Dmitry Peskov - Kremlin spokesman.
Rusia menyambut kemungkinan partisipasi AS dalam pembicaraan Astana di Suriah, namun posisi Iran merumitkan masalah ini, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kepada BBC dalam sebuah wawancara.
"Kami akan menyambut [partisipasi AS dalam pembicaraan Astana]. Situasi ini sangat rumit. Anda tahu bahwa ada juga Iran yang merupakan pemain yang sangat penting dalam masalah Suriah. Iran tidak menyambut ini. Jadi ini adalah masalah yang sangat rumit sehingga harus bermain sangat hati-hati," kata Peskov.
Perundingan perdamaian di Suriah akan berlangsung pada hari Senin (23/1) di Astana, Kazakhstan.
Kelompok-kelompok bersenjata Suriah setuju untuk menghadiri pembicaraan yang ditengahi oleh Rusia, Turki dan Iran sebagai upaya untuk mengakhiri perang enam tahun di negara itu, yang melihat pasukan pemerintah memerangi sejumlah oposisi dan kelompok teroris, termasuk ISIL, yang dilarang di Rusia juga negara-negara lain di seluruh dunia.
Pada hari Selasa (17/1), Duta Tetap Suriah untuk PBB Bashar Jaafari mengkonfirmasikan dalam sebuah wawancara dengan Sputnik bahwa dia akan memimpin delegasi pemerintah Suriah dalam pembicaraan mendatang.
(BBC/Sputnik/Islam-Times/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)
Post a Comment
mohon gunakan email