Pertemuan Guru Besar Tafsir Al-Qur’an di Qom Iran.
Pertemuan Guru Besar Tafsir Al-Qur’an di Qom Iran.
2014, 08 May 6:01 PM
Tahrif quran sudah menjadi isu yang sengaja dilemparkan oleh sebagian
golongan kepada mazhab ahlulbait as, isu yang masih hangat di masyarakat
dan tanpa disadari menjadi sebuah doktrin bagi sebagian golongan untuk
menyudutkan mazhab lainnya tanpa didasari dalil-dalil yang jelas.
Ayatullah Sayyid Milani Mengatakan bahwa Alquran adalah
penjelas segala sesuatu dan juga penjelas bagi dirinya (quran).
Ayatullah Ja’far Subhani mengatakan Alquran adalah asas bagi syariat
Islam, dan sunnah nabawiah yang menjadi qarinah baginya, Alquran adalah
cahaya yang jelas untuk dirinya dan menerangi selainnya dan Alquran
seperti Matahari yang menyinari sekelilingnya. Allah SWT berfirman
didalam surat Al-Isra 9 :
Ų„ِŁَّ ŁŲ°َŲ§ Ų§ŁْŁُŲ±ْŲ¢Łَ ŁَŁْŲÆŁ ŁِŁَّŲŖŁ ŁِŁَ Ų£َŁْŁَŁ
ُ Łَ
ŁُŲØَŲ“ِّŲ±ُ Ų§ŁْŁ
ُŲ¤ْŁ
ِŁŁŁَ Ų§ŁَّŲ°ŁŁَ ŁَŲ¹ْŁ
َŁُŁŁَ Ų§ŁŲµَّŲ§ŁِŲŲ§ŲŖِ Ų£َŁَّ ŁَŁُŁ
ْ
Ų£َŲ¬ْŲ±Ų§ً ŁَŲØŁŲ±Ų§ً
Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada
(jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang
mukmin yang mengerjakan amal saleh bahwa mereka memiliki pahala yang
besar.
Allah berfirman didalam surat Annahl ayat 89:
Łَ ŁَŲ²َّŁْŁŲ§ Ų¹َŁَŁْŁَ Ų§ŁْŁِŲŖŲ§ŲØَ ŲŖِŲØْŁŲ§ŁŲ§ً ŁِŁُŁِّ Ų“َŁْŲ”ٍ Łَ ŁُŲÆŁً Łَ Ų±َŲْŁ
َŲ©ً Łَ ŲØُŲ“ْر٠ŁِŁْŁ
ُŲ³ْŁِŁ
ŁŁَ
Dan Kami turunkan kepadamu al-Kitab (Al-Qur’an) ini untuk
menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira
bagi orang-orang yang berserah diri.
Dan juga secara jelas Allah menjadikan Quran sebagai pembeda antara Haq dan Bathil surat Al-Furqan ayat pertama:
ŲŖَŲØŲ§Ų±َŁَ Ų§ŁَّŲ°Ł ŁَŲ²َّŁَ Ų§ŁْŁُŲ±ْŁŲ§Łَ Ų¹َŁŁ Ų¹َŲØْŲÆِŁِ ŁِŁَŁُŁŁَ ŁِŁْŲ¹Ų§ŁَŁ
ŁŁَ ŁَŲ°ŁŲ±Ų§ً
Maha Agung nan Abadi Dzat yang telah menurunkan al-Furqân
(Al-Qur’an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada
seluruh alam.
Tahrif quran sudah menjadi isu yang sengaja dilemparkan
oleh sebagian golongan kepada mazhab ahlulbait as, isu yang masih hangat
di masyarakat dan tanpa disadari menjadi sebuah doktrin bagi sebagian
golongan untuk menyudutkan mazhab lainnya tanpa didasari dalil-dalil
yang jelas, berikut ini penjelasan dan pengenalan mengenai apa itu
tahrif dan penjelasan ulama syiah dalam menolak keberadaan tahrif
didalam Alquran.
A. Makna Takhrif dan Pembagiannya.
Tahrif secara lughawi : Tafsirulkalam ‘alagheiri wajhin
/harrafa assyai ‘an wajhi (menyelewengkan sesuatu pada arah tertentu)
Seperti dalam al-Qur’an ayat Annisa : 46;
ŁُŲَŲ±ِّŁُŁŁَ Ų§ŁْŁَŁِŁ
َ Ų¹َŁْ Ł
َŁŲ§Ų¶ِŲ¹ِŁِ
Mereka merubah perkataan dari tempat-tempatnya.
Attabarsi mengatakan : Yufassiruunaha ‘ala gheiri ma unzilat ( menafsirkan sesuatu selain apa yang diturunkan).
Secara Istilah ada beberapa bentuk dalam memahami tahrif :
Tahrif maknawi : tahrif madlul kalam atau yufassiru ‘ala
wajhin yuwafiqu ra’yu almufassir sawaun awafiqu alwaqi’ am la (
menafsirkan pada bentuk tertentu yang sesuai dengan Ra’yu mufassir baik
itu sesuai dengan yang sebenarnya atau tidak) .
Bentuk tahrif ini banyak dilakukan oleh sebagian mufassir
sehingga jauh dari makna yang sebenarnya. Mazhab Syiah meyakini bahwa
Allah SWT menurunkan ayat tidak sendiri atau tidak telanjang tanpa
penjelasan, akan tetapi berikut takwil dan tafsir ayat tersebut secara
terperinci, seperti didalam hadits dan qaul para ulama Syiah. Sehingga
seperti yang dikatakan Syeikh Mufid bahwa tangan-tangan orang dzalim
inilah yang hendak menghapus dan menyembunyikan keterangan yang jelas
berupa tafsir dan takwil alquran tersebut, bukan menghilangkan ayat
Alquran, tetapi penjelasannya.
Tahrif Qira’ah:
Perubahan Harakat , huruf dengan masih terjaga keutuhan
Quran , seperti membaca Yathhuran atau yathhuranna , yang satu
menggunakan nun khafifah yang lain menggunakan tsaqilah.
Perubahan Lahjah/dialek , seperti lahjah Hijaz berbeda
dengan lahjah iraq dan iran bahkan dengan libanon dan di daerah
sekitarnya, semisal : Qaf , sebagian mengucapkan dengan Gaf.
Tahrif Perubahan Kata:
Seperti kata “asra’u” dengan “Amdhu” , dan “Alhakim” dengan
“Al’adil” Tahrif seperti ini tidak terjadi di dalam Alquran. Walaupun
sebagian hadits didalam mazhab Suni menceritakan perubahan itu.
Tahrif penambahan, pengurangan kalimat dan ayat:
Tahrif sejenis inipun tidak terjadi didalam Alquran,
walaupun ada keterangan hadits dhaif baik itu dalam literatur mazhab
Suni ataupun Syiah. tahrif perubahan kata dan penambahan serta
pengurangan kalimat atau ayat inilah yang akan dibahas pada pembahasan
kita kali ini.
