Daftar Isi Nusantara Angkasa News Global

Advertising

Lyngsat Network Intelsat Asia Sat Satbeams

Meluruskan Doa Berbuka Puasa ‘Paling Sahih’

Doa buka puasa apa yang biasanya Anda baca? Jika jawabannya Allâhumma laka shumtu, maka itu sama seperti yang kebanyakan masyarakat baca...

Pesan Rahbar

Showing posts with label Irak. Show all posts
Showing posts with label Irak. Show all posts

Bahaya Radikalisme Dalam Jihad Mengatasnamakan Ajaran Islam

Anak-anak Izadi korban kekerasan ISIS di Irak utara

Bahaya radikalisme begitu nyata. Dalam bentuk yang paling lunak, radikalisme adalah keengganan untuk menerima kelompok lain yang berbeda. Bentuk ekstrem dari radikalisme adalah aksi kekerasan dan terorisme. Orang radikal belum tentu teroris, tetapi teroris pasti radikal.

Radikalisme versi lunak sekilas tak berbahaya karena ia cenderung pasif. Namun, dalam situasi tertentu, terutama ketika terjadi kerawanan sosial, radikalisme pasif bisa berubah menjadi agresif. Kasus pembakaran rumah ibadah di Tolikara, Papua, 17 Juli lalu, bisa dilihat dari perspektif ini.

Benih radikalisme
Radikalisme bukan monopoli agama tertentu. Dalam tradisi agama-agama selalu terkandung benih-benih yang oleh David Lochhead (1988) disebut isolasionis (tiap-tiap agama hidup dalam komunitasnya sendiri yang terpisah dari kelompok lain), konfrontasionis (kelompok lain dianggap saingan yang harus selalu dicurigai), dan bahkan kebencian (kelompok lain adalah musuh yang harus ditaklukkan).

Bagi kelompok tertentu, benih-benih radikalisme ini bahkan menjadi ideologi yang bisa dengan mudah berubah menjadi kekerasan. Inilah yang oleh Mark Juergensmeyer (1995) disebut sebagai kultur kekerasan. Upaya melawan radikalisme secara koersif melahirkan mata rantai kekerasan yang tidak berkesudahan.

Ciri penting dari kultur kekerasan adalah munculnya persepsi luas bahwa dunia seolah-olah memang menghendaki kekerasan. Bagi kelompok radikal, persepsi ini dikonstruksi sedemikian rupa sebagai tekanan dari pihak luar yang menyebabkan komunitas mereka dalam situasi terancam. Dalam pandangan mereka, aksi kekerasan adalah respons terhadap perasaan terancam yang mereka rasakan.
Mereka bereaksi dalam bentuk perlawanan yang bahkan tidak bisa diduga. Perlawanan itu, menurut Marty dan Appleby (1993), muncul dalam bentuk melawan kembali kelompok yang mengancam keberadaan mereka atau identitas yang menjadi taruhan hidup.

Mereka berjuang untuk menegakkan cita-cita yang mencakup persoalan hidup secara umum, seperti keluarga atau institusi sosial lain. Mereka berjuang dengan kerangka nilai atau identitas tertentu yang diambil dari warisan masa lalu ataupun konstruksi baru. Untuk itu, mereka juga berjuang melawan musuh-musuh tertentu yang muncul dalam bentuk komunitas atau tata sosial keagamaan yang dipandang menyimpang. Terakhir, mereka mengklaim perjuangan mereka atas nama Tuhan.

Radikalisme yang mengarah kepada kekerasan ini pada dasarnya tidak terjadi dengan sendirinya. Radikalisme semacam ini tidak langsung tumbuh dan besar. Ibarat benih, ia butuh lahan yang subur. Pandangan keagamaan yang hitam-putih dan merasa paling “murni” adalah benih yang sangat potensial. Benih ini akan tumbuh dengan cepat di lahan sosial yang diwarnai oleh kesenjangan ekonomi, ketakadilan, kecemburuan sosial, dan penegakan hukum yang lemah.

Perasaan terancam oleh kehadiran kelompok lain adalah pupuk yang membuat radikalisme berubah cepat menjadi agresivisme. Daftar panjang intoleransi dan kekerasan bernuansa agama di Indonesia akumulasi dari hal-hal ini.

Banyak orang berkilah, maraknya kasus intoleransi dan kekerasan bernuansa agama di Indonesia tak bisa menghapuskan fakta kerukunan yang telah berlangsung puluhan tahun. Harus diakui, kajian banyak lembaga antaragama menunjukkan, konflik bernuansa agama yang berdarah-darah baru terjadi menjelang runtuhnya Orde Baru. Itu sebabnya, kerukunan antarpemeluk agama sering dibanga-banggakan Orde Baru.

Namun, kerukunan itu sebetulnya cenderung artifisial. Konflik antaragama tak sering terjadi bukan karena masyarakat telah hidup rukun, tetapi lebih karena penguasa menekan sedemikian rupa agar potensi konflik tersebut tidak muncul ke permukaan. Melalui konsep SARA, umat yang berbeda agama disegregasi begitu rupa sehingga mereka tidak saling memahami satu sama lain. Mereka memahami kelompok lain hanya dalam stereotip-stereotip tertentu.

Ketika bendungan Orde Baru runtuh dan kontestasi sosial berlangsung secara terbuka, bahkan cenderung vulgar, sementara mereka hidup dalam ketidaktahuan satu sama lain, penuh kecurigaan, kecemburuan dan bahkan “permusuhan”, maka tak sulit untuk menduga apa yang akan terjadi.

Lintas sektor
Dalam dunia yang makin majemuk, paradigma mayoritas-minoritas yang cenderung diskriminatif tak bisa lagi dipertahankan. Mobilitas penduduk dari satu negara ke negara lain, dari satu kota ke kota lain, membuat kemajemukan betul-betul hadir di depan kita. Kenyataan ini mengharuskan kita bertemu dengan orang lain yang sama sekali berbeda, baik dari segi ras, suku, kultur, bahasa, maupun keyakinan. Di sinilah toleransi menjadi kata kunci yang tidak bisa ditawar. Dalam ungkapan Michael Walzer (1997), toleransi membuat perbedaan menjadi mungkin; dan perbedan membuat toleransi menjadi penting.

Meski demikian, upaya mengatasi bahaya radikalisme tak cukup hanya dengan konsep toleransi, apalagi toleransi hanya dimaknai sebagai kerukunan. Diakui atau tidak, kecenderungan radikalisme yang mengarah kepada kekerasan tidak bisa dibaca semata-mata sebagai persoalan agama. Karena itu, upaya mengatasinya tidak cukup hanya dengan pendekatan toleransi. Akan tetapi, perlu juga upaya lintas sektoral agar radikalisme tidak mengarah kepada kekerasan.

