Seorang pakar dan peneliti mahdawiyat mengisyaratkan tentang pentingnya menjelaskan pembahasan-pembahasan yang berhubungan dengan masalah mahdawiyat di masjid-masjid, beliau juga mengatakan bahwa pembahasan ini harus didasarkan pada kebutuhan masyarakat umum saat ini.
Hujjatul Islam Muhammad Syahbaziyan dalam acara bersih-bersih masjid jelang bulan suci Ramdhan yang mengangkat tema “masjid adalah basis intizhar, Imamah dan Wilayat”, beliau mengatakan bahwa ada dua cara dalam menyampaikan agama, yang pertama dengan cara membahas dan menyajikan informasi dan yang kedua ialah dengan praktek yang mana kedua metode memiliki dampak yang signifikan di bidang pendidikan agama.
Masjid memilki peran untuk mewujudkan metode yang pertama yaitu menyajikan berbagai informasi, karena masjid merupakan salah satu situs keagamaan terpenting yang mana melalui perantara Imam-imam Jama’ah di masjid yang harus menjelaskan pembahasan agama kepada masyarakat.
Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa pembahasan mahdawi harus secara khusus dibahas di masjid-masjid, Hujjatul Islam Muhammad juga menambahkan bahwa poin pertama mengenai pembahasan mahdawi yang disajikan di masjid ialah harus yang bersifat penting.
Pembahasan yang dianggap kurang penting yang diadakan di masjid-masjid adalah sebuah kekeliruan, karena pembahasan mengenai mahdawi haruslah permasalahan yang telah disepakati oleh ulama-ulama, dan tidak perlu pada pembahasan-pembahasan khusus. Sebagai contoh pembahasan mengenai dari mana ibu Imam Mahdi as berasal, apakah dari Roma atau Irak.
Meskipun pembahasan tersebut seputar Imam Mahdi as, namun masalah tersebut tidak cocok untuk dibahas di masjid karena pemabahasan mengenai asal-usul ibu Imam Mahdi as lebih cocok untuk dijadikan bahan kajian dan penelitian, jelasnya.
Ruhaniawan di masjid harus menjelaskan kepada masyarakat melalui pendekatan sejarah Imam Mahdi as, dan juga harus menyampaikannya dengan lembut dan santun karena sifat-sifat seperti ini sangata ditekankan oleh ajaran Islam, pungkasnya.
(Shabestan/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)
Post a Comment
mohon gunakan email