Dalil Ketiadaan Tahrif Al-Qur’an.
a) Dalil dari ayat Alquran
- Ayat al Hifdz
Ų„ِŁَّŲ§ ŁَŲْŁُ ŁَŲ²َّŁْŁَŲ§ Ų§ŁŲ°ِّŁْŲ±َ Łَ Ų„ِŁَّŲ§ ŁَŁُ ŁَŲŲ§ŁِŲøُŁŁَ
Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adzikr, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (Al-Hijr ayat-9).
“Adzikr” yang dimaksud disini adalah Alquran.
Dan dilam ayat ini terdapat makna janji Allah SWT sendirilah yang menjaga keaslian Alquran itu sendiri.
- Ayat Nafi al Bathil.
Ų„ِŁَّ Ų§ŁَّŲ°ŁŁَ ŁَŁَŲ±ُŁŲ§ ŲØِŲ§ŁŲ°ِّŁْŲ±ِ ŁَŁ
َّŲ§ Ų¬Ų§Ų”َŁُŁ
ْ Łَ
Ų„ِŁَّŁُ ŁَŁِŲŖŲ§ŲØٌ Ų¹َŲ²ŁŲ²ٌ ŁŲ§ ŁَŲ£ْŲŖŁŁِ Ų§ŁْŲØŲ§Ų·ِŁُ Ł
ِŁْ ŲØَŁْŁِ ŁَŲÆَŁْŁِ ŁَŁŲ§
Ł
ِŁْ Ų®َŁْŁِŁِ ŲŖَŁْŲ²ŁŁٌ Ł
ِŁْ ŲَŁŁŁ
ٍ ŲَŁ
ŁŲÆٍ
Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari Al-Qur’an ketika
Al-Qur’an itu datang kepada mereka, (mereka juga tidak tersembunyi dari
Kami), dan sesungguhnya Al-Qur’an itu adalah kitab yang mulia.
Yang tidak datang kepadanya (Al-Qur’an) kebatilan, baik
dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha
Bijaksana lagi Maha Terpuji. (Alfushilat : 41-42).
Makna Addzikr disini adalah Alquran, dan “Adzikr” dikatakan
“Al-kitab al’aziz”, jadi makna Addzikr disini adalah Quran. Al-bĆ¢thil
berlawanan dengan Al-haq (kebenaran), dan Alquran Adalah kebenaran dalam
lafadz dan maknanya atau makna-maknanya, serta hukumnya yang abadi,
pengetahuannya bahkan dasar-dasarnya sesuai dengan fitrah manusia.
Seperti yang dikatakan Syeikh Thabarsi dalam Majma Al-bayan mengenai
ayat ini ,dikatakan : Alquran tidak ada hal yang tanaqudh (kontradiktif)
dalam lafadznya tidak ada kebohongan dalam khabarnya, tidak ada yang
ta’arudh (berlawanan), tidak ada penambahan dan pengurangan. Sehingga
pantaslah kalau ayat Alquran ini saling menjelaskan yang satu dengan
yang lainnya.
- Ayat Jam’ul Qur’an dan Qiraatnya
ŁŲ§ ŲŖُŲَŲ±ِّŁْ ŲØِŁِ ŁِŲ³Ų§ŁَŁَ ŁِŲŖَŲ¹ْŲ¬َŁَ ŲØِŁِ
Ų„ِŁَّ Ų¹َŁَŁْŁŲ§ Ų¬َŁ
ْŲ¹َŁُ Łَ ŁُŲ±ْŲ¢ŁَŁُ
ŁَŲ„ِŲ°Ų§ ŁَŲ±َŲ£ْŁŲ§Łُ ŁَŲ§ŲŖَّŲØِŲ¹ْ ŁُŲ±ْŲ¢ŁَŁُ
Ų«ُŁ
َّ Ų„ِŁَّ Ų¹َŁَŁْŁŲ§ ŲØَŁŲ§ŁَŁُ
“Janganlah kamu gerakkan lidahmu karena tergesa-gesa ingin (membaca) Al-Qur’an.
Karena mengumpulkan dan membacanya adalah tanggungan Kami.
Apabila Kami telah selesai membacakannya, maka ikutilah bacaannya itu.
Kemudian, penjelasannya adalah (juga) tanggungan Kami.”
(Al-Qiyamah : 17-19)
Allah SWT lah yang menjaga , mengumpulkan, membacanya, dan menjelaskannya juga.
Disinilah yang diyakini mazhab Syiah Bahwa Wahyu itu bukan
hanya Ayat alquran yang ada di tangan kita tetapi meliputi juga wahyu
penjelasan, takwil, dan keterangan-keterangan lainnya kepada nabi saww
yang bukan termasuk ayat seperti Alquran yang ada pada tangan kita,
sehingga dalam hal ini Imam Ali as menuliskannya secara lengkap dalam
Qurannnya yang makruf dikenal sebagai Quran Ali yang diperintahkan oleh
Rasulullah saww. Sehingga banyak yang keliru memahami Quran Ali disini.
Quran Ali memang memiliki banyak ayat tetapi bukan ayat seperti yang ada
didepan kita, tetapi ayat-ayat penjelasan secara terperinci, meliputi
asbab annuzul, tafsir, takwil, dan keterangan penjelasan lainnya yang
dinamakan didalam sebagai riwayat sebagai ayat sehingga berjumlah 17000
ayat. Tetapi bukanlah ayat Alquran secara asas, hanya ayat penjelasan,
tafsir, takwilnya.
b). Dalil riwayat dari orang-orang Maksum as
- Hadits Ghadir.
Semisal dalam kitab Alihtijaj 1/60 Syeikh Attabarsi:
(Ł
Ų¹Ų§Ų“Ų± Ų§ŁŁŲ§Ų³) ŲŖŲÆŲØŲ±ŁŲ§ Ų§ŁŁŲ±Ų¢Ł ŁŲ§ŁŁŁ
ŁŲ§ Ų¢ŁŲ§ŲŖŁ ŁŲ§ŁŲøŲ±ŁŲ§ Ų„ŁŁ
Ł
ŲŁŁ
Ų§ŲŖŁ ŁŁŲ§ ŲŖŲŖŲØŲ¹ŁŲ§ Ł
ŲŖŲ“Ų§ŲØŁŁ، ŁŁŲ§ŁŁŁ ŁŁ ŁŲØŁŁ ŁŁŁ
Ų²ŁŲ§Ų¬Ų±Ł ŁŁŲ§ ŁŁŲ¶Ų ŁŁŁ
ŲŖŁŲ³ŁŲ±Ł Ų„ŁŲ§ Ų§ŁŲ°Ł Ų£ŁŲ§ Ų¢Ų®Ų° ŲØŁŲÆŁ ŁŁ
ŲµŲ¹ŲÆŁ Ų„ŁŁ – ŁŲ“ائ٠بعضد٠– ŁŁ
Ų¹ŁŁ
ŁŁ
Ų„Ł Ł
Ł
ŁŁŲŖ Ł
ŁŁŲ§Ł ŁŁŲ°Ų§ Ų¹ŁŁ Ł
ŁŁŲ§Ł، ŁŁŁ Ų¹ŁŁ ŲØŁ Ų£ŲØŁ Ų·Ų§ŁŲØ Ų¹ŁŁŁ Ų§ŁŲ³ŁŲ§Ł
Ų£Ų®Ł ŁŁŲµŁŁ،
Di dalam peristiwa Ghadir Khum yang makruf pada tanggal 18 Julhijjah
Nabi saww bersabda : Wahai kaum manusia sekalian,
pelajarilah Alquran, dan fahamilah ayat-ayatnya, dan lihatlah pada ayat
Muhkamah janganlah mengikuti yang mutasyabihah, dan Allah tidak akan
menjelaskankan makna bathinnya dan menerangkan tafsirnya kecuali aku
yang mengangkat tangannya dan yang mengangkat lengannya, dan yang
menunjukkan kamu sesungguhnya barangsiapa yang Aku Maulanya maka ali
Maulanya juga dan dia Ali ibn Abi thalib as saudaraku dan washiku.