Upaya memotong mata rantai kekerasan radikalisme setidaknya harus melibatkan tiga unsur vital. Pertama, mendorong para pemimpin agama melakukan pencerahan terus-menerus kepada umatnya bahwa agama adalah ajaran kasih sayang, toleransi dan kewajiban beramal saleh. Kematangan beragama tidak hanya ditentukan oleh intensitas ibadah terhadap Sang Pencipta, tetapi juga oleh kesediaan menerima ciptaan-Nya yang sangat beragam, baik dari segi budaya, etnis, bahasa, maupun agama.

Kedua, mendorong organisasi sosial (ormas) untuk terus-menerus menjaga “rumah bersama” dari ancaman apa pun yang dapat merusak kedamaian hidup bersama. Di sinilah pentingnya dialog yang otentik antarpemeluk agama agar mereka lebih bisa saling memahami. Upaya dialog selama ini lebih sering mencari titik temu ketimbang memahami keunikan masing-masing kelompok agama. Padahal, substansi toleransi bukan persamaan, melainkan justru penghargaan terhadap perbedaan.

Ormas bukan sekadar wadah komunitas sebagai tempat bernaung bagi masyarakat yang memiliki kesamaan-kesamaan tertentu. Ormas adalah benteng untuk menjaga dan melembagakan nilai-nilai dan moral sosial. Tugas ormas dalam hal ini adalah melindungi anggotanya dari kecenderungan kekerasan.

Ketiga, mendorong negara melaksanakan tanggung jawabnya menjamin rasa aman, menegakkan hukum secara adil dan membangun sarana-prasarana yang memudahkan warganya melaksanakan hajat hidup. Kesediaan warga negara untuk taat hukum akan ditentukan oleh sejauh mana negara mampu melaksanakan tanggung jawab ini.

Disadari atau tidak, radikalisme tidak akan pernah mati. Dengan tiga pendekatan ini, setidaknya radikalisme tidak mudah berubah menjadi agresivisme.

Agus Muhammad
Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah NU.

(Kompas/MahdiNews/ABNS)

Bangsa Turki dalam Periode Kemunculan Imam Mahdi


Maksud dari bangsa Turki dalam hadis-hadis kemunculan Imam Mahdi as adalah bangsa Rusia dan bangsa-bangsa lain di sekitar mereka yang berdomisili di Eropa Timur.
 
Banyak hadis yang mengisahkan peran bangsa Turki dalam periode kemunculan Imam Mahdi di akhir zaman. Hadis-hadis yang berhubungan dengan perang Sufyani melawan bangsa Turki adalah salah satu contoh hadis tersebut. Sufyani berkoalisi dengan Romawi dan Yahudi. Ia bergerak di Suriah dan Jordania ketika bangsa Turki berhasil menguasai Suriah. Dalam banyak hadis disebutkan, Sufyani akan melawan bangsa Turki di Qirqisiya yang terletak di perbatasan Suriah, Iraq, dan Turki. Perang ini adalah sebuah perang besar yang meletus lantaran merebutkan sebuah harta benda yang ditemukan di perairan Furat atau di dekat sungai ini.

Hadis lain berhubungan dengan perang Imam Mahdi as melawan bangsa Turki. Dalam sebuah hadis, Imam Jaʻfar Shadiq as berkata, “Imam Mahdi akan mengirimkan pasukan pertama untuk melawan bangsa Turki. Setelah berhasil mengalahkan bangsa ini, beliau akan bergerak menuju Syam dan lantas menaklukannya.”

Mungkin maksud dari bangsa Turki dalam hadis ini adalah bangsa Turki yang hidup di negara Turki. Tetapi, kemungkinan yang lebih kuat adalah bangsa Rusia yang diperangi oleh Sufyani di Qirqisiya dan tak ada satu pun pihak yang menang. Mereka kalah di tangan Imam Mahdi as dan tanah air mereka akan musnah lantaran petir dan halilintar.

(Shabestan/ABNS)

2 Tentara Turki Tewas, 24 Cedera dalam Serangan Bom milisi PKK

Tentara Turki membawa peti mati dari dua rekannya yang tewas dalam bentrokan dengan militan PKK dalam upacara pemakaman di Diyarbakir, Turki, pada tanggal 26 Juli 2015. (Foto: AFP)

Setidaknya dua tentara Turki tewas dan 24 lainnya luka-luka ketika militan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) menabrakan sebuah kendaraan bermuatan bom ke kantor polisi militer di provinsi Agri di timur Turki.

Anggota PKK menggunakan dua ton bahan peledak untuk menyerang stasiun di jalan raya dekat kota Dogubayazit, yang terletak 1.200 kilometer (750 mil) timur ibukota, Ankara, Minggu (2/8/15), kata kantor gubernur setempat dalam sebuah pernyataan.

Tentara yang terluka diangkut ke rumah sakit terdekat untuk menerima perawatan medis; Namun, tidak ada laporan tentang kondisinya.

PKK telah meningkatkan serangan terhadap pasukan keamanan Turki setelah militer Turki membom posisi mereka di Irak utara.

Sebelumnya, seorang tentara Turki tewas dan empat lainnya luka-luka ketika sebuah ledakan menyerang konvoi mereka di sebuah jalan di distrik Midyat di provinsi Mardin tenggara Turki, kantor berita Anadolu melaporkan. Serangan ini menyalahkan PKK.

Perkembangan itu terjadi sehari setelah ledakan ranjau darat lainnya menewaskan seorang letnan Turki dan melukai dua tentara di jalan raya Erzurum-Kars pada Sabtu. Serangan itu juga diyakini telah dilakukan oleh anggota PKK.

Pada tanggal 31 Juli, dua polisi Turki tewas dalam serangan senjata di markas polisi di wilayah Adana selatan Turki.

Milisi PKK menembaki markas polisi di kota Pozanti, yang terletak 322 kilometer timur Ankara, memicu pertempuran sengit yang menewaskan dua polisi serta dua militan.

Anadolu melaporkan pada hari Sabtu bahwa pemboman udara selama seminggu terhadap posisi PKK di wilayah semi-otonom Kurdistan di Irak utara telah menewaskan sekitar 260 militan dan melukai antara 380 dan 400 orang lain.

Anggota Partai Pekerja Kurdistan (PKK) berjalan saat mereka memeriksa lubang yang disebabkan oleh serangan udara Turki di Gunung Qandil, kubu PKK di Irak utara, pada 29 Juli 2015.

Laporan lebih lanjut mencatat bahwa Nurettin Demirtas, wakil pemimpin pro-Partai Demokratik Rakyat Kurdi (HDP), dan Selahattin Demirtas, adalah di antara anggota PKK yang terluka.

Turki baru-baru ini meluncurkan serangan udara yang diklaim target ISIS di Suriah serta posisi PKK di Irak, setelah serangan bom mematikan yang dikaitkan dengan Takfiri ISIS menewaskan 32 orang di kota Suruc barat daya Turki, di seberang perbatasan kota Kobani Suriah utara.

Gencatan senjata sudah dilangsungkan sejak 2013 namun dinyatakan tidak berlaku oleh PKK menyusul serangan udara Turki terhadap kelompoknya, mempersempit peluang kedua belah pihak mencapai kesepakatan dalam waktu dekat.

