Pesan Rahbar

Home » » Ogah Masukkan Al-Nusra, Definisi ‘Teroris’ AS Dipertanyakan

Ogah Masukkan Al-Nusra, Definisi ‘Teroris’ AS Dipertanyakan

Written By Unknown on Tuesday, 6 October 2015 | 19:52:00


Kecaman Pemerintah Amerika Serikat (AS) yang terus menerus terhadap aksi serangan Rusia di Suriah yang dianggap salah sasaran, mendapat kritikan warga di negara itu. Pasalnya, AS mengecam serangan Rusia bukan menargetkan teroris .

Akibatnya, definisi “teroris” oleh AS mulai dipertanyakan karena di Suriah terdapat banyak kelompok teror.
Christopher Kozak, seorang analis AS di Institut untuk Studi Perang, menilai definisi “teroris” versi AS sudah kacau. Iapun membandingkannya dengan definisi “teroris” yang diusung Rusia.

Kozak membandingkan definisi “teroris” versi Rusia yang lebih tegas. Salah satu definisi itu pernah diucapkan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov kepada wartawan di sela-sela sidang PBB.

”Jika ia tampak seperti seorang teroris, jika itu bertindak seperti teroris, jika berjalan seperti teroris, jika perkelahian seperti teroris, itu teroris,” kata Lavrov.

Moskow telah mempertanyakan kebijakan Washington yang dianggap telah mendukung berbagai jaringan teror di Timur Tengah dan afiliasinya yang telah memaksa pemerintahan Obama untuk melakukan beberapa akrobat retoris yang cukup mengesankan.

”Masalah mendasarnya adalah bahwa AS sedang mencoba untuk menceraikan kampanye anti-terorisme internasional dari sisa perang saudara di Suriah,” kritik Kozak.

Dia mencontohkan pasukan pemberontak moderat yang dilatih AS tidak benar-benar melawan kelompok teroris seperti Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan pada akhirnya justru dikalahkan kelompok teror al-Nusra. ”Para pemberontak ingin melawan rezim (Suriah), bukan ISIS,” kata Kozak, seperti dikutip Sputnik, Selasa 6 Oktober 2015.

”(Sedangkan) Rusia memiliki beberapa pengaruh karena mereka datang dengan posisi yang lebih koheren,” lanjut Kozak.

Bagian dari kebingungan Washington berasal dari keengganannya untuk menentukan al-Nusra cabang al-Qaeda di Suriah, sebagai organisasi teroris. AS selama ini berpendapat al-Nusra bukan bagian dari kelompok teror bernama Khorasan.

Padahal PBB sendiri menegaskan al-Nusra sudah masuk kategori kelompok teror. ”Perbedaan antara Nusra dan Kelompok Khorasan adalah sesuatu bagi Pentagon,” kata Kozak. ”Mereka ingin mengurai baris agar tidak terseret ke dalam konflik dengan al-Nusra serta ISIS.”

Pendekatan ini berbeda dengan yang dilakukan Rusia. Kremlin berkoordinasi dengan pemilik kedaulatan, yakni rezim Suriah untuk mengindentifikasi kelompok mana saja yang harus diserang karena masuk kategori teroris. Terlebih, di Suriah sudah muncul banyak kelompok teror dengan anggota para warga asing dari berbagai negara.

(Satu-Islam/ABNS)
Share this post :

Post a Comment

mohon gunakan email

Terkait Berita:

  • Doa Hari Pertama
  • Kronologi Aksi Aparat Melumpuhkan 4 Terduga Teroris di Purwakarta
  • 5677 Orang Palestina Ditangkap Dalam Waktu Kurang Dari 8 Bulan
  • Demo Provokasi! GNPF MUI Sepakat Gelar Aksi Bela Islam III Pada 2 Desember 2016
  • Kejahatan Al Sa‘ud Terhadap Muslimin Dunia
  • Wow! Dolar Tembus 15 Ribu Lebih, Prabowo Berapi Api: Telah Terjadi Pengkhianatan, Hidup Dari Hasil Hutang
  • DI Aleppo, Tentara Suriah Putuskan Rute Suplai Teroris
  • Photo-photo Propaganda Hasil Manipulasi Uni Soviet (No Photoshop)
  • Gus Mus: Sesama Muslim Jangan Memberi Stempel Syirik dan Sesat
Index »

KULINER

Index »

LIFESTYLE

Index »

KELUARGA

Index »

AL QURAN

Index »

SENI

Index »

SAINS - FILSAFAT DAN TEKNOLOGI

Index »

SEPUTAR AGAMA

Index »

OPINI

Index »

OPINI

Index »

MAKAM SUCI

Index »

PANDUAN BLOG

Index »

SENI