Hadits Ghadir merupakah hadits fauqu mutawatir di kalangan
umat Islam. Dan saya sengaja mengambil sebuah contoh hadits ghadir dari
mazhab syiah yang menunjukkan keterjagaan Quran dari tahrif . Dikatakan
disana bahwa perintah mentadabbur quran dan memahaminya dan melihat yang
muhkamah bukan mutasyabihah melazimkan bahwa Alquran pada saat itu
telah terkumpul tersusun, tidak ada perubahan.
- Hadits Tsaqalain
Hadits Ini juga merupakan hadits mutawatir di kalangan umat Islam :
Ų„ŁŁ ŲŖŲ§Ų±Ł ŁŁŁŁ
Ų§ŁŲ«ŁŁŁŁ ŁŲŖŲ§ŲØ Ų§ŁŁŁ Ł Ų¹ŲŖŲ±ŲŖŁ Ų£ŁŁ Ų§ŁŲØŁŲŖŁ، Ł
Ų§ Ų„Ł ŲŖŁ
Ų³ŁŲŖŁ
ŲØŁŁ
Ų§ ŁŁ ŲŖŲ¶ŁŁŲ§ ŲØŲ¹ŲÆŁ Ų£ŲØŲÆŲ§ً…
Rasulullah saww bersabda : Sesungguhnya aku tinggalkan
untuk kalian semua dua pusaka yang berat yang pertama Kitabullah dan
kedua itrati Ahlulbaiti , yang berpegangteguh padanya maka tidak akan
tersesatkan selama-lamanya setelahku…
Keterangan :
- Perintah Tamassuk (berpegang teguh) adalah far’u (bagian)
dari wujud Alquran di tangan almutamassikin (orang yang berpegang
teguh), jadi sesuatu yang mustahil perintah berpegang teguh kepada Quran
yang tidak wujud atau tidak diyakini keutuhannya dari kurang atau
lebihnya ayat atau surat dalam Alquran.
- Hadits yang menjelaskan bahwa Qur’an kuat rukunnya
Imam Ali as berkata :
Ł ŁŲŖŲ§ŲØ Ų§ŁŁŁ ŲØŁŁ Ų§ŲøŁŲ§Ų±ŁŁ
ŁŲ§Ų·Ł ŁŲ§ ŁŲ¹ŁŲ§ ŁŲ³Ų§ŁŁ، Ł ŲØŁŲŖ ŁŲ§ ŲŖŁŲÆŁ
Ų£Ų±ŁŲ§ŁŁ، Ł Ų¹Ų²ّ ŁŲ§ ŲŖŁŲ²Ł
Ų£Ų¹ŁŲ§ŁŁ
Dan kitabullah yang hadir padamu yang Nathiq tidak lelah
lidahnya, dan rumah yang tidak roboh rukun (tiangnya), dan mulia tidak
terputus pertolongannya. ( khutbah 133 nahjul balaghah)
- Hadits Perintah untuk merujuk kepada al-Qur’an
Perintah untuk merujuk pada quran ,dan hadits yang sesuai
dengannya telah dipakai dan yang tidak sesuai dengan quran harus
ditinggalkan, merupakan bukti yang sangat jelas tentang ketiadaan tahrif
dalam alquran. Hal ini melazimkan Alquran sebagai pokok asas untuk
merujuk, dan asas melazimkan keaslian dan keutuhannya, Karena bagaimana
mungkin memerintahkan untuk merujuk kepada Quran sedangkan yang menjadi
sumber nya diragukan keasliaannya, hal ini mustahil.
Ł
ŲŁ
ŲÆ ŲØŁ ŁŲ¹ŁŁŲØ: Ų¹Ł Ų¹ŁŁ ŲØŁ Ų„ŲØŲ±Ų§ŁŁŁ
، Ų¹Ł Ų£ŲØŁŁ، Ų¹Ł Ų§ŁŁŁŁŁŁ، Ų¹Ł
Ų§ŁŲ³ŁŁŁŁ، Ų¹Ł Ų£ŲØŁ Ų¹ŲØŲÆŲ§ŁŁŁ (Ų¹ŁŁŁ Ų§ŁŲ³ŁŲ§Ł
) ŁŲ§Ł: «ŁŲ§Ł Ų±Ų³ŁŁ Ų§ŁŁŁ (ŲµŁŁ Ų§ŁŁŁ Ų¹ŁŁŁ
Ł Ų¢ŁŁ): Ų„Ł Ų¹ŁŁ ŁŁ ŲŁ ŲŁŁŁŲ©، Ł Ų¹ŁŁ ŁŁ ŲµŁŲ§ŲØ ŁŁŲ±Ų§، ŁŁ
Ų§ ŁŲ§ŁŁ ŁŲŖŲ§ŲØ Ų§ŁŁŁ
ŁŲ®Ų°ŁŁ، Ł Ł
Ų§ Ų®Ų§ŁŁ ŁŲŖŲ§ŲØ Ų§ŁŁŁ ŁŲÆŲ¹ŁŁ».
( Ų§ŁŁŲ§ŁŁ 1: 55/ 1)
“Muhammad Ibn Ya’qĆ»b berkata : dari Ali Ibn IbrĆ¢hĆ®m dari
ayahnya dari An-Naufali dari As-Saukani, dari Abu Abdillah bersabda :
Rasulullah saww bersabda : Sesungguhnya dari segala hal yang benar
adalah sebuah hakikah kebenaran, dan dari segala pahala adalah cahaya,
dan apa-apa yang sesuai dengan kitabullah maka ambillah dan yang
bertolak belakang dengan kitabullah tinggalkanlah”.