PKK telah berjuang untuk wilayah otonomi Kurdi di Turki sejak tahun 1980-an. Konflik tersebut telah meninggalkan puluhan ribu orang tewas. []

(MahdiNews/ABNS)

Turki Serang Kurdi, Irak Murka

Baghdad menilai serangan itu sangat berbahaya, dan dapat memancing konflik lanjutan di Timur Tengah. (Foto: Reuters) 

Pemerintah Irak mengutuk serangan udara yang dilakukan pemerintah Turki terhadap basis Kurdi yang berada di utara Irak. Baghdad menilai serangan itu sangat berbahaya, dan dapat memancing konflik lanjutan di Timur Tengah.

"Pemerintah Irak mengutuk serangan Turki pada militan Kurdi di Irak utara, karena dapat menyebabkan eskalasi berbahaya dan itu merupakan serangan terhadap kedaulatan Irak," bunyi pernyataan pemerintah Irak, seperti dilansir The Daily Star pada Rabu (29/7/2015).

Perdana Menteri Irak Haider el-Abadi dalam sebuah pernyataan tertulis di situs kepresidenan Irak menyerukan Turki untuk menghentikan serangan ke basis Kurdi di Irak, dan mulai mencari solusi damai untuk bisa menyelesaikan konflik dengan kaum Kurdi.

"Kami tidak akan membiarkan pihak luar melakukan serangan terhadap tetangga kami di bagian utara negara kami," sambungnya. Kurdi merupakan wilayah otonom di Irak, yang memiliki pemerintahan dan Presiden sendiri.

Seperti diberitakan sebelumnya, selain ISIS, Turki sendiri memang melakukan serangan terhadap simpatisan dan anggota Partai Buruh Kurdistan (PKK), yang masuk ke dalam daftar hitam kelompok teroris di negara tersebut. Selain menyerang pasukan Kurdi di Irak, Turki juga melakukan serangan ke basis Kurdi di Suriah.

(sindonews/ABNS)

3 Tentara Turki Tewas di Turki Tenggara

Tentara Turki menunggu di sebuah pos pemeriksaan di kota Diyarbakir Turki tenggara , 26 Juli 2015. (Foto: AFP)

Serangan yang dilakukan oleh Partai Buruh Kurdistan (PKK) telah menewaskan tiga tentara Turki di tenggara negara itu, seroang tentara mengatakan.

Tentara mengatakan bahwa “tiga … personil – satu petugas, satu bintara dan satu sipil – tewas, dalam serangan PKK di provinsi Sirnak, Kamis (30/7/15).

Konvoi militer diserang di distrik Akcay di Sinrak, yang berbatasan dengan Suriah dan Irak, tentara menambahkan.

Ia menambahkan bahwa “drone, helikopter tempur dan pasukan komando” dikirim ke tempat kejadian.
Seorang petempur PKK juga tewas dalam bentrokan pada Kamis di Sirnak, kata militer.

Insiden itu terjadi akibat kekerasan baru antara pasukan Turki dan PKK, yang anggotanya telah terlibat lama dalam militansi di Turki tenggara.

Rabu malam, seorang polisi dan seorang warga sipil tewas di kota Diyarbakir Turki tenggara dalam serangan yang dipersalahkan ke PKK.

Foto menunjukkan Jet tempur Angkatan Udara Turki membawa rudal saat lepas landas dari Pangkalan Udara Incirlik di kota Adana Turki selatan, 29 Juli 2015. (Foto: AFP)

Turki baru-baru ini meluncurkan serangan udara terhadap basis PKK di Irak utara serta posisi teroris Takfiri ISIS di Suriah setelah serangan bom mematikan yang menewaskan 32 orang tewas di kota barat daya Suruç, di seberang perbatasan kota Kobani Suriah.

Tindakan baru Turki terhadap militan ISIS ini akibat sebelumnya Ankara dianggap sebagai salah satu pendukung utama militan yang berjuang untuk menggulingkan pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad sejak 2011.[]

(MahdiNews/ABNS)

Bagaimana Kalian Begitu Berani Mengatasnamakan-Nya, ISIS Sang Terorisme


ISIS beberapa tahun belakangan ini menjadi momok di Timur Tengah dan dikwatirkan kejahatannya menjalar ke seluruh dunia, berbagai upaya dari berbagai negara mengeroyok mereka untuk hancurkan mereka, tapi mereka masih tetap bertahan dan semakin kuat bahkan masih biasa merebut daerah-daerah baru di Suriah dan Irak. Lalu ada apa dengan ISIS begitu kuat. Ideologi macam apa yang mereka pahami atau siapa yang mendukung mereka, ada banyak pertanyaan tentang ISIS, namun yang penting mengetahui penyebab pokok kebrutalan mereka.

Saya pikir dalam hal ini terkait dengan cara berpikir mereka,saya duga otak-otak mereka yang ideologi nya Wahabi itu, sudah terkena virus “monster” jahat, yang bisa mendelete file-file positif dan secara otomatis ia mereplacenya dengan file-file yang penuh horor.

Tidak ada lagi file-file silaturahmi di otaknya karena sudah di delete dan di replace dengan file kebencian, kekerasan, egoisme, benar sendiri, kafir, bid’ah dan lain sebagainya, yang mengarah ke perpecahan umat. Tidak ada lagi kehangatan dalam beragama dalam jiwa mereka yang ada hanya kebencian dan kekerasan yang biadab.

Tidak ada yang benaran kecuali dirinya, mereka katakan dosa terbesar adalah syirik, sementara mereka menuhankan hawa nafsunya. Dalam puisinya Gus Mus sajikan puisi yang mengingatkan mereka,


Allahu Akbar!
Pekik kalian menghalilintar membuat makhluk-makhluk kecil tergetar

Allahu Akbar! Allah Maha Besar
Urat-urat leher kalian membesar meneriakkan Allahu Akbar
Dan dengan semangat jihad nafsu kebencian kalian membakar
Apa saja yang kalian anggap mungkar

Allahu Akbar, Allah Maha Besar!
Seandainya 5-6 milyar manusia penghuni bumi
Sebesar debu ini
Sesat semua
Atau saleh semua
Tak sedikit pun mempengaruhi kebesaranNya Allah SWT

Melihat keganasan kalian
Aku yakin kalian belum pernah bertemu Ar-Rahman
Yang kasih sayangNya meliputi segalanya
Yang kasih sayangNya meliputi alam semesta

Bagaimana kalian begitu berani mengatasnamakanNya
Ketika dengan pongah kalian melibas mereka
Yang sedang mencari jalan menujuNya?

Mengapa kalau mereka memang pantas masuk neraka
Tidak kalian biarkan Tuhan mereka yang menyiksa mereka
Kapan kalian mendapat mandat wewenang dariNya untuk menyiksa dan melaknat?

Allahu Akbar!
Syirik adalah dosa paling besar
Dan syirik yang paling akbar
Adalah mensekutukanNya
Dengan mempertuhankan diri sendiri
Dengan memutlakkan kebenaran sendiri.

