Bersamaan dengan proses pengadilan Syaikh Isa Qasim, kawasan Al-Diraz Bahrain kemarin menyaksikan pengetatan keamanan yang diberlakukan oleh pihak keamanan rezim Al Khalifah.
Seperti dilansir Al-Nasyrah kemarin, pihak keamanan Bahrain juga mengerahkan beberapa helikopter untuk meningkatkan pengamanan dan pengontrolan terhadap kawasan tersebut.
Pihak keamanan Bahrain melarang para pekerja asing untuk memasuki kawasan. Begitu pula seluruh perusahaan yang aktif di kawasan ini melarang para pekerja dan pegawai mereka untuk masuk kantor.
Menurut laporan pihak badan HAM Bahrain, para personel keamanan Bahrain telah bersiaga penuh di seluruh kawasan Al-Diraz dari sejak kemarin lusa. Kondisi ini memaksa seluruh warga untuk menetap di dalam rumah mereka.
Tuduhan utama yang dilancarkan pengadilan Bahrain atas Syaikh Isa Qasim adalah pencucian uang.
Dari sejak kewarganeraan Syaikh Isa Qasim, marja’ Syiah Bahrain, dicabut oleh rezim Al Khalifah, seluruh warga melakukan mogok di sekitar tempat tinggal ulama Bahrain ini. Pasukan keamanan Bahrain pun mengepung kawasan Al-Diraz dan memutus akses kawasan ini ke kawasan lain. Akan tetapi, aksi mogok warga Bahrain masih berlanjut hingga sekarang.
Dari sisi lain, pengadilan banding Syaikh Ali Salman, Sekjen Al-Wifaq, juga telah digelar kemarin dan sekalipun tidak membuahkan hasil. Proses pengadilan selanjutnya akan digelar pada tanggal 22 Desember mendatang.
Di samping itu, pengadilan Bahrain juga telah menjatuhkan pidana eksekusi mati atas tiga warga Bahrain dan pidana seumur hidup untuk sebelas orang terdakwa yang lain. Lebih dari itu, pidana pencabutan kewarganeraan juga dijatuhkan atas delapan warga Bahrain yang lain.
(Al-Nasyrah/Shabestan/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)
Post a Comment
mohon gunakan email