ŁŁŁ Ų§ŁŲ„Ł
Ų§Ł
Ų§ŁŲµŲ§ŲÆŁ Ų¹ŁŁŁ Ų§ŁŲ³ّŁŲ§Ł
: «Ų„Ų°Ų§ ŁŲ±ŲÆ Ų¹ŁŁŁŁ
ŲŲÆŁŲ«Ų§Ł
Ł
Ų®ŲŖŁŁŲ§Ł ŁŲ£Ų¹Ų±Ų¶ŁŁŁ
Ų§ Ų¹ŁŁ ŁŲŖŲ§ŲØ Ų§ŁŁّŁ، ŁŁ
Ų§ ŁŲ§ŁŁ ŁŲŖŲ§ŲØ Ų§ŁŁّŁ ŁŲ®Ų°ŁŁ، Ł Ł
Ų§ Ų®Ų§ŁŁ
ŁŲŖŲ§ŲØ Ų§ŁŁّŁ ŁŲ±ŲÆّŁŁ …» (ŁŲ³Ų§Ų¦Ł Ų§ŁŲ“ŁŲ¹Ų© : 18:84)
“Perkataan Imam As-SĆ¢diq as : Jikalau datang kepadamu dua
hadits yang berbeda maka rujuklah kepada kitabullah , mana yang sesuai
dengan Quran maka ambillah dan yang tidak sesuai tolaklah”.
Isi dari hadits tersebut tidak lain dari perintah merujuk
kepada Alquran maka hadits yang tidak sesuai dengan Quran maka
tinggalkanlah dan yang sesuai ambillah, bahkan ditegaskan bahwa yang
sesuai dengan Quran itu dariku (Maksumin as) dan yang tidak sesuai itu
bukan dariku.
Hadits semodel ini banyak di dalam literatur Syiah, saya menuliskan sebagian hanya sebagai sebuah gambaran saja.
- Anjuran Imam Maksum as untuk mengkhatamkan Qur’an
Ł
Ł Ų®ŲŖŁ
Ų§ŁŁŲ±Ų¢Ł ŲØŁ
ŁŲ© Ł
Ł Ų¬Ł
Ų¹Ų© Ų„ŁŁ Ų¬Ł
Ų¹Ų© Ł Ų£ŁŁ Ł
Ł Ų°ŁŁ ، Ł Ų®ŁŁ
Ł
ŁŁ ŁŁŁ
Ų§ŁŲ¬Ł
Ų¹Ų©، ŁŲŖŲØ Ų§ŁŁŁ ŁŁ Ų§ŁŲ£Ų¬Ų± Ł Ų§ŁŲŲ³ŁŲ§ŲŖ Ł
Ł Ų£ŁّŁ Ų¬Ł
Ų¹Ų© ŁŲ§ŁŲŖ Ų„ŁŁ Ų¢Ų®Ų±
Ų¬Ł
Ų¹Ų© ŲŖŁŁŁ ŁŁŁŲ§، Ł Ų„Ł Ų®ŲŖŁ
ŁŁ Ų³Ų§Ų¦Ų± Ų§ŁŲ£ŁŲ§Ł
ŁŁŲ°ŁŁ.
Imam Baqir as berkata : Barangsiapa yang mengkhatam Alquran
di Mekkah dari hari Jumat ke hari Jumat lagi atau lebih sedikit dari
itu, dan mengkhatamnya di hari Jumat, Allah SWT menuliskannya pahala
(yang banyak) dan kebaikan ( yang berlimpah) dari awal jum’at sampai
akhir Jum’at. Dan yang mengkhatam di hari lainnyapun seperti demikian
(pahalanya) juga.
Khatam Quran menunjukkan Alquran telah ada dan terkumpul
seperti yang ada sekarang. Karena Khatam melazimkan membaca dari awalnya
sampai akhirnya, karena kalau adanya tahrif berupa kurang ayat maka
tidak bisa dikatakan “khatam” kalau dikatakan adanya penambahan ayat,
maka tidak ada wujudnya dan yang wujud di tangan syiah dari zaman Imam
Ali as ataupun di zaman Imam Baqir as sekalipun sama dengan muslimin
lainnya, lalu bagaimana bisa dikatakan adanya tahrif kurang dan tambah
di dalam mazhab Syiah?
- Dalil kitab yang ada ditangan kaum muslimin sudah lengkap
ŁŲŖŲ§ŲØ Ų±ŲØŁŁ
ŁŁŁŁ
، Ł
ŲØŁŁŲ§ً ŲŁŲ§ŁŲ Ł ŲŲ±Ų§Ł
Ł Ł ŁŲ±Ų§Ų¦Ų¶Ł Ł ŁŲ¶Ų§Ų¦ŁŁ Ł ŁŲ§Ų³Ų®Ł Ł Ł
ŁŲ³ŁŲ®Ł….
Kitab yang ada di tanganmu (kaum Muslim), penjelas halal dan haramnya , fardhu dan fadhailnya, nasikh dan mansukhnya…
Menjelaskan kesempurnaan alquran yang ada di tangan muslimin
(Nahjulbalaghah , khutbah 1:23)
- Surat Imam Ridha as
Perlu kita ketahui bahwa Imam Ridha as adalah Imam ke
delapan di zaman kekhalifahan zalim Abbasiah Al-makmun yang bukan
syiahnya.