La Ilaha Illallah

Puisi yang tajam dan sangat dalam ini yang bila direnungkan oleh mereka kaum ISIS yang Wahabi itu mungkin akan menjadi anti virus bagi otak mereka dan bisa menyucikan kembali dari kotoran dosa mereka.

Inilah yang para pemimpin Islam katakan bahwa untuk menghancurkan ISIS harus dari akarnya.

[NZaman]

(MahdiNews/ABNS)

ISIS Buka Toko Suvenir di Mosul, Jual Perlengkapan Teror

Foto yang dirilis oleh ISIS pada 26 Juli 2015, menunjukkan toko suvenir kelompok Takfiri di kota Irak Mosul

Kelompok teroris ISIS telah membuka usaha “toko souvenir” yang dikelola militan di kota Mosul Irak, menjual berbagai barang souvenir seperti peralatan terornya, termasuk pisau yang digunakan Takfiri untuk mengeksekusi.

Terletak di kota Mosul, Irak utara, toko souvenir mengerikan yang baru saja dibuka dengan menawarkan replika barang-barang merk ISIS termasuk pisau dan senapan serbu, pakaian dan topeng yang digunakan Takfiri, mengingatkan kepada kejahatan mengerikan yang dilakukan oleh kelompok teroris itu.

Toko tersebut menjual peralatan konvensional, juga barang-barang lainnya seperti topi baseball, bola dan bahkan pakaian olah raga dan training merk Adidas juga tersedia untuk pembeli.


Kelompok teroris berusaha membangun infrastruktur di wilayah yang memiliki potensi wisata layaknya kota-kota besar, meskipun kehadiran mereka ilegal di wilayah ini dan kejahatan mengerikannya terhadap warga sipil. Kelompok bersenjata berat menguasai Mosul pada bulan Juni 2014, sebelum menyapu daerah penting lainnya negara ini, yang sangat dikenal dengan kebiadaban, kekejaman keji, dan tindakan asusilanya.


Pada hari Selasa, Kantor Komisi Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia mengeluarkan laporan yang mengatakan bahwa “terjadi peningkatan jumlah kematian warga di Irak, termasuk anak-anak dan orang tua, ketika mereka berusaha melarikan diri dengan mempertaruhkan hidupnya berlari ke gunung yang berbahaya untuk keselamatan hidupnya menyusul penyerangan di kawasan yang dikendalikan oleh ISIS.” Menurut laporan, penembak jitu kelompok teroris “menyerang dan membunuh” mereka yang berputu asa yang berusaha menyelamatkan diri dari daerah yang dikuasai Takfiri.


Kekerasan telah melanda bagian utara dan barat Irak sejak ISIS meluncurkan serangan teror mematikannya pada tahun 2014, dan menguasai sebagian wilayah Irak. []

(MahdiNews/ABNS)

18 Penembak jitu ISIS Tewas dalam Bentrokan dengan Pasukan Keamanan Irak

Pejuang relawan Mobilisasi Rakyat Irak memantau garis depan dalam bentrokan dengan militan ISIS di kota Saqlawiyah, Irak, pada 26 Juli 2015. (Foto: AFP)

Belasan teroris Takfiri ISIS tewas ketika pasukan keamanan Irak melancarkan operasi terhadap mereka di provinsi barat Anbar.

Panglima pasukan polisi Letnan Jenderal Raed Shaker Jawdat mengatakan polisi-polisi Irak pada Senin (27/7/15) melakukan serangan di kota Husaybah, yang terletak tujuh kilometer di timur kota Ramadi provinsi Anbar, menewaskan 18 penembak jitu ISIS, televisi satelit al-Sumaria melaporkan.

Dia menambahkan bahwa aparat keamanan juga berhasil menjinakkan 44 bom rakitan, dan mengamankan jalan yang menghubungkan dua kota di timur Ramadi.

Secara terpisah, setidaknya 30 anggota ISIS tewas ketika pasukan Irak, yang didukung oleh pejuang suku, memukul balik serangan militan di kota al-Khaldiya, yang terletak sekitar 83 kilometer barat Baghdad. Diantara teroris yang tewas ada warga negara asing.

Pejuang relawan dari Mobilisasi Rakyat Irak menempati posisi selama bentrokan dengan militan ISIS di kota Saqlawiyah pada 15 Juli 2015. (Foto: AFP)
 
Enam kendaraan milik para teroris juga hancur dalam bentrokan sengit tersebut .

Selain itu, para pejuang Mobilisasi Rakyat menguasai rumah sakit lapangan yang dijalankan oleh militan ISIS di kota Saqlawiyah, yang terletak 50 kilometer barat Baghdad.

Fasilitas ini dilengkapi dengan peralatan medis yang canggih dan bahkan memiliki ruang operasi, tempat operasi para militan Takfiri yang cedera, kantor berita al-FORAT melaporkan.

Pejuang Mobilisasi Rakyat berkumpul di pinggiran utara Fallujah, sebelah barat ibukota, Baghdad, saat mereka mempersiapkan diri untuk menyerang posisi ISIS di kota pada 7 Juli 2015. (Foto: AFP)

Komandan Batalion ke-3 Angkatan Darat Irak Brigade ke-30, Kolonel Mahmoud Morzi al-Jumaili, mengatakan seorang komandan militan ISIS, yang diidentifikasi sebagai Kamal Sahi Faraj al-Issawi, dan beberapa ajudannya tewas ketika jet tempur Irak menghantam posisi teroris di kota al-Karmah, yang terletak sekitar 48 kilometer barat Baghdad, Senin.

Bagian utara dan barat Irak telah dilanda kekerasan sejak militan Takfiri ISIS mulai menyerang wilayah Irak pada Juni 2014.

Para teroris bersenjata berat menguasai Mosul sebelum merebut daerah-daerah penting lainnya di negara itu. []

(MahdiNews/ABNS)

Serangan Udara Baru Turki terhadap Kelompok Partai Pekerja Kurdistan (PKK)

Jet tempur F-16 milik Angkatan Udara Turki diambil 21 Juni 2015

Pesawat-pesawat tempur Turki telah meluncurkan serangan udara baru di Irak utara menargetkan kelompok Partai Pekerja Kurdistan (PKK).

Jet tempur F-16 lepas landas dari pangkalan udara di Diyarbakir selatan Turki pada Minggu malam (26/7/15) menyerang posisi PKK di Gunung Qandil, di wilayah semi-otonom Kurdistan Irak, media bahasa Turki melaporkan.

“Sekitar pukul 9:00 (1800 GMT), pesawat Turki mulai membom beberapa posisi kami di dua daerah di utara Dohuk dan utara Arbil”, Bakhtiar Dogan, juru bicara PKK di Irak mengatakan kepada AFP.

Tidak ada laporan segera tentang tingkat kerusakan atau jumlah korban.

