Pesan Rahbar

Home » » Skandal Pangeran Fahd Arab Saudi Dengan Wanita Kristen Palestina Berakhir Dengan Gugatan Ratusan Milyar

Skandal Pangeran Fahd Arab Saudi Dengan Wanita Kristen Palestina Berakhir Dengan Gugatan Ratusan Milyar

Written By Unknown on Sunday, 3 July 2016 | 22:53:00

Skandal terlarang keluarga kerajaan Saudi - istri simpanan. (Foto: speedytown)

Di satu pesta di Beirut, Lebanon, pada September 1967, gadis muda dari Palestina itu segera terpikat seorang laki-laki yg hampir tiga kali lipat umurnya.

"Beberapa menit setelah aku masuk ruang pesta, aku melihat laki-laki berpostur tinggi itu...Dia pangeran yg sangat terkenal dan dia menatap langsung ke mataku. Tak lama kemudian, dia datang menghampiriku," kata Janan George Harb, kini 68 tahun, kepada TimesLive, beberapa tahun lalu. Janan lahir dari keluarga pas-pasan di Haifa, Palestina. Ayahnya, seorang Kristen, bekerja di restoran.

Janan muda yg sekilas mirip bintang film kondang Sophia Loren berniat mengadu nasib ke Amerika Serikat, tapi pertemuan dgn pangeran di Beirut itu membelokkan jalan hidupnya. Dia adalah Pangeran Fahd bin Abdulaziz al-Saud, salah satu putra Raja Arab Saudi, Abdulaziz al-Saud atau lebih dikenal sebagai Ibnu Saud. Fahd bukan sembarang pangeran Saudi. Dia menjabat posisi sangat strategis yakni Menteri Dalam Negeri.

Enam bulan setelah pertemuan itu, diam-diam Pangeran Fahd menikahi Janan. "Kami merayakan santap malam pernikahan dgn enam orang teman," Janan menuturkan kejadian hampir setengah abad lalu. Lantaran gadis itu beragama Kristen, supaya tak bikin geger di Saudi, Janan dikurung dalam istana. Kabar pernikahan itu juga hanya diketahui segelintir orang.


Pangeran Fahd, menurut Janan, tak menghendaki punya anak dari rahimnya. "Dia tak ingin ada Arafat kecil berlarian di istananya," kata Janan. Tiga kali Janan mengandung, tiga kali pula dia diminta menggugurkan janin dalam perutnya. Pada 1970, Janan diminta angkat kaki dari Saudi. Dia 'diasingkan' di Amerika Serikat, dan belakangan pindah ke London, Inggris.

Pertemuan terakhir Janan dgn 'suaminya' terjadi pada Januari 1974 di Riyadh. Janan mengabarkan dia berniat berpisah dari Pangeran Fahd dan menikah lagi. Fahd yg punya beberapa istri memberi restu. "Aku bilang aku ingin punya anak...Kami berpelukan erat sebelum berpisah," kata Janan. Pada 1975, Pangeran Fahd ditunjuk menjadi Putra Mahkota dan tujuh tahun kemudian naik tahta Saudi.

Tak diakui di muka publik, Janan tak bisa menikmati harta berlimpah keluarga Kerajaan Saudi. Selama bertahun-tahun, Janan menuturkan kepada Independent, dia hidup dgn sokongan 'teman-teman' pengusaha Inggris dan Timur Tengah. Tapi sokongan itu tak cukup untuk mengongkosi gaya hidup Janan yg glamour. Puluhan tahun kemudian, utangnya sudah menumpuk hingga £ 3 juta atau Rp 62 miliar.

Padahal, Raja Fahd bukannya membiarkan mantan istrinya itu melarat. Selain membelikan Janan sejumlah properti mewah, penelusuran Independent menemukan bukti kiriman duit dari Raja Fahd kepada Janan sebesar £ 8 juta atau setara Rp 165 miliar. Entah kemana uang sebanyak itu menguap. Janan beberapa kali berusaha bertemu Raja Fahd, namun sang raja keburu gering karena terkena stroke dan akhirnya mangkat pada Agustus 2005.

Pada 2004, saat Raja Fahd tengah terkulai sakit, Janan sempat mengajukan gugatan klaim biaya hidup di Pengadilan Inggris. Tapi hakim menolak gugatan Janan dgn dalih Raja Fahd dilindungi kekebalan hukum. Hakim di pengadilan banding membuka jalan bagi gugatan Janan. Menurut Janan, Raja Fahd pernah berjanji akan memberikan tunjangan hidup kepadanya.

Saat bertemu dgn Janan di Hotel Dorchester, London, pada Juni 2003, Pangeran Abdulaziz, salah satu putra Raja Fahd, menyatakan akan memenuhi janji-janji sang ayah. Pangeran Abdulaziz, pemilik grup perusahaan Middle East Broadcasting Corporation (MBC), kata Janan, berjanji akan mengirim duit £ 12 juta atau setara Rp 247 miliar dan membelikan dua properti mewah di London. Tapi janji tinggal janji. Tak satu riyal pun janji itu dipenuhi.


Janan pilih menempuh jalur pengadilan. "Jika Pangeran Abdulaziz hendak banding, aku akan menerima tawaran membuat film dari buku yg aku tulis....Aku akan menumpahkan semua cerita di sana," Janan mengancam Pangeran Abdulaziz, seperti dikutip Independent, beberapa tahun lalu. Sempat bertahun-tahun tinggal dalam istana Saudi, Janan tentu menyimpan kisah-kisah "gurih" yg pasti menarik bagi para sutradara film.

Lebih dari sepuluh tahun berjuang di meja hijau, pada 3 November lalu, Hakim Peter Smith di Pengadilan Inggris, mengabulkan gugatan Janan. Hakim Peter memerintahkan Pangeran Abdulaziz membayar tunjangan sebesar £ 15,25 juta plus £ 5 juta untuk membayar dua properti di London. Total, pangeran Saudi itu harus merogoh kantong £ 20,25 juta atau Rp 417 miliar untuk mantan istri 'simpanan' almarhum ayahnya.

"Aku sangat lega. Aku hanya berharap sang pangeran menghormati wasiat ayahnya dan berhenti menunda-nunda," kata Janan kepada Guardian.

(The-Guardian/Speedy-Town/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)
Share this post :

Post a Comment

mohon gunakan email

Terkait Berita:

Index »

KULINER

Index »

LIFESTYLE

Index »

KELUARGA

Index »

AL QURAN

Index »

SENI

Index »

SAINS - FILSAFAT DAN TEKNOLOGI

Index »

SEPUTAR AGAMA

Index »

OPINI

Index »

OPINI

Index »

MAKAM SUCI

Index »

PANDUAN BLOG

Index »

SENI