Muhammad Jawad Zarif, Menteri Luar Negeri Iran, berkunjung ke Norwegia untuk menyelidiki seluruh pelanggaran janji Amerika terhadap kesepakatan nuklir yang telah tertuang dalam JCPOA.
Selama berada di Norwegia, Zarif juga direncakan akan berpidato dalam sidang Forum yang juga dihadiri oleh negara-negara anggota 5+1.
Sebelum sidang Forum, Zarif mengadakan pertemuan bilateral dengan Federica Mogherini pada hari Selala lalu.
Setelah pertemuan ini, Mogherini dan Zarif menggelar jumpa pers bersama guna menjawab pertanyaan-pertanyaan wartawan.
Berkenaan dengan kesepakatan nuklir Iran, Zarif menekankan, “Menurut saya, seluruh pihak harus tahu bahwa sebuah kesepakatan internasional akan langgeng apabila seluruh oknum merasa beruntung. Menurut kami, JCPOA adalah sebuah kesepakatan yang bernilai menang – menang dan semua pihak merasa beruntung.”
Zarif mengutarakan, “Amerika telah mencabut embargo. Akan tetapi, efek psikologisnya masih eksis. Untuk itu, Washington harus bermain lebih super aktif.”
“Untuk mengikis efek-efek ini,” lanjut Zarif, “saya telah berdialog dengan Mogherini kemarin. Kita harus menyaksikan penepatan janji di alam praktis, dan rakyat Iran harus melihat efek-efek dari pencabutan embargo tersebut.”
Mogherini pun, ketika ditanya wartawan tentang sikap Barat yang terkesan lamban terutama dalam bidang perbankan sekalipun Iran telah menepati seluruh janji yang tertuang dalam kesepakatan nuklir, hanya bisa menjawab sedang menindaklanjuti masalah ini. “Menurut kami, seluruh embargo telah dicabut. Tanda untuk masalah ini adalah hubungan Iran dan Uni Eropa meningkat 22 persen. Memang kita harus bekerja lebih aktif lagi supaya perusahaan-perusahaan Eropa tertarik untuk bekerja sama dengan Iran,” ujarnya.
(Shabestan/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)
Post a Comment
mohon gunakan email