Pesan Rahbar

Home » » Polisi Selidiki Merah Putih Logo Bahasa Arab dan Pedang Saat Demo FPI

Polisi Selidiki Merah Putih Logo Bahasa Arab dan Pedang Saat Demo FPI

Written By Unknown on Sunday, 22 January 2017 | 11:58:00

Demo FPI di Mabes Polri. Twitter ‏(Foto: ekowBoy)

Ribuan massa Front Pembela Islam (FPI) melakukan aksi demo di depan Mabes Polri, Senin (16/1) lalu. Mereka menuntut Kapolri Jenderal Tito Karnavian copot Kapolda Jabar, Kapolda Metro Jaya, dan Kapolda Kalbar.

Dalam aksinya, massa membawa bendera merah putih, bendera lambang FPI dan spanduk. Belakangan tersebar foto massa aksi membawa bendera merah putih dengan bahasa arab serta gambar pedang.

Menanggapi hal tersebut, Kapolri Jenderal Tito Karnavian akan mengecek kebenarannya. Dia menegaskan ada undang-undang yang mengatur terkait lambang negara.

"Kita kembali ke aturan hukum. Negara kita negara hukum. Kalau itu tidak diatur undang-undang paling masalahnya masalah moralitas dan masalah sosial. Tapi kita lihat ada aturan undang-undang cara memperlakukan kepada lambang negara termasuk bendera. Bendera yang sudah rusak ada aturannya tidak boleh dikibarkan ada ancaman satu tahun," kata Tito di Mapolda Metro Jaya, Rabu (18/1).

Tito menegaskan, bendera merah putih harus dihormati. Tidak boleh membuat tulisan di bendera dan lain-lain.

"Itu ada undang-undang yang mungkin di negara lain tidak dilarang tapi di negara kita dilarang ada hukumannya satu tahun (kurungan)," sambungnya.

Tentunya, kata Tito, pihaknya memastikan akan melakukan penyelidikan mengenai hal tersebut. Polisi akan memanggil penanggungjawab aksi tersebut.

"Siapa yang membuat siapa yang mengusung. Penanggung jawab korlapnya akan kita panggil. Siapa ini. Dan kita melihat sportifitas. Jangan sampai nanti mohon maaf akal akalan bilang nggak tahu padahal tahu itu berbohong diri sendiri. Nanti seperti hasilnya kadang tertangkap atau tidak tapi saya mendorong agar maksimal penyelidikan ini," pungkasnya.

Sementara itu, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, pihaknya sedang mendalami kasus tersebut. Namun dia membantah disebut kecolongan.

"Sedang didalami, akurasi kebenaran dalam tayangan youtube itu akan diklarifikasi. (Luput pengawasan saat demo) Ini unras di tengah kerumunan. Yang pada saat itu kalau dilihat sedang menyanyikan lagu Indonesia, tiba-tiba ada yang mengibarkan itu, nanti akan diusut lebih lanjut," katanya.


Berikut videonya:


(Merdeka/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)
Share this post :

Post a Comment

mohon gunakan email

Terkait Berita:

  • Jokowi Pernah Malu Lihat Perbatasan RI
  • Keadilan, Prioritas Pemerintahan Imam Mahdi afs
  • Israel Tolak Tampung Pengungsi Suriah
  • Iran Telah Persiapkan Diri Kembali ke Priode Pra Embargo
  • Dituding Nistakan Agama Gara-gara Video Ini, IG Tretan Muslim-Coki Pardede Digeruduk Netizen (Bagian 2)
  • Jelang Demo 4 November, Pemerintah Blokir 11 Situs Sara dan Radikal
Index »

KULINER

Index »

LIFESTYLE

Index »

KELUARGA

Index »

AL QURAN

Index »

SENI

Index »

SAINS - FILSAFAT DAN TEKNOLOGI

Index »

SEPUTAR AGAMA

Index »

OPINI

Index »

OPINI

Index »

MAKAM SUCI

Index »

PANDUAN BLOG

Index »

SENI