ŁŲ£Ł Ų¬Ł
ŁŲ¹ Ł
Ų§ Ų¬Ų§Ų” ŲØŁ Ł
ŲŁ
ŲÆ ŲØŁ Ų§ŁŁŁ ŁŁ Ų§ŁŲŁ Ų§ŁŁ
ŲØŁŁ ŁŲ§ŁŲŖŲµŲÆŁŁ ŲØŁ
ŁŲØŲ¬Ł
ŁŲ¹ Ł
Ł Ł
Ų¶Ł ŁŲØŁŁ Ł
Ł Ų±Ų³Ł Ų§ŁŁŁ ŁŲ£ŁŲØŁŲ§Ų¦Ł ŁŲجج٠ŁŲ§ŁŲŖŲµŲÆŁŁ ŲØŁŲŖŲ§ŲØŁ Ų§ŁŲµŲ§ŲÆŁ
Ų§ŁŲ¹Ų²ŁŲ² Ų§ŁŲ°Ł (ŁŲ§ ŁŲ£ŲŖŁŁ Ų§ŁŲØŲ§Ų·Ł Ł
Ł ŲØŁŁ ŁŲÆŁŁ ŁŁŲ§ Ł
Ł Ų®ŁŁŁ ŲŖŁŲ²ŁŁ ŲŁŁŁ
ŲŁ
ŁŲÆ)
ŁŲ£ŁŁ Ų§ŁŁ
ŁŁŁ
Ł Ų¹ŁŁ Ų§ŁŁŲŖŲØ ŁŁŁŲ§، ŁŲ£ŁŁ ŲŁ Ł
Ł ŁŲ§ŲŖŲŲŖŁ Ų„ŁŁ Ų®Ų§ŲŖŁ
ŲŖŁ ŁŲ¤Ł
Ł ŲØŁ
ŲŁŁ
Ł
ŁŁ
ŲŖŲ“Ų§ŲØŁŁ ŁŲ®Ų§ŲµŁ ŁŲ¹Ų§Ł
Ł ŁŁŲ¹ŲÆŁ ŁŁŲ¹ŁŲÆŁ ŁŁŲ§Ų³Ų®Ł ŁŁ
ŁŲ³ŁŲ®Ł ŁŁŲµŲµŁ ŁŲ£Ų®ŲØŲ§Ų±Ł ŁŲ§ ŁŁŲÆŲ±
Ų£ŲŲÆ Ł
Ł Ų§ŁŁ
Ų®ŁŁŁŁŁ، أ٠ŁŲ£ŲŖŁ ŲØŁ
Ų«ŁŁ ŁŲ£Ł Ų§ŁŲÆŁŁŁ ŲØŲ¹ŲÆŁ ŁŲ§ŁŲŲ¬Ų© Ų¹ŁŁ Ų§ŁŁ
Ų¤Ł
ŁŁŁ
Imam Ridha as berkata : Sesungguhnya Jami’ (seluruh) apa
yang diturunkan Muhammad ibn abdillah adalah Haqqul mubin, dan
membenarkan dengannya seluruh (kitab ) sebelumnya dari utusan Allah SWT
dan para nabi-Nya, dan yang menjadi hujjah (keasliannya) dan
membenarkannya adalah Kitabullah Assadiq alaziz ayat- Yang tidak datang
kepadanya (Al-Qur’an) kebatilan, baik dari depan maupun dari
belakangnya, yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha
Terpuji. Dan Hujjah ayat tersebut menjaga seluruh kitab ( quran)
seluruhnya (kandungannya), dan Alquran benar dari mulai Fatihahnya
sampai akhirnya , kami mengimani Almuhkamah dan mutasyabihah, alkhashah
dan ‘amah , janji dan ancamannya, nasikh dan mansukhnya, kisah dan
akhbarnya, tidak ada seorangpun dari makhluk yang mampu membuat
sepertinya, dan dalil setelahnya serta Hujjah bagi orang Mukmin.
-sangat jelas pernyataan Imam Ridha as membenarkan Quran yang ada di tangan Makmun yang bukan syiahnya.
- Peintah mengumpulkan Qur’an di masa Nabi Saw
Perlu diketahui para Ulama syiah dengan analisa yang
terperinci dan detail berkesimpulan bahwa Quran telah tersusun di jaman
Nabi saww seperti sekarang ini, karena banyak dalil yang menunjukkan hal
itu, baik itu di dalam kitab-kitab mazhab Syiah ataupun Suni. Dan yang
setelahnya adalah ikhtilaf dalam masalah qiraah, seperti yang dilakukan
penyatuan qiraah di zaman Utsman bin Affan – jadi Khalifah Utsman
bukanlah menyusun al-quran tetapi menyatukan qiraahnya dan kesepakatan
tulisan dalam huruf seperti titik dan harakat, sebagian berpendapat
urutan suratnya-,walaupun setelahnya masih terjadi perbedaan yang
mencapai qiraah tujuh sebagian mengatakan sampai sepuluh.
Ų¹ŁŁ ŲØŁ Ų§ŁŲŲ³ŁŁ، Ų¹Ł Ų£ŲŁ
ŲÆ ŲØŁ Ų£ŲØŁ Ų¹ŲØŲÆ Ų§ŁŁŁ، Ų¹Ł Ų¹ŁŁ ŲØŁ Ų§ŁŲŁŁ
Ų¹Ł Ų³ŁŁ، Ų¹Ł
Ų£ŲØŁ ŲØŁŲ± Ų§ŁŲŲ¶Ų±Ł
Ł، ع٠أب٠عبد Ų§ŁŁŁ Ų¹ŁŁŁ Ų§ŁŲ³ŁŲ§Ł
ŁŲ§Ł: Ų„Ł Ų±Ų³ŁŁ Ų§ŁŁŁ ŲµŁŁ Ų§ŁŁŁ Ų¹ŁŁŁ
ŁŲ¢ŁŁ ŁŲ§Ł ŁŲ¹ŁŁ: ŁŲ§ Ų¹ŁŁ Ų§ŁŁŲ±Ų¢Ł Ų®ŁŁ ŁŲ±Ų§Ų“Ł ŁŁ Ų§ŁŁ
ŲµŲŁ ŁŲ§ŁŲŲ±ŁŲ±
ŁŲ§ŁŁŲ±Ų§Ų·ŁŲ³ ŁŲ®Ų°ŁŁ ŁŲ§Ų¬Ł
Ų¹ŁŁ ŁŁŲ§ ŲŖŲ¶ŁŲ¹ŁŁ ŁŁ
Ų§ Ų¶ŁŲ¹ŲŖ Ų§ŁŁŁŁŲÆ Ų§ŁŲŖŁŲ±Ų§Ų©، ŁŲ§ŁŲ·ŁŁ Ų¹ŁŁ
ŁŲ¬Ł
Ų¹Ł ŁŁ Ų«ŁŲØ Ų£ŲµŁŲ±، Ų«Ł
Ų®ŲŖŁ
Ų¹ŁŁŁ ŁŁ ŲØŁŲŖŁ ….
dari Abi Abdillah as, Rasul
saww bersabda kepada Ali as :
Wahai Ali Alquran yang ada dibalik
tilam/kasur, didalam mushhaf dan kain serta kertas, ambillah dan
kumpulkanlah janganlah kau telantarkannya /menghilangkannya seperti
orang-orang Yahudi menelantarkan/menghilangkan tauratnya, maka
bersegeralah Ali untuk mengumpulkannya dan menyusunnya di dalam kain
yang kuat (dijilid) yang kuning, kemudian menyelesaikannya di rumahnya.
(Alamah majlisi -Biharulanwar 89/48).
Penyusunan dan pengumpulan Quran di zaman rasulullah saww
banyak tertulis di dalam kitab rujukan umat Islam, sebagian dari hadits
Suni seperti yang dinukil Al-khawarizmi di dalam kitab Al-manaqib dari
Ali ibn Ribah sesungguhnya Ali ibn Abi thalib as dan ibn Ka’ab
mengumpulkan dan menyusun Alquran Alkarim di zaman rasulullah saww.
