Kepolisian Israel merekomendasikan dakwaan terhadap istri dari Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu, Sara kepada pihak kejaksaan. Ia diduga menggelapkan dana negara di kantornya dan kediaman pribadinya.
Sara Netanyahu pernah diperiksa oleh pihak kepolisian pada Desember 2015 atas dugaan penggelapan tersebut. Sara juga telah menolak segala tuduhan tersebut. Segala kemungkinan kejatuhan Netanyahu atas kasus tersebut kini bergantung pada pihak Kejaksaan Israel.
“Nyonya Netanyahu tidak melanggar hukum apapun. Ini bahkan bukan persoalan yang melanggar hukum. Kami memastikan bahwa saat pihak berwenang mencocokkan fakta, mereka tidak akan menemukan sesuatu pada keduanya,” ujar juru bicara Netanyahu, Nir Hefez, seperti dimuat Reuters, Selasa (31/5/2016).
Dalam pernyataannya, polisi mengklaim telah menyelesaikan penyelidikan dan menyerahkannya ke pihak kejaksaan. Kecurigaan tersebut terkait tuduhan Sara Netanyahu menyelewengkan dana negara untuk menyewa pembantu untuk mendiang ayahnya yang tengah sakit parah.
Sara juga diduga menyewa jasa seorang tukang listrik yang tidak memenuhi standar tender pemerintah serta menyelenggarakan jamuan makan mewah. Investigasi terhadap skandal tersebut didorong oleh temuan seorang auditor pemerintah dan berdasarkan informasi yang diberikan mantan penjaga kediaman resmi Perdana Menteri.
Ini bukanlah skandal pertama yang menimpa keluarga Netanyahu. Pada 2013, Bibi –sapaan akrab Benjamin- dan istrinya membuat heboh Israel dengan menyewa kamar pribadi tertutup di pesawat El Al dengan tujuan London seharga USD127 ribu (setara Rp1,7 miliar) untuk menghadiri pemakaman mantan PM Inggris Margaret Thatcher. Uang sewa tersebut dimasukkan ke dalam beban negara oleh keduanya.
(Reuters/Oke-Zone/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)
Post a Comment
mohon gunakan email