Serangan jet Turki ke Irak dan Suriah, yang dilakukan Jumat, sedikitnya menewaskan 32 orang menyusul ledakan bom “teroris” di barat daya Suruç Turki awal pekan ini. Serangan itu dikaitkan dengan ISIS, kelompok teroris yang mengontrol daerah di Irak dan Suriah.

Ankara menyalahkan PKK atas serangkaian serangan terhadap pasukan keamanan dalam beberapa hari terakhir.

Serangan militer Turki arahkan untuk menyerang posisi ISIS di Suriah dan PKK di Irak utara.

Pemerintah Turki diyakini sebagai salah satu pendukung utama kelompok teroris melawan Presiden Suriah Bashar al-Assad sejak 2011, dimana laporan menunjukkan bahwa Ankara aktif melatih dan mempersenjatai militan yang beroperasi di Suriah, dan juga memfasilitasi perjalanan yang aman bagi teroris asing yang hendak ke wilayah yang dilanda krisis. []

(MahdiNews/ABNS)

Lebih dari 180 Anak-anak di Culik ISIS di Mosul

Sekelompok anak-anak yang direkrut oleh militan Takfiri ISIS

Kelompok Takfiri ISIS telah menculik lebih dari 180 anak-anak di Mosul Irak selama beberapa hari terakhir, kata seorang pejabat Kurdi Irak.

Saeed Mamouzini, seorang pejabat senior Partai Demokrat Kurdistan Irak (PPK), mengatakan pada Sabtu (25/7/15) bahwa anak-anak, berusia antara 10 dan 15, telah dipindahkan ke kamp-kamp militer ISIS di Mosul untuk dilatih.

“Selama beberapa hari terakhir, militan ISIS menculik 182 anak-anak dari kota Mosul … Anak-anak dipindahkan ke pusat-pusat pelatihan militer dan operasi bunuh diri,” media mengutip yang dikatakan Mamouzini.

Angka terbaru menunjukkan kelompok militan telah menculik sekitar 1.500 anak-anak sejak mereka merebut kota ini lebih dari setahun yang lalu.

Kelompok Takfiri menggunakan anak-anak di Suriah dan Irak untuk melakukan serangan teroris dan eksekusi.

Beberapa video yang dirilis oleh teroris ISIS menunjukkan anak-anak atau remaja mengeksekusi tentara ditangkap dan warga sipil di Irak.

Laporan media juga menunjukkan bahwa kelompok teroris ISIS mengajar anak-anak untuk melakukan pemenggalan dengan memperlihatkan video pemenggalan di kamp-kamp pelatihan.

Kelompok Takfiri juga merekrut remaja dan anak-anak di daerah yang mereka kendalikan di Suriah dan Irak dengan menawarkan hadiah atau mengancam sertan mencuci otak mereka.

Sebuah adegan yang diambil dari sebuah video ISIS yang konon memperlihatkan seorang anak yang direkrut oleh kelompok teroris Takfiri, memenggal kepala seorang perwira Suriah.

Anak-anak menjalani pelatihan militer, dan diberi indoktrinasi garis keras setelah mereka direkrut.
Kekerasan telah melanda bagian utara dan barat Irak sejak ISIS meluncurkan serangan teror mematikannya pada bulan Juni 2014, dan menguasai beberapa di wilayah Irak.

Kelompok teroris ISIS terkenal akan kebiadaban, dan kekejamannya serta tindakan asusila. Militan dituduh melakukan pelanggaran HAM berat dan kejahatan perang di wilayah yang mereka kuasai di Suriah, Irak, dan Libya. []

(MahdiNews/ABNS)

Keluarga Pasukan Irak yang Memerangi ISIS Harus dilindungi

Abdul-Mahdi al-Karbalaie, juru bicara ulama Syiah Irak terkemuka Ayatollah Ali al-Sistani

Juru bicara ulama ternama Irak Ayatollah Ali al-Sistani telah menyerukan kepada pemerintah Baghdad untuk berbuat lebih banyak dalam melindungi keluarga tentara dan pasukan relawan yang berjuang melawan militan Takfiri ISIS di seluruh negeri.

Adalah tidak logis atau tidak dapat diterima saat para tentara atau relawan yang mengorbankan diri dengan meninggalkan keluarga yang mereka cintai demi Irak kurang dilindungan oleh pasukan keamanan, yang mungkin, mereka menjadi korban ISIS, Abdul-Mahdi al-Karbalaie Jumat (24/7/15).

“Mendesak pemerintah untuk menerapkan kebijakan yang tegas dan ketat menghukum elemen-elemen yang terbukti terlibat dalam kegiatan kriminal atau mereka yang tidak menjaga komitmennya,” tambah Karbalaie.

Dia juga mendesak pemerintah Irak untuk melaksanakan langkah-langkah yang bertujuan menangkap dan membawa mereka yang melancarkan serangan mematikan terhadap warga sipil tak berdosa ke pengadilan.

Pejuang relawan Irak bersenjata dari unit Mobilisasi Rakyat menempati posisi dalam bentrokan dengan militan ISIS di kota Saqlawiyah di pinggiran Fallujah, Irak, 15 Juli 2015. (Foto: AFP)

Pernyataan itu datang setelah pesawat militer Irak melakukan serangan presisi terhadap tempat persembunyian teroris di daerah al-Rashad di kota al-Karmah, yang terletak sekitar 48 kilometer barat Baghdad, Kamis. Sebanyak 17 ektrimis ISIS tewas dalam serangan udara tersebut.

Pasukan Mobilisasi Rakyat juga berhasil membebaskan desa al-Jarrah di timur laut Fallujah, yang terletak sekitar 69 kilometer barat Baghdad.

Seorang wanita Irak berduka selama pemakaman sepuluh tentara Irak di kota suci Najaf Irak, 1 Juli 2015.

Komandan Samarra Operasi Mayjen Emad al-Zahiri mengatakan 10 teroris ISIS tewas setelah jet tempur Irak melanda daerah barat di kota suci suci Samarra. Tiga kendaraan milik teroris ISIS juga hancur.

Pasukan keamanan Irak meluncurkan rentetan peluru artileri ke posisi ISIS di daerah al-Sabihat dan al-Na’miyah Karmah, menewaskan tujuh Takfiri ISIS.

Bagian utara dan barat Irak telah dilanda kekerasan sejak militan Takfiri ISIS menyerang wilayah Irak pada Juni 2014.
Para teroris bersenjata berat menguasai Mosul sebelum merebut daerah penting lainnya di negara itu. []

(MahdiNews/ABNS)

Ajakan Revolusi Melawan ISIS di Al-Anbar


Suku dan etnis-etnis yang eksis di Iraq kemarin mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menggelar revolusi melawan kelompok teroris ISIS. Setelah ajakan ini tersebar luas, Shalah Pasya penguasa daerah ISIS di Kabisah, al-Anbar, tewas bersama tiga orang pengikutnya dalam sebuah pertempuran bersenjata.
 
Menurut sebuah sumber yang enggan disebut namanya, suku-suku Iraq menyerang rumah Shalah Pasya dan terjadi pertempuran sengit dengan para pengawalnya. Dalam pertempuran ini, ia tewas bersama tiga pengikutnya.