c). Pernyataan para ulama Syiah Syeikh Shaduq (wafat-318 H)
Kitab Ali’tiqad 59-60;
Ų§Ų¹ŲŖŁŲ§ŲÆŁŲ§ Ų£Ł Ų§ŁŁŲ±Ų¢Ł Ų§ŁŲ°Ł Ų£ŁŲ²ŁŁ Ų§ŁŁŁ Ų¹ŁŁ ŁŲØŁŁ Ł
ŲŁ
ŲÆ ŲµŁŁ Ų§ŁŁŁ
Ų¹ŁŁŁ Ł Ų¢ŁŁ ŁŁ Ł
Ų§ ŲØŁŁ Ų§ŁŲÆŁŲŖŁŁ Ł ŁŁ Ł
Ų§ ŁŁ Ų£ŁŲÆŁ Ų§ŁŁŲ§Ų³ ŁŁŲ³ ŲØŲ£ŁŲ«Ų± Ł
Ł Ų°ŁŁ ،
ŁŁ
ŲØŁŲŗ Ų³ŁŲ±Ł Ų¹ŁŲÆ Ų§ŁŁŲ§Ų³ Ł
Ų§Ų¦Ų© Ł Ų£Ų±ŲØŲ¹ Ų¹Ų“Ų±Ų© Ų³ŁŲ±Ų© ، ŁŲ¹ŁŲÆŁŲ§ أ٠اŁŲ¶ŲŁ ŁŲ£ŁŁ
ŁŲ“Ų±Ų
Ų³ŁŲ±Ų© ŁŲ§ŲŲÆŲ© ŁŁŲ„ŁŁŲ§Ł ŁŲ£ŁŁ
ŲŖŲ± ŁŁŁ Ų³ŁŲ±Ų© ŁŲ§ŲŲÆŲ© ، ŁŁ
Ł ŁŲ³ŲØ Ų„ŁŁŁŲ§ Ų£ŁŲ§ ŁŁŁŁ Ų£ŁŲ«Ų±
Ł
Ł Ų°ŁŁ ŁŁŁ ŁŲ§Ų°ŲØ “
Keyakinan Kami bahwa Quran yang diturunkan Allah kepada
nabinya Muhammad saww dan quran itu diantara dua sisi, dan dia yang ada
di tangan manusia (sekarang) yang tidak ada lebih dari hal itu yaitu
yang berjumlah 114 surat, dan di kita(syiah) , surat dhuha dan alam
nasyrah dianggap satu surah, dan alilaf dengan alam tara kaifa dianggap
satu surah, dan yang menuduh kita lebih dari demikian maka hal itu
bohong.
Syeikh Mufid ( wafat 413 H).
Kitab Awailul Almaqalat , hal 54 – 56;
ŁŁŲÆ ŁŲ§Ł Ų¬Ł
Ų§Ų¹Ų© Ł
Ł Ų§ŁŁ Ų§ŁŲ§Ł
Ų§Ł
Ų© : Ų§ŁŁ ŁŁ
ŁŁŁŲµ Ł
Ł ŁŁŁ
Ų© ŁŁŲ§ Ł
Ł Ų¢ŁŲ© ŁŁŲ§ Ł
Ł Ų³ŁŲ±Ų© ..) Ų§ŁŲ® .. ŁŲŖŲ¹ŁŁ
Ł
ŲÆŁ ŁŲ°ŲØŁ ŁŲÆŲ¬ŁŁ
Dan berkata ulama Jamaah dari Ahli Imamah (Syiah) : bahwa
sesungghunya Quran tidak ada kurang dari kalimat dan tidak pula dari
ayat dan tidak pula dari surah ….sampai kamu tahu siapa yang
membohonginya dan menipunya. (orang yang mengatakan adanya tahrif)
Syeikh Murtadha ( wafat 436 H).
Risalah aljwabiah alula;
ŁŲ£Ł Ų§ŁŁŲ±Ų¢Ł Ł
Ų¹Ų¬Ų²Ų© Ų§ŁŁŲØŁŲ© ŁŁ
Ų£Ų®Ų° Ų§ŁŲ¹ŁŁŁ
Ų§ŁŲ“Ų±Ų¹ŁŲ© ŁŲ§ŁŲ§ŲŁŲ§Ł
Ų§ŁŲÆŁŁŁŲ©’ ŁŲ¹ŁŁ
Ų§Ų” Ų§ŁŁ
Ų³ŁŁ
ŁŁ ŁŲÆ ŲØŁŲŗŁŲ§ ŁŁ ŲŁŲøŁ ŁŲŁ
Ų§ŁŲŖŁ Ų§ŁŲŗŲ§ŁŲ© ŲŲŖŁ Ų¹Ų±ŁŁŲ§ ŁŁ Ų“Ų¦
Ų§Ų®ŲŖŁŁ ŁŁŁ Ų§Ų¹Ų±Ų§ŲØŁ ŁŁŲ±Ų§Ų”ŲŖŁ.. ŁŁŁŁ ŁŲ¬ŁŲ² Ų§Ł ŁŁŁŁ Ł
ŲŗŁŲ±Ų§ً Ų£Ł
Ł
ŁŁŁŲµŲ§ً Ł
Ų¹ Ų§ŁŲ¹ŁŲ§ŁŲ© Ų§ŁŲµŲ§ŲÆŁŲ© ŁŲ§ŁŲ¶ŲØŲ· Ų§ŁŲ“ŲÆŁŲÆ ! ŁŁŲ§Ł : Ų§Ł Ų§ŁŁŲ±Ų§Ł ŁŲ§Ł Ų¹ŁŁ Ų¹ŁŲÆ Ų±Ų³ŁŁ Ų§ŁŁŁ (Ųµ) Ł
Ų¬Ł
ŁŲ¹Ų§ً Ł
Ų¤ŁŁŲ§ً Ų¹ŁŁ Ł
Ų§ ŁŁ Ų¹ŁŁŁ
Ų§ŁŲ¢Ł ..)
… Sesungguhnya Quran sebuah mukjizah , yang meliputi
ilmu-ilmu Syar’iyyah dan Ahkam diniyyah, dan Ulama Muslimin telah banyak
menghapalnya dan menjaganya sampai dimana mereka mengetahui segala
kekeliruan ( kalau terjadi) didalamnya pada i’rabnya dan bacaannya, dan
bagaimana bisa Quran itu terdapat perubahan atau kekurangan sedangkan
banyak yang menjaganya dan menghapalnya dengan sangat banyaknya , maka
dia berkata : sesungguhnya Quran di zaman rasulullah saww telah
terkumpul , ditulis seperti sekarang ini.
Syeikh Thaifah -Syeikh Thusi ( 460 H)-syeikh thaifah adalah ulama ijma’ yang penting didalam mazhab Syiah.
Albayan fi tafsir Quran juz 1 hal 3;
Ų£Ł
Ų§ Ų§ŁŁŁŲ§Ł
ŁŁ Ų²ŁŲ§ŲÆŲŖŁ ŁŁŁŲµŲ§ŁŁ ŁŁ
ّŁ
Ų§ ŁŲ§ŁŁŁŁ ŲØŁ ‘ŁŲ£Ł Ų§ŁŲ²ŁŲ§ŲÆŲ© ŁŁŁ Ł
Ų¬Ł
Ų¹ Ų¹ŁŁ ŲØŲ·ŁŲ§ŁŁŲ§’
Dan pernyataan dalam ziadah ( lebih ) dan kurang dari quran
tidak layak karena kelebihan (ziadah) adalah secara sepakat merupakan
sebuah kebathilan.
