebagai sandaran yang diturunkan untuk menunjuki jalan kebahagiaan dan keselamatan kepada umat manusia, dan hakikat-hakikat AL-Qur’an yang tekah dijelaskan oleh Nabi Muhammad saww dan para Imam-imam Makshum as.
Dengan melihat pada kesempurnaan, komprehensif dan keabadian pelajaran-pelajaran kitab langit ini, maka jelas bahwa Al-Qur’an adalah satu-satunya penawar penyakit-penyakit manusia dan petunjuk lengkap bagi manusia untuk meraih kebahagiaan.
Jika ilmu-ilmu humaniora ingin menyelesaikan permasalahan individu dan masyarakat dan mengantarkannya kepada kebahagiaan dan kesempurnaan, maka dalam hal ini butuh kepada pelajaran-pelajaran kehidupan yang ada dalam Al-Qur’an yang disebut “kehidupan yang baik”, dan jika tanpa panduan Al-Qur’an maka tidak akan sampai pada jalannya, pungkas Hujjatul Islam Ali Misbah.
(Shabestan/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)
Post a Comment
mohon gunakan email