Kementerian urusan tawanan Palestina melaporkan setidaknya 7.000 orang Palestina mendekam di penjara rezim Zionis.
Kementerian yang berada di bawah naungan Otorita Ramallah ini dalam statemennya yang disampaikan hari Minggu (5/6) menyatakan bahwa petugas dan sipir penjara rezim Zionis memberlakukan pengetatan dan sanksi lebih keras terhadap tahanan Palestina di bulan suci Ramadhan.
Berdasarkan pernyataan tersebut, para tahanan Palestina tidak diizinkan untuk menjalankan ajaran agamanya di bulan Ramadhan, terutama menjelang sahur dan buka puasa.
Dilaporkan, saat ini 41 orang tahanan Palestina telah menjalani 20 tahun usianya di penjara rezim Zionis.
Selain itu, sebanyak 70 tahanan adalah perempuan.
Kementerian urusan tawanan Palestina dalam laporannya juga mengungkapkan sebanyak 450 anak-anak dan remaja Palestina, 7 anggota parlemen serta dua mantan menteri Palestina termasuk, yang berada dalam penjara Israel.
Tidak hanya itu, lebih dari 1.500 orang tahanan Palestina dalam kondisi sakit.
(IRIB-Indonesia/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)
Post a Comment
mohon gunakan email