Syeikh Tabarsi (548 H).
(Ų§Ł
Ų§ Ų§ŁŲ²ŁŲ§ŲÆŲ© ŁŁ
Ų¬Ł
Ų¹ Ų¹ŁŁ ŲØŲ·ŁŲ§ŁŁŲ§’ ŁŲ§Ł
Ų§ Ų§ŁŁŁŁ ŲØŲ§ŁŁŁŁŲµŲ© ŁŲ§ŁŲµŲŁŲ Ł
Ł Ł
Ų°ŁŲØ Ų£ŲµŲŲ§ŲØŁŲ§ Ų§ŁŲ§Ł
Ų§Ł
ŁŲ© Ų®ŁŲ§ŁŁ .
Ziadah (kelebihan) dan kekurangan ayat (didalam Alquran)
secara ijma adalah bathil maka yang betul dalam mazhab Imamiah (syiah)
adalah tidak sependapat dengannya (dengan kekurangan dan kelebihan)
( Majma Al-bayan juz 1 hal 15) Sayyid Ali ibn Thawus Alhilli ( 663 H).
Ų„Łَ رأ٠اŁŲ„Ł
Ų§Ł
Ų© ŁŁ Ų¹ŲÆŁ
Ų§ŁŲŖŲŲ±ŁŁ
Sesungguhnya pandangan Syiah Imamiah adalah ketiadaan tahrif Quran ( Sa’du AsSu’ud 144) Alamah Hilli (728 H).
Ų¬Ų¹Ł Ų§ŁŁŁŁ ŲØŲ§ŁŲŖŲŲ±ŁŁ Ł
ŲŖŁŲ§ŁŁŲ§ً Ł
Ų¹ Ų¶Ų±ŁŲ±Ų© ŲŖŁŲ§ŲŖŲ± Ų§ŁŁŲ±Ų¢Ł ŲØŁŁ Ų§ŁŁ
Ų³ŁŁ
ŁŁ
Anggapan Tahrif berlawanan dengan dharuriyat tawatur Alquran diantara muslimin
( Ajwibah Al-Masail Al-Muhawiah 121) Almaula Muhaqiq Ahmad Ardabili (993 H).
جع٠اŁŲ¹ŁŁ
ŲØŁŁŁ Ų§ŁŲŖŲŲ±ŁŁ Ų¶Ų±ŁŲ±ŁŲ§ً Ł
Ł Ų§ŁŁ
Ų°ŁŲØ .
Telah sampai tinggkatan al-‘ilm (qath’i) terhadap penafian tahrif adalah kedaruriatan Mazhab (syiah)
(Majma Alfaidah jilid 2 hal 218) Sayyid Nurullah Tastari Al-Mustasyhid (1029 H).
Ł
Ų§ ŁŲ³ŲØ Ų§ŁŁ Ų§ŁŲ“ŁŲ¹Ų© Ų§ŁŲ§Ł
Ų§Ł
ŁŲ© Ł
Ł Ų§ŁŁŁŁ ŲØŁŁŁŲ¹ Ų§ŁŲŖŲŗŁŁŲ± ŁŁ Ų§ŁŁŲ±Ų¢Ł
ŁŁŲ³ Ł
Ł
Ų§ ŁŲ§Ł ŲØŁ Ų¬Ł
ŁŁŲ± Ų§ŁŲ§Ł
Ų§Ł
ŁŲ©’ Ų§ŁŁ
Ų§ ŁŲ§Ł ŲØŁ Ų“Ų±Ų°Ł
Ų© ŁŁŁŁŲ© Ł
ŁŁŁ
ŁŲ§Ų§Ų¹ŲŖŲÆŲ§ŲÆ
ŲØŁŁ
ŁŁŁ
Ų§ ŲØŁŁŁŁ
Barangsiapa yang menisbatkan kepada syiah mengenai pendapat
adanya perubahan dalam Quran bukanlah pendapat Jumhur Imamiah (syiah)
,mereka yang mengatakan perubahan hanyalah segolongan kecil dari mereka
dikarenakan keyakinan mereka dengan apa yang ada diantara mereka (
Akhbariun)
(Kitab Mashaib An-Nashaib atau Al-Ala’ Arrahman 1/25) Al-Maula Muhaddits Muhammad ibn Hasan Feidz Al-kasyani (1090 H).
: (Ų¹ŁŁ ŁŲ°Ų§ ŁŁ
ŁŲØŁ ŁŁŲ§ Ų§Ų¹ŲŖŁ
Ų§ŲÆ ŲØŲ§ŁŁŲµ Ų§ŁŁ
ŁŲ¬ŁŲÆ’ ŁŁŲÆ ŁŲ§Ł ŲŖŲ¹Ų§ŁŁ
:{ ŁَŲ§ِŁŁُ ŁŁŲŖŲ§ŲØ Ų¹َŲ²ŁŲ² ŁŲ§ ŁَŲ£ŲŖŁŁِ Ų§ŁŲØŲ§Ų·Ł Ł
Ł ŲØŁŁ ŁŲÆŁŁ ŁŁŲ§ Ł
Ł Ų®َŁŁŁ} ŁŁŲ§Ł
:{ ŁŲ„ŁŲ§ ŁَŲŁُ ŁَŲ²ŁŁَŲ§ Ų§ŁŲ°ِŁŲ±َ ŁŲ„ŁŲ§ ŁŁُ ŁَŲŲ§ŁِŲøŁŁ}. ŁŲ£ŁŲ¶Ų§ً ŁŲŖŁŲ§ŁŁ Ł
Ų¹
Ų±ŁŲ§ŁŲ§ŲŖ Ų§ŁŲ¹Ų±Ų¶ Ų¹ŁŁ Ų§ŁŁŲ±Ų¢Ł . ŁŁ
Ų§ ŲÆŁ Ų¹ŁŁ ŁŁŁŲ¹ Ų§ŁŲŖŲŲ±ŁŁ Ł
Ų®Ų§ŁŁ ŁŁŲŖŲ§ŲØ Ų§ŁŁŁ
ŁŲŖŁŲ°ŁŲØ ŁŁ ŁŁŲ¬ŲØ Ų±ŲÆŁ ŁŲ§ŁŲŁŁ
ŲØŁŲ³Ų§ŲÆŁ Ų£Ł ŲŖŲ£ŁŁŁŁ .
Setelah meriwayatkan sebuah hadits mengenai tahrif….
terhadap hal itu tidak ada bagi kita keyakinan (taharif) dikarenakan
adanya nash Quran, Allah berfirman :
sesungguhnya Al-Qur’an itu adalah kitab yang mulia, Yang
tidak datang kepadanya (Al-Qur’an) kebatilan, baik dari depan maupun
dari belakangnya.
dan firman allah Ta’ala :
Sesungguhnya kami yang menurunkan Alquran dan kamilah yang menjaganya.