Menurut penuturan pihak kepolisian al-Anbar, istri Shalah Pasya melarikan diri ke daerah yang tidak diketahui dan para militan ISIS sedang mencarinya. Istri Pasya berkebangsaan Suriah.

Operasi militer Iraq untuk membebaskan Propinsi al-Anbar dari cengkeraman ISIS masih berlanjut dengan bantuan suku-suku yang eksis di Iraq. Sebagian suku Iraq telah membentuk sebuah pasukan khusus untuk melakukan serangan-serangan militer terhadap kelompok teroris ISIS.

(Shabestan/ABNS)

Putri Erdogan Rawat Militan Takfiri ISIS yang Cedera di Rumah Sakit Rahasia

Sumeyye Erdogan, putri Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

Putri Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah menjalankan rumah sakit “rahasia” tempat para militan Takfiri ISIS yang terluka mendapat perawatan, seorang perawat mengatakan.

Perawat, yang berbicara dengan syarat anonim, mengungkapkan bahwa rumah sakit militer rahasia, yang dipimpin oleh Sumeyye Erdogan, terletak di kota Sanliurfa tenggara Turki, Global Research, lembaga penelitian dan media independen, melaporkan.

Perawat berusia 34 tahun itu mengungkapkan bahwa rumah sakit melayani perawatan medis untuk militan Takfiri yang terluka yang dibawa dari Suriah.

Perawat lebih lanjut mengatakan dia telah bekerja di rumah sakit selama tujuh minggu, menambahkan, “Hampir setiap hari beberapa truk militer Turki membawa puluhan militan ISIS terluka parah, ke rumah sakit rahasia kami.”
“Kami harus mempersiapkan kamar operasi dan dokter untuk membantu sesuai prosedur,” tambahnya.

“Saya diberi gaji rendah $ 7.500, tetapi mereka tidak mengetahui agama saya. Sebenarnya saya penganut Alawi dan sejak Erdogan menjadi kepala negara, sistemnya mengabaikan minoritas Alawi, “tambah perawat.
Akibat sikap pemerintah Turki pada keyakinannya menjadi alasan ia meninggalkan rumah sakit.

Perawat mengatakan bahwa ia telah melihat putri Erdogan beberapa kali di lokasi rumah sakit sebelum keputusannya untuk meninggalkan pusat pelayanan medis itu.

Perawat itu juga menyesali setelah ia bergabung dengan rumah sakit itu dan mengatakan dia sekarang takut ditangkap oleh polisi dan intelejen Turki.

Putri Erdogan sebelumnya telah mengumumkan rencananya untuk melakukan kunjungan ke kota Mosul di Irak, yang saat ini berada dalam pengepungan kelompok Takfiri ISIS, untuk membantu militan di kota. Irak telah dilanda aksi terorisme oleh kelompok Takfiri sejak pada Juni 2014.

Pemerintah Erdogan telah menjadi salah satu pendukung utama kelompok teroris melawan pemerintah Assad sejak 2011, dengan laporan mengatakan bahwa Ankara aktif melatih dan mempersenjatai militan di Suriah dan memfasilitasi perjalanan yang aman bagi teroris ke negara itu.

Pada tanggal 12 Juni, surat kabar Zaman Turki juga mengungkapkan bahwa Ankara memungkinkan teroris ISIS untuk bebas berjalan di jalan-jalan di daerah perbatasan Akcakale di Sanliurfa.
(MahdiNews/ABNS)

Takfiri ISIS Melarang Penyelenggaraan Pesta Perayaan dan Kegembiraan Hari Raya Idul Fitri di Mosul


Kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dengan menyampaikan instruksi baru, melarang penyelenggaraan segala bentuk pesta perayaan dan kegembiraan, bertepatan dengan hari raya Idul Fitri di Mosul.

Menurut laporan IQNA, seperti dikutip dari situs Voic of Irak, takfiri ISIS dengan mengeluarkan isntruksi baru mengumumkan bahwa masyarakat Mosul tidak berhak untuk bergembira pada liburan Idul Fitri dan merayakan perayaan dan menindak siapa saja yang menziarahi kubur.

Ismat Rajab, Penaggung Jawab cabang 14 Partai Demokrat Kurdistan-Irak di propinsi Niniwe, Irak dalam hal ini mengatakan, ISIS melarang penyelenggaraan pesta perayaan bertepatan dengan hari raya Idul Fitri dan mengumumkan akan menangkap setiap orang yang pergi ziarah kubur dan akan menghukumnya.

Demikian juga, anasir takfiri ISIS meminta para pemilik toko dan tempat-tempat kota Utara Irak, yang berada dalam kontrolnya supaya tidak memberikan nama-nama asing tempat-tempat ini, dimana menurut pendapat anasir ini karena terkait dengan ideologi kafir seperti venus atau gitar dan hanya menggunakan nama-nama Arab fusha (fasih).

Mosul merupakan kota terbesar yang berada di bawah kontrol ISIS, dan sebelum berada dalam jajahan ISIS, memiliki populasi kurang lebih 2 juta orang.

Pelaksanaan hukum takfiri di kota ini menciptakan banyak kegelisahan dan kekhawatiran di tengah-tengah masyarakat, seperti wajib menumbuhkan jenggot untuk laki-laki.

(IQNA/ABNS)

PBB Mengecam Pembunuhan Warga Sipil di Diyala, Irak Oleh ISIS


Wakil Khusus Sekretaris Jenderal PBB di Irak, Jan Kubis, mengecam serangan teroris di kota Khan Bani Saad, di propinsi Diyala.

Menurut laporan IQNA, seperti dikutip dari situs Almaalomah, serangan ini terjadi pada Jumat sore (17/7), di kota Khan Bani Saad, propinsi Diyala dan mengakibatkan 120 orang meninggal dunia dan 130 lainnya luka-luka. Sementara 20 orang lainnya belum diketahui.

Jan Kubis, Wakil Khusus Sekretaris Jenderal PBB di Irak mengatakan, aksi ini tidak akan mengendurkan keyakinan koeksistensi masyarakat Diyala dan Irak.

Tanggung jawab serangan yang dilakukan dengan mobil berisikan bom ini, diemban oleh kelompok takfiri Zionis Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Pejabat PBB ini sangat menyayangkan masalah ini, yaitu serangan masyarakat ini dilakukan saat masyarakat sedang merayakan hari raya Idul Fitri.

Dewan setempat Diyala hari ini menyelenggarakan pertemuan darurat. Dewan ini mendeskripsikan serangan ini sebagai tragedi kemanusiaan.

Haider al-Abadi, Perdana Menteri Irak mengatakan, serangan ini adalah tindakan teroris terhadap warga sipil Irak dan menjanjikan para pelakunya akan dituntut.

Para pejabat setempat di propinsi Diyala dengan menghapus acara Idul Fitri, mengumumkan tiga hari berkabung umum.

