Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Marzieh Afkham
Iran mengatakan hasil pemilihan umum Kanada menunjukkan bahwa bangsa ini berusaha untuk memisahkan diri dari sikap “ekstrimis” , Press TV melaporkan.
“Pemilu di negara ini yang digelar kemarin adalah refleksi dan hasil kehendak dan tekad rakyat Kanada untuk menjauhkan diri dari kebijakan ekstrimis,” kata Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Marzieh Afkham dalam sebuah wawancara dengan Press TV, Selasa (20/10/15).
“Republik Islam menghormati suara dan pilihan rakyat Kanada,” tambahnya. Perdana Menteri Kanada Stephen Harper yang bersahabat dengan Israel, Senin mengakui kekalahan dalam pemilihan umum, mengundurkan diri dan menyiapkan panggung untuk Pemimpin terpilih.
Pemimpin
Partai Liberal Kanada Justin Trudeau berbicara di Montreal pada 20
Oktober 2015 setelah memenangkan pemilihan umum. (Foto: AFP)
Pemimpin Partai Liberal 43 tahun, putra mantan Perdana Menteri Pierre Trudeau, telah berjanji akan memperbaiki hubungan dengan Amerika Serikat, Kanada menarik dari misi tempur melawan teroris Takfiri ISIS, dan menangani masalah perubahan iklim.
Kanada & Iran
Harper telah banyak dikritik karena sikapnya yang pro-Israel.
Pemerintah Harper memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran pada September 2012, dengan dalih antara lain, apa yang digambarkan sebagai ancaman dari Iran ke Israel.
Saat itu, pemerintah Kanada menutup kedutaannya di ibukota Iran, Teheran, dan memerintahkan diplomat Iran untuk meninggalkan Kanada dalam waktu lima hari.
Kedua negara menjaga bidang yang penting di kedutaan negara ketiga. []
(Mahdi-News/ABNS)
Post a Comment
mohon gunakan email