Dan juga berlawanan dengan riwayat-riwayat mengenai Quran ,
oleh sebab hadits apa saja saja yang menunjukkan tahrif quran
berlawanan dengan Kitabullah dan merupakan suatu kedustaan dan maka
wajib bagi kita untuk menolaknya dan menghukuminya dengan kefasidan,
atau dengan menak’wilnya.
(tafsir Shâfi jilid 1 hal 33).
Syeikh Muhammad Ibn Hasan Hurr Al-Amili (1104 H);
: Ų„Ł Ł
Ł ŲŖŲŖŲØŲ¹ Ų§ŁŲ§Ų®ŲØŲ§Ų± ŁŲŖŁŲŲµ Ų§ŁŲŖŁŲ§Ų±ŁŲ® ŁŲ§ŁŲ¢Ų«Ų§Ų± Ų¹ŁŁ
-Ų¹ŁŁ
Ų§ً
ŁŲ·Ų¹ŁŲ§ً- ŲØŲ£Ł Ų§ŁŁŲ±Ų¢Ł ŁŲÆ ŲØŁŲŗ Ų£Ų¹ŁŁ ŲÆŲ±Ų¬Ų§ŲŖ Ų§ŁŲŖŁŲ§ŲŖŲ±’ ŁŲ£Ł Ų¢ŁŲ¢ŁŁ Ų§ŁŲµŲŲ§ŲØŲ© ŁŲ§ŁŁŲ§
ŁŲŁŲøŁŁŁ ŁŁŲŖŁŁŁŁ’ ŁŲ£ŁŁ ŁŲ§Ł Ų¹ŁŁ Ų¹ŁŲÆ Ų±Ų³ŁŁ Ų§ŁŁŁ (Ųµ) Ł
Ų¬Ł
ŁŲ¹Ų§ً Ł
Ų¤ŁŁŲ§ً
Sesungguhnya barangsiapa yang menelusuri akhbar (rwiayat)
dan meneliti Tarikh , dan atsar , telah diketahui – dengan ilmu
Qath’i-sesungguhnya Quran telah mencapai yang paling tinggi derajatnya
pada tingkatan mutawatir dan ribuan dari shahabat menghapal quran dan
membacanya dan hal itu pada zaman rasulullah saww telah terkumpul dan
tertulis quran tersebut ( Al-fushul Al-Muhimmah fi ta’lif Al-Ummah hal
166) .
Syeikh Ja’far kabir Kasyiful Ghitha (1228 H);
ŁŲ°ŁŁ Ų¬Ų¹ŁŁ Ł
Ł Ų¶Ų±ŁŲ±Ų© Ų§ŁŁ
Ų°ŁŲØ ŲØŁ Ų§ŁŲÆŁŁ ŁŲ§Ų¬Ł
Ų§Ų¹ Ų§ŁŁ
Ų³ŁŁ
Ł ŁŲ§Ų®ŲØŲ§Ų± Ų§ŁŁŲØŁ ŁŲ§ŁŲ£Ų¦Ł
Ų© Ų§ŁŲ·Ų§ŁŲ±ŁŁ .
…oleh sebab itu menjadikannya (penolakan tahrif) dari
daruriat Mazhab (syiah) bahkan agama (Islam umumnya) dan Ijma Muslimin
serta Akhbar dari Nabi saww dan Imam suci as.
( Kasyifulghtha , kitabulquran min Ashalat hal 298).
Syeikh Muhammad ibn Husein Kasyiful ghitha ( 1373 H);
جع٠رŁŲ¶ Ų§ŲŲŖŁ
Ų§Ł Ų§ŁŲŖŲŲ±ŁŁ Ų£ŲµŁŲ§ً Ł
Ł Ų§ŲµŁŁ Ų§ŁŁ
Ų°ŁŲØ .اص٠اŁŲ“ŁŲ¹Ų© ŁŲ§ŲµŁŁŁŲ§
Penolakan terhadap kemungkinan Tahrif adalah bagian dari Ushul Mazhab , hal itu merupakan keaslian Syiah dan ushulnya.
Dan masih banyak lagi pernyataan ulama mutaqaddimin (terdahulu) ….
Ulama Mutaakkhirin sudah jelas dengan ijma’ nya menolak tahrif quran diantaranya :
Sayyid Khui.
Ų„Łَ Ł
Ł ŁŲÆَع٠اŁŲŖŲŲ±ŁŁ ŁŲ®Ų§ŁŁ ŲØŲÆŲ§ŁŲ© Ų§ŁŲ¹ŁŁ
(sesungguhnya yang beranggapan adanya tahrif maka berlawanan dengan kebadihiahan aqal ) (Al-Bayan fi tafsir Al-quran : 220).
Imam Khumaeni;
…ŁŲ§ŁŲ¢Ł ŁŲØŲ¹ŲÆ Ų£Ł Ų£ŲµŲØŲŲŖ ŲµŁŲ±ŲŖŁ Ų§ŁŁŲŖŲØŁŲ© ŁŁ Ł
ŲŖŁŲ§ŁŁŁŲ§ ŲØŲ¹ŲÆ أ٠ŁŲ²ŁŲŖ ŲØŁŲ³Ų§Ł Ų§ŁŁŲŁ Ų¹ŁŁ Ł
Ų±Ų§ŲŁ ŁŁ
Ų±Ų§ŲŖŲØ Ł
Ł ŲÆŁŁ Ų²ŁŲ§ŲÆŲ© Ų£Ł ŁŁŲµŲ§Ł ŁŲŲŖŁ ŁŁ Ųر٠ŁŲ§ŲŲÆ.
Dan sekarang setelah menjadi bentuk secara kitabiah dan
kita menerimanya setelah turun dengan lisan wahyu para tahapan dan
susunan tanpa adanya lebih dan kurang walalupun satu huruf pun. Alquran
annaql akbar 1/66 dan puluhan para maraji mutaakhirin dalam kitabnya dan
fatwanya masing-masing.
Kesimpulan : Alquran merupakan Kitab Tsiql Akbar (pusaka
besar) yang terjamin keasliannya Dengan dalil yang mutawatir dan kuat
Alquran yang sekarang sama dengan di zaman nabi saww, bahkan ditegaskan
bahwa Alquran telah tersusun dan terkumpul sejak zaman Nabi saw.
Hadits-hadits yang mengandung tahrif adalah hadits dhaif (lemah) dan
sangat jarang. Hadits-hadits lemah tersebut terdapat didalam litelatur
Suni dan Syiah dan para ulama telah sepakat dalam penolakan hadits
tersebut. Hadits-hadits yang mengandung tahrif bertolak belakang dengan
dhahir kitab Alquran Quran Ali bukanlah quran yang berbeda dengan Quran
yang ada ditangan muslimin sekarang, akan tetapi perbedaan terletak pada
adanya keterangan penjelasan, takwil dan tafsir didalam Quran Ali.
Alquran syiah sama dengan alquran muslimin umumnya.
(Source)





















Post a Comment
mohon gunakan email