(IQNA/ABNS)

Takfiri Remaja ISIS Penggal Tentara Suriah dalam Video Baru

Sebuah adegan yang diambil dari dugaan sebuah video ISIS memperlihatkan seorang anak yang direkrut oleh kelompok teroris Takfiri, memenggal kepala seorang tentara Suriah.

Kelompok teroris Takfiri ISIS telah merilis sebuah video baru yang memperlihatkan seorang remaja yang direkrutnya memenggal kepala seorang tentara Suriah.

Rekaman, diterima oleh badan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, Jumat (17/7/15), memperlihatkan seorang remaja yang usianya tidak bisa dikonfirmasi, dengan pisau ditanganya menduduki tentara Suriah yang berlutut disampingnya.

Dalam video tersebut, tentara itu mengakui bahwa ia ditawan oleh kelompok ISIS ketika ia berada di Istana al-Heer di dekat kota kuno Palmyra, di provinsi Homs tengah. Kemudian, didampingi teroris dewasa, yang berada didepan remaja itu, membawa kamera dan mengancam penonton.

“Tujuan kami bukan hanya Palmyra atau Homs atau Damaskus tetapi tujuan kami adalah untuk menaklukkan al-Quds (Yerusalem) dan Roma, insya Allah.”

Kemudian, remaja yang mengenakan ikat kepala hitam itu dengan dibantu para teroris dewasa, memaksa tawanan berbaring di bawahnya sehingga remaja itu bisa menarik kepala tentara itu dan menyembelih kepalanya dengan pisau kecil.

Setelah pemenggalan kepala tentara itu, ia memegang kepala korbannya meniru pose yang biasa dilakukan oleh anggota ISIS dalam ritual pemenggalan yang mengerikan.

Teroris dewasa menyebut anak itu dengan sebutan “anak Khilafah”, yang diyakini telah menjalani pelatihan militer, dan diberi indoktrinasi garis keras setelah mereka direkrut.

Sebuah adegan yang diambil dari video yang berjudul “Al-Farouq Institut Cubs” diklaim memperlihatkan pelatihan anak di kamp pelatihan anak-anak.

Insiden mengerikan itu menegaskan laporan tahun 2.014 oleh Dewan Hak Asasi Manusia PBB bahwa kelompok teror “telah mendirikan kamp-kamp pelatihan untuk merekrut anak-anak dijadikan teroris bersenjata dengan kedok pendidikan.”

“Di kamp, itu anak-anak di latihan dengan senjata dan menerima pendidikan agama … Adanya kamp tersebut tampaknya menunjukkan bahwa ISIS secara sistematis memberikan pelatihan militer untuk anak-anak,” terbaca dalam laporan itu.

Kelompok teroris ISIS sangat terkenak dengan kebiadaban, kekejaman dan keji-kejian, serta tindakan asusilanya. Para militan dituduh melakukan pelanggaran HAM berat dan melakukan kejahatan perang di wilayah yang mereka kuasai di Suriah, Irak, dan Libya.

Konflik di Suriah yang dimulai pada bulan Maret 2011, dilaporkan telah menewaskan lebih dari 230.000 jiwa.

Kekerasan juga telah memaksa lebih dari 3,8 juta warga Suriah mengungsi ke negara-negara tetangganya, sementara lebih dari 7,2 juta lainnya telah mengungsi di dalam Suriah, menurut PBB.
(Mahdi News/ABNS)

Ratusan Warga Tewas Dibunuh ISIS

Seorang perempuan Yazidi harus meninggalkan kediamannya di kota Sinjar, Irak yang diduduki ISIS menangis saat tiba di sebuah tempat penampungan di wilayah otonomi Kurdi. 

Penganut Yazidi berkumpul di kuil suci Lalish, yang terletak 35 Km dari Mosul untuk merayakan Tahun Baru April lalu.

Ratusan warga minoritas Yazidi yang ditahan tewas dibunuh kelompok yang menyebut diri Negara Islam ISIS di bagian barat Kota Mosul, seperti disampaikan pejabat Irak dan Yazidi.

Pernyataan yang dirilis oleh Partai Kemajuan Yazidi menyebutkan 300 tahanan tewas dibunuh pada Jumat di distrik Tal Afar dekat dengan Kota Mosul.

Wakil Presiden Irak Osama al-Nujaifi menjelaskan laporan mengenai kematian warga minoritas Yazidi itu sebagai tindakan "mengerikan dan barbar".

Partai Kemajuan Yazidi dalam keterangan resmi yang dimuat dalam situs Kurdish Shafaq News, mengecam insiden terakhir sebagai "kejahatan yang kejam" dan meminta pasukan Irak untuk membebaskan tahanan ISIS.

Ribuan anggota agama minoritas ditangkap pada tahun lalu.

Editor urusan Timur Tengah BBC Alan Johnston melaporkan tak diketahui bagaimana mereka dibunuh, atau mengapa kejadian itu baru terjadi sekarang.

Yazidi

Seorang perempuan penganut Yazidi tiba di Desa al-Humeira setelah dibebaskan ISIS pada April lalu.

Laporan menyebutkan banyak warga minoritas yang ditahan di Mosul, yang merupakan wilayah kekuasaan ISIS setelah kelompok militan ini menduduki kawasan utara dan barat Irak, serta bagian timur Suriah pada 2014 lalu.

Yazidis, yang merupakan bagian dari beberapa agama dan kepercayaan, yang dimusuhi ISIS.
Ribuan orang warga minoritas Yazidi mengungsi ke kawasan utara yang dikuasai oleh etnis Kurdi setelah ISIS mengambil alih distrik Sinjar di Provinsi Nineveh yang mayoritas dihuni warga Yazidi.

Pada Januari lalu, ISIS membebaskan 200 orang penganut Yazidi - sebagian besar orang tua- ke tangan pasukan Kurdi di dekat kota Kirkuk.

(BBC Indonesia/tribunnews.com/ABNS) 

Kebrutalan ISIS Kembali Terbongkar

Kantor berita Associated Press sempat mewawancarai seorang gadis Yazidi berusia 15 tahun yang berhasil lolos dari sekapan ISIS. Gadis itu kini tinggal di sebuah dusun kecil di luar kota Dahuk, Irak.

Kebrutalan kelompok militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) terhadap kaum hawa kembali terbongkar.

Anggota Sekjen PBB untuk Kejahatan Seksual, Zainab Bangura, membeberkan anggota ISIS kerap menelanjangi tawanan gadisnya dan melakukan tes keperawanan.

Lalu, para gadis tersebut dikirimkan ke tempat pelelangan budak setelah gerilyawan ISIS menyerang desa serta membunuh sanak keluarganya.

ISIS memilih perawan yang paling cantik di antara para wanita yang ditangkap, lalu mengirimnya ke Suriah untuk dijadikan budak seks.

Ilustrasi wanita dari kaum Yazidi

Sadisnya, jika menolak, gadis tersebut akan dibunuh, termasuk salah satunya yang dibakar hidup-hidup karena ogah menjadi budak seks ISIS.

Bangura melanglangbuana ke Suriah, Irak, Turki, Lebanon dan Yordania untuk berbicara dengan wanita--terutama dari minoritas Yazidi--yang menjadi korban kejahatan seksual ISIS.

Tawar menawar sengit biasanya terjadi saat lelang budak, di mana para gadis tersebut dijual dengan kondisi telanjang.

"Pemimpin ISIS adalah yang pertama memilih, lalu kemudian para bawahannya," ujar Bangura seperti dilansir Mirror.

Pemenang lelang biasanya mengambil tiga atau empat gadis, lalu menjualnya kembali setelah mereka bosan.

Para wanita Yazidi

"Kami mendengar, salah seorang gadis diperdagangkan sebanyak 22 kali. Pemimpin ISIS menulis namanya di tangan gadis tersebut. Ini menunjukkan bahwa gadis tersebut adalah properti miliknya," kata Bangura.

Beberapa dari wanita tersebut mengalami depresi karena tidak bisa kabur.

Mereka pun memilih untuk mengakhiri nyawa dengan gantung diri menggunakan selendang.

Perempuan dari etnis Yazidi

Karena itu pula, di sejumlah lokasi, para pemerkosa dari ISIS melarang para wanita tersebut memakai selendang.

Bangura juga bercerita tentang seorang gadis yang dibakar hidup-hidup karena menolak untuk melayani kebutuhan seks brutal para pemiliknya. (*)

(Mirror/tribunnews.com/ABNS)

Lagi, ISIS Siksa Anggota yang Dituduh Batal Puasa


ISIS lagi-lagi menyiksa seorang muslim yang batal puasa. Sejumlah foto yang dirilis Pusat Informasi Wilayah Bagian ISIS memperlihatkan dua pria sedang diberi hukuman di tengah gurun sebelah timur Sungai Tigris, Samarra, Irak.

Pada foto tersebut, terlihat seorang pemuda yang diperkirakan Daily Mail sebagai anggota militan ISIS, seperti sedang berbicara melalui pengeras suara, yang diyakini sedang membacakan sanksi hukuman.

Di foto selanjutnya, tampak seorang pria menggunakan busana cokelat muda berdiri di samping dua pria yang sedang berjongkok. Pria yang berdiri itu memegang sebuah benda seperti cambuk, bergagang hijau.

Foto-foto lainnya menunjukkan kedua pria yang berjongkok dekat sebuah mobil berstiker slogan pro-ISIS itu kemudian dicambuk, dan menjadi tontotan sejumlah warga dan anak-anak setempat.

Meski ibadah puasa sangat penting untuk dilakukan oleh umat Islam di bulan Ramadan ini, respon dan tindakan ISIS dalam memberi sanksi terhadap pelanggaran berpuasa dinilai kasar dan brutal.

Sebelumnya, ISIS juga sempat menghukum dua bocah laki-laki lantaran dituduh batal puasa.
Akibatnya, lengan keduanya diikat dan digantung selama beberapa jam. (*)

(tribunnews.com/ABNS)

ISIS dan Ancaman Peradaban


Para akademisi di bidang sejarah, arkeologi, atau filologi pastilah bersedih sekaligus marah mendengar berita dari Irak ini: ISIS meluluh-lantakkan sejumlah besar peninggalan sejarah di kawasan yang dikuasainya. Berita ini bukan isapan jempol atau diedarkan dalam rangka memojokkan kelompok ini, karena memang sudah terkonfirmasi lewat tayangan video yang disebarkan oleh kelompok ISIS itu sendiri.

Video yang dimaksud menampilkan anggota kelompok itu menghancurkan sebuah artefak kuno di kota Mosul dengan menggunakan palu dan bor. Dalam keterangannya, ISIS menyebut relief kuno itu sebagai berhala sehingga harus dihancurkan. Tak semua artefak kuno itu dihancurkan. ISIS diyakini juga menjual sebagian artefak itu ke pasar gelap untuk mendapatkan uang yang digunakan untuk mendanai operasi mereka.

Dalam video berdurasi lima menit itu terlihat sekelompok anggota ISIS berada di dalam gedung Museum Mosul. Mereka menggunakan palu dan bor untuk menghancurkan beberapa patung kuno besar koleksi museum. Lalu adegan beralih ke situs arkeologi yang tak jauh dari lokasi museum memperlihatkan sejumlah anggota ISIS menghancurkan patung kerbau bersayap peninggalan budaya Assiria dari abad ke-7 sebelum masehi. Beberapa hari sebelumnya, ISIS juga menyerang dan membakar Perpustakaan Mosul tempat penyimpanan sekitar 8.000 manuskript alias naskah kuno.

Itulah yang terjadi di Irak dan Suriah, dua kawasan yang menjadi ajang petualangan kelompok teroris yang mengatasnamakan Islam ini. Belum juga setahun mendeklarasikan dirinya, ISIS sudah membuktikan diri sebagai milisi paling brutal dan liar. Aksi-aksi pembumihangusan warisan sejarah peradaban manusia yang tak ternilai harganya itu melengkapi aksi pembantaian sadis yang mereka lakukan terhadap siapa saja yang mereka anggap berada di luar kelompok mereka.

Modus operandi penghancuran beragam warisan peradaban itu sebenarnya sangat sederhana dan mudah ditelusuri. Mereka menganggap bahwa segala macam tempat bersejarah harus dimusnahkan karena “berpotensi” akan dikultuskan dan menjadi objek penyembahan. Di sisi lain, “pemurnian akidah” seperti ini adalah salah satu pilar gerakan mereka.

Celakanya, mereka adalah kelompok yang tidak mempedulikan pendapat kelompok lain. Bagi mereka, pendapat mayoritas ulama Islam dunia lain adalah sampah yang tak layak didengar. Mereka enggan berdialog. Mereka hanya mau melakukan aksi atas pendapat mereka sendiri soal agama. Karena itu, manakala terbuka kesempatan mengeksekusi pendapat, mereka bersegera melaksanakannya, tanpa mempedulikan pihak manapun di luar mereka.

Dengan semua reputasi yang sudah ditunjukkannya itu, bisa dipastikan bahwa jika kelompok ini sampai mendapat sedikit ruang untuk bergerak di Indonesia, hal yang sama juga akan menimpa negeri tercinta ini. Beragam warisan budaya dan peradaban Indonesia akan juga diluluhlantakkan oleh mereka. Tokh dalam pandangan mereka, Indonesia juga sebenarnya medan jihad lain yang hanya menunggu giliran untuk digarap, ketika kesempatannya memang terbuka.

(Liputan Islam/ABNS)
Inilah salah satu sisi lain dari ancaman nyata ISIS bagi NKRI. Sebelumnya, kita mengenal keburukan ISIS dari sisi kekejamannya, perlawanannya terhadap NKRI, sikap intoleransi yang berpotensi memecah-belah kesatuan bangsa, serta kebiasaan mereka untuk menebar fitnah dan kebohongan. Kini, kita tahu bahwa ISIS juga adalah entitas yang mengancam peradaban.

